Yang baru dari Google untuk Indonesia

Managing Director Google Indonesia, Tony Keusgen, dalam presentasinya di panggung Google for Indonesia
Managing Director Google Indonesia, Tony Keusgen, dalam presentasinya di panggung Google for Indonesia | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Untuk kedua kalinya Google mengadakan acara tahunannya di Tanah Air. Bertajuk, Google for Indonesia, pada Kamis (24/8) di Jakarta, perusahaan teknologi ini mendemonstrasikan beragam produk dan layanan yang telah dan akan mereka bawa ke Indonesia.

YouTube Go yang telah kami wartakan adalah salah satunya. Selain itu, Google juga mengumumkan rencana wi-fi untuk umum, penambahan fitur pada mesin pencarian, pembaruan layanan olah pesan Google Allo, juga aplikasi Waze.

Pada dasarnya Google ingin lebih banyak orang terhubung dengan internet. "Kami ingin semua orang terhubung dengan secara online dan mendapat banyak manfaat dari internet, seperti saya dan Anda," kata Managing Director Google Indonesia, Tony Keusgen.

Lebih lanjut, Keusgen menuturkan bahwa Google berupaya melakukan tiga hal di Indonesia, yakni memudahkan akses informasi yang relevan dan berguna, memberikan lebih banyak cara bagi orang Indonesia agar internet lebih bermanfaat, dan memberikan akses internet yang baik bagi orang Indonesia.

Pertama, Google akan menghadirkan konektivitas internet melalui Google Station. "Kami bermitra dengan CBN dan Fiberstar untuk menghadirkan Wi-Fi publik berkecepatan tinggi ke ratusan lokasi di seluruh Indonesia," kata Keusgen.

Setelah hadir di India, Google memilih membawa program Wi-Fi publik ini ke Indonesia. Di India, sebagai salah satu contoh, Google Station menaruh sejumlah titik-titik internet di 200 stasiun kereta api.

Google meluncurkan layanan WiFi gratis pertamanya di stasiun Mumbai Central pada bulan Januari 2016. Sedangkan untuk di Indonesia, rencananya Google Station akan hadir di ratusan lokasi sekitar Jawa dan Bali dalam satu tahun ke depan.

"Pertama Google Station akan ada di Jakarta, lalu Surabaya, Denpasar, Bandung, lalu kota-kota lain. Kami akan mulai tahun ini, jadi nanti akan ada jutaan orang yang bisa mengakses WiFi publik tersebut," jelas Keusgen.

Google tak merinci soal biaya . Tapi mereka memastikan monetisasi untuk menjaga kelangsungan Google Station, dan perluasan akses di berbagai daerah selain Jawa dan Bali.

Peluncuran Google Station di Google for Indonesia (ki-ka): Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia - Axton Salim, Salim Group representative - Sugiharto Darmakusuma, President Director of FiberStar - Caesar Sengupta, Vice President of Next Billion Users, Google
Peluncuran Google Station di Google for Indonesia (ki-ka): Tony Keusgen, Managing Director Google Indonesia - Axton Salim, Salim Group representative - Sugiharto Darmakusuma, President Director of FiberStar - Caesar Sengupta, Vice President of Next Billion Users, Google | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Kedua, Google terus berusaha melokalkan layanan. Salah satu hasilnya adalah asisten virtual di aplikasi olah pesan Google Allo yang kini dapat berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia. "Di dalamnya ada tim suara dengan dialek berbeda-berbeda," kata Product Lead Google Allo, Adam Rodriguez.

Dengan teknologi machine learning, kemampuan Google Assistant mengenali dialek Indonesia akan terus berkembang, seiring banyaknya pengguna. "Google Assistant akan belajar menjadi lebih pintar," tuturnya.

Contoh tampilan Shortcut di Google Search
Contoh tampilan Shortcut di Google Search | Yoseph Edwin /Beritagar.id

Peningkatan juga ditanamkan pada layanan Google Search. Director Google Search, Ken Tokusei memperkenalkan Shortcut, Sebuah jajaran ikon-ikon yang dapat langsung di pilih untuk menjelajahi topik pilihan pengguna dengan lebih detail.

"Misalnya kamu ingin menjelajahi makanan dan minuman di dekatmu, jam tayang film, dan navigasi," katanya.

Ada juga Feed. Jajaran daftar informasi yang diklaim lebih sesuai dan relevan dengan preferensi pengguna. Misalnya topik favorit, hobi, dan berita yang sedang tren di Google App. Kembali lagi hal ini memungkinkan terjadi karena diaplikasikannya teknologi machine learning.

Google juga kini bisa ditanya mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Bekerja sama dengan rumah sakit Mitra Keluarga, kini Google Search dapat menyediakan beragam informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Fitur tersebut diharapkan akan meningkatkan kesadaran akan 700 kondisi kesehatan paling umum di Indonesia.

Terakhir adalah penambahan fitur rute atas kebijakan pelat ganjil genap pada aplikasi navigasi perjalanan, Waze. Kehadiran fitur ini diharapkan membuat Waze dapat memberikan rute spesifik sesuai dengan aturan yang berlaku.

Director of Growth Waze, Di-Ann Eisnor, mengatakan fitur tersebut masih dalam tahap uji coba, dan akan terus dikembangkan. "Dalam percobaan yang dilakukan sebulan pertama di Jakarta, fitur baru Waze ini berhasil menurunkan kemacetan hingga 19 persen," klaim Eisnor.

Jika sudah rilis, pengguna cukup masuk ke menu pengaturan, pilih opsi untuk memasukkan dua digit angka terakhir nomor polisi kendaraan.

Masih dari Waze, aplikasi ini akan menambahkan asisten baru bernama Dian yang dikatakan memiliki pengetahuan lebih hebat dari asisten Bahasa Indonesia sebelumnya. Sebagai bocoran, Waze juga akan merilis fitur perekam suara yang memungkinkan pengguna di Indonesia merekam suara mereka sendiri di Waze, dan menggunakannya sebagai panduan navigasi di jalan raya.

Di-Ann Eisnor, Director of Growth, Waze, dalam presentasinya mengenai fitur yang akan datang di Waze
Di-Ann Eisnor, Director of Growth, Waze, dalam presentasinya mengenai fitur yang akan datang di Waze | Yoseph Edwin /Beritagar.id
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR