PEMBARUAN WHATSAPP

WhatsApp tambah penguncian sidik jari untuk Android

Ilustrasi aplikasi WhatsApp
Ilustrasi aplikasi WhatsApp | Elisa Valenta /Beritagar.id

Pengguna layanan aplikasi pesan, WhatsApp, di sistem operasi Android akhirnya bisa membuka kunci aplikasi dengan menggunakan sidik jari. Sebelumnya, fitur membuka kunci otomatis ini juga sudah dimanfaatkan oleh para pengguna iPhone lewat layanan TouchID dan FaceID.

Fitur Fingerprint Unlock ini diharapkan bisa menambah keamanan pengguna dalam menggunakan WhatsApp--terlebih jumlah pengguna aplikasi ini cukup besar di Indonesia.

Untuk mengaktifkan fitur ini Anda dapat mengetuk Setelan > Akun > Privasi > Kunci Sidik Jari, kemudian Anda akan diminta untuk mengonfirmasi sidik jari Anda.

Fitur finger print di WhatsApp.
Fitur finger print di WhatsApp. | Istimewa /Istimewa

Kemudian fitur ini juga datang dengan beberapa opsi keamanan yang dapat Anda kustomisasi, seperti mengunci otomatis aplikasi Anda setelah aplikasi dimatikan.

Untuk saat ini ada tiga pilihan yang tersedia yaitu : mengunci aplikasi dengan segera, setelah satu menit, atau setelah tiga puluh menit. Ditambah pengguna dapat memilih apakah mereka ingin melihat isi pesan dan nama pengirim di notifikasi yang muncul atau tidak.

Satu info penting lagi adalah ketika fitur ini aktif, Anda dapat tetap mengangkat telpon meskipun aplikasi sedang dalam kondisi terkunci. Jadi Anda dapat langsung mengangkat panggilan tersebut.

Namun perlu dicatat, fitur ini hanya dapat digunakan ketika Anda sudah mendaftarkan sidik jari Anda di ponsel Anda sebelumnya. Fitur keamanan berlapis ini akan mengharuskan Anda untuk ada di sekitar ponsel, sehingga dapat meminimalisir pesan dibaca oleh orang lain tanpa sepengetahuan Anda.

Kunci dengan sidik jari di aplikasi WhatsApp, serupa dengan yang biasa ditemukan di aplikasi perbankan. Layanan keamanan lewat sidik jari ini dinilai lebih unggul jika dibandingkan menggunakan Personal Identification Number (PIN) ataupun pattern (pola).

Bila ditarik ke belakang, sebenarnya teknologi fingerprint pada ponsel sudah dipakai sejak lebih dari 10 tahun. Dikutip dari www.igadgetsworld.com, ponsel pertama yang memakai teknologi itu sudah ada sejak 2004 di mana istilah smartphone masih jarang terdengar. Bentuk ponselnya flip. Otentifikasi sidik jari pada ponsel itu dipakai untuk fitur pemanggilan cepat.

Tiga tahun berselang, teknologi fingerprint mulai umum digunakan. Bahkan, banyak orang mengira di tahun inilah teknologi fingerprint scanner baru dikenal, karena salah satu jenama ponsel mengklaim produk flagship tersebut adalah ponsel pintar pertama yang menggunakan teknologi sensor sidik jari.

Saat itu, teknologi ini dipakai untuk mengunci ponsel. Nyatanya, kebutuhan teknologi fingerprint scanner makin meluas saat salah satu merek smartphone menyematkan fasilitas itu bersama dengan teknologi TouchID. Pada akhirnya, perkembangan fingerprint scanner bukan lagi sebagai pengunci ponsel, melainkan juga pengaman untuk transaksi.

Pembaruan sistem keamanan WhatsApp sudah berkali-kali dilakukan oleh perusahaan naungan Facebook tersebut. Meskipun demikian, WhatsApp masih belum menyediakan fitur pengunci menggunakan rekognisi wajah seperti yang ada di iPhone. Para pengguna Android sepertinya masih harus bersabar menunggu pembaharuan selanjutnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR