KESEHATAN

WHO rilis strategi baru perangi pandemi flu

Ilustrasi vaksin flu.
Ilustrasi vaksin flu. | Sherry Yates Young /Shutterstock

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) mengembangkan strategi baru guna melindungi orang di seluruh dunia dari ancaman influenza.

Strategi Global Influenza Strategy untuk 2019-2030 akan berupaya mencegah influenza musiman, mengendalikan penyebaran influenza dari hewan ke manusia, dan persiapan menghadapi pandemi influenza berikutnya.

"Ancaman pandemi influenza selalu ada," ujar Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam sebuah pernyataan.

"Pertanyaannya bukan apakah kita akan mengalami pandemi lagi, tetapi kapan. Kita harus waspada dan siap. Biaya wabah influenza besar akan jauh lebih besar daripada harga pencegahan," lanjut Dr. Tedros.

Strategi baru WHO punya dua tujuan utama, menurut tantangan yang dinilai paling mendesak.

Pertama, meningkatkan kapasitas pengawasan dan respons di seluruh dunia. Untuk ini, WHO mendesak pemerintah untuk mengembangkan rencana flu nasional.

Kedua, mengembangkan alat yang lebih baik untuk mencegah, mendeteksi, mengendalikan dan mengobati influenza. Seperti vaksin yang lebih efektif, antivirus, dan perawatan, yang tujuan akhirnya membuat itu semua bisa diakses oleh semua negara.

Virus influenza terus berubah, dengan berbagai strain, dan di dalamnya banyak jenis yang terus bermutasi. Ini membuat para ilmuwan kesulitan mengembangkan vaksin yang efektif menjelang musim flu.

Akibatnya setiap tahun, WHO memperkirakan ada satu miliar kasus flu di seluruh dunia. Sebanyak lima juta di antaranya masuk kategori parah.

Angka kematian tahunan akibat penyakit pernapasan terkait influenza juga meningkat menjadi antara 290 ribu hingga 650 ribu.

Pandemi flu telah merenggut 50 juta hingga 100 juta jiwa di seluruh dunia, 670 ribu di antaranya adalah warga Amerika Serikat. Seratus tahun kemudian, virus influenza tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat terbesar di dunia.

Dr. Tedros menambahkan, risiko berkelanjutan penularan virus influenza baru dari hewan ke manusia yang berpotensi menyebabkan pandemi adalah realitas yang harus dihadapi. Contohnya sudah bisa dilihat pada pandemi flu babi yang disebabkan virus H1N1 pada 2009.

WHO pun merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan sebagai cara paling efektif untuk mencegah influenza. Ini sangat penting bagi orang-orang yang berisiko tinggi dan bagi pekerja perawatan kesehatan.

Untuk menerapkan berbagai strategi, laporan WHO mengidentifikasi lima faktor penting. Mulai dari negara-negara, diikuti aset influenza global dan strategi seperti Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS), kelompok industri dan masyarakat sipil, kemitraan global, dan WHO memastikan bahwa semua upaya akan sepadan nilainya dengan uang yang dikeluarkan.

Karena kompleksitas aktivitas influenza musiman di daerah tropis dan subtropis, waktu pemberian vaksin dan formulasi yang digunakan--belahan utara atau selatan--menjadi berbeda.

Berdasarkan periode aktivitas influenza terdapat dua waktu pemberian vaksin, yakni bulan April dan Oktober. Indonesia termasuk dalam kelompok Oktober.

Menurut formulasinya, ada vaksin influenza NH (belahan utara) dan SH (belahan selatan). Indonesia masuk kategori belahan utara.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR