Yang perlu diperhatikan saat mentransformasi bisnis ke digital

SPONSOR: Lenovo
Ilustrasi transformasi bisnis ke digital
Ilustrasi transformasi bisnis ke digital | Shutterstock

Menurut hasil studi Harvard Business Review Analytics Services yang dirilis April 2016, sekitar 44 persen responden memperkirakan industri yang mereka geluti akan tersaingi oleh bisnis digital secara signifikan dalam tiga tahun ke depan. Survei tersebut dilakukan terhadap 250 pemimpin bisnis di seluruh dunia.

Persaingan bisnis yang semakin ketat dan perkembangan teknologi informasi yang pesat mengharuskan para pemilik bisnis untuk mulai mentransformasi usaha mereka ke dunia digital.

Namun, tidak semudah membalikkan telapak tangan, pebisnis juga harus memperhatikan beberapa hal sebelum mentransformasi bisnis mereka ke ranah digital. Berikut beberapa hal penting yang harus diketahui.

Keamanan

Sebelum memindahkan bisnis ke ranah digital pebisnis perlu memastikan proses transformasi tersebut tetap aman dari ancaman bahaya, seperti peretasan digital, masalah kepatuhan, dan litigasi. Agar proses berjalan lancar, pemilik bisnis perlu menyiapkan tim teknologi informasi yang kompeten dan melakukan konsultasi dengan kuasa hukum mengenai masalah kepatuhan dan litigasi. Kemampuan menjaga privasi pelanggan menjadi nilai tambah bagi pelaku bisnis digital.

Kecepatan

Studi tersebut juga mencatat bahwa kecepatan dalam bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan era digital menjadi faktor penting agar bisnis dapat bertahan. Dalam proses transformasi diperlukan umpan balik dari pelanggan sehingga perbaikan dapat dilakuan secara cepat dan berkelanjutan.

Kepraktisan

Transformasi bisnis ke digital harus memberikan keuntungan bagi para pelanggan, terutama dalam hal kepraktisan. Jangan sampai transformasi yang dilakukan justru membuat pelanggan merasa lebih sulit untuk mengakses dan menikmati layanan bisnis yang disediakan. Kemampuan memperkaya pengalaman pengguna agar tetap setia menjadi kunci sukses transformasi digital.

Investasi

Agar transformasi berjalan dengan baik dan dapat dinikmati oleh para pelanggan, pemilik bisnis perlu melakukan investasi. Dalam bisnis skala menengah ke atas, investasi berupa server merupakan salah satu hal terpenting.

Meski biaya dan usaha yang dikeluarkan lebih besar, memiliki server sendiri menawarkan keuntungan, yakni kebebasan dalam mengelola server. Pemilik dapat meningkatkan kemampuan servernya lebih cepat tanpa bergantung pada provider yang menyewakan server.

Dengan pemilihan server yang tepat, pemilik bisnis dapat mengoptimalkan layanan yang akan diberikan kepada pelanggan. Enterprise Server seperti Lenovo System x3650 M5 kini hadir dengan prosesor Intel Xeon terbaru dengan dukungan hingga 22-core, RAM 1.5TB, dan kapasitas penyimpanan hingga 120TB. Dengan spesifikasi tersebut server dapat menjalankan tugas yang berat tanpa khawatir kemungkinan terjadinya penurunan performa akibat kelebihan beban atau server terlalu panas.

SPONSOR: Lenovo
BACA JUGA