7 fakta film Surat dari Praha

Julie Estelle untuk pertama kalinya bernyanyi dalam film Surat dari Praha
Julie Estelle untuk pertama kalinya bernyanyi dalam film Surat dari Praha | Mazini Hafizhuddin/Tempo

Film Surat dari Praha tidak hanya bercerita tentang masa lalu Mahdi Jaya (Tio Pakusadewo) yang terkena imbas pascatragedi Gerakan 30 September 1965. Ada begitu banyak kisah atau fakta menarik yang juga menghiasi pembuatan film arahan Angga Dwimas Sasongko ini. Sebelum menyaksikannya mulai 28 Januari 2016, berikut tujuh fakta film Surat dari Praha.

1. Pemeran utama terpilih tanpa casting atau audisi. Dalam wawancaranya bersama 21 Cineplex, Angga mengungkapkan bahwa pemeran empat karakter utama dalam film ini (Tio Pakusadewo, Julie Estelle, Widyawati, Rio Dewanto) dipilihnya langsung tanpa melalui proses casting laiknya berlaku pada proyek film lain.

Tio Pakusadewo sang pemeran Jaya misalnya. "Dari awal yang ada di kepala saya sebagai pemeran Jaya itu cuma Tio Pakusadewo. Tidak ada pilihan lain. Kalau dia enggak mau main saya tidak akan bikin film ini. Seperti Steven Spielberg yang emoh bikin film Lincoln (2012) kalau aktornya bukan Daniel Day-Lewis."

2. Julie Estelle untuk pertama kalinya bernyanyi. Bukan tugas mudah pada awalnya bagi Angga dan Glenn meyakinkan Julie agar bersedia menyanyikan "Nyali Terakhir" salah satu lagu tema film Surat dari Praha. Maklum, aktris kelahiran 4 Januari 1989 itu tidak percaya diri karena belum pernah menjajal dunia tarik suara.

"Stres banget waktu proses awal rekaman. Soalnya belum pernah mencoba sebelumnya. Beruntung saya dibimbing langsung oleh Glenn. Studionya dibuat senyaman mungkin agar saya lebih rileks," ungkap Julie dinukil Kompas.

Tio Pakusadewo juga ikut menyanyi dalam film ini membawakan lagu "Sabda Rindu". Bedanya, aktor berusia 52 tahun itu sudah punya pengalaman merekam lagu, bahkan merilis sebuah album bertajuk Deg Degan (Atlantic Records - 1989) bersama novelis Zara Zettira. Salah satu penyanyi yang ikut meramaikan album tersebut adalah mendiang Ryan Hidayat, pemeran utama film Lupus.

3. Eva Hidayat, ibunda mendiang Ryan Hidayat (1970-1997), ikut dilibatkan dalam film sebagai Lorretta. Bukan sekadar karena pertemanan Tio dan almarhum Ryan yang pernah beberapa kali terlibat proyek bersama, salah satunya sinetron Anak Menteng, tapi karena Eva aslinya berdarah Ceko dan bermukim di Praha, tempat syuting film ini.

4. Rajah temporer Rio Dewanto. Aslinya aktor Rio Dewanto telah punya beberapa koleksi rajah. Khusus perannya sebagai Dewa yang bekerja sebagai seorang bartender tempat Jaya biasa menghabiskan waktu, tim penata rias Surat dari Praha menambahkan satu rajah temporer. Tato bergambar tengkorak itu terletak di leher bagian kiri.

"Terlihat seperti asli ya?, tapi ini enggak asli kok. Kebetulan saya baru punya alat baru untuk bikin tato temporer," kata Rio kepada cekricek.co.id.

5. Chicco Jerikho jadi produser. Film Surat dari Praha juga menjadi debut bagi peraih gelar aktor pemeran utama terbaik di Festival Film Indonesia 2014 itu bertugas di belakang layar sebagai produser. Menjadi produser diakui Chicco sebagai sesuatu yang tidak mudah. Ada banyak hal yang harus diurusi. "Pusing karena pekerjaannya banyak banget," kata aktor berusia 31 itu dilansir Liputan6.com.

6. Dari Schubert menjadi Bagong. Untuk mengusir rasa kesepian selama tinggal di Praha, selain berteman dengan Dewa dan Lorretta, Jaya juga memelihara seekor anjing yang kerap menemaninya. Anjing tersebut diberi nama Bagong. Nama awal Bagong dalam skenario tulisan M Irfan Ramli adalah Schubert, diambil dari nama komposer Austria, Franz Peter Schubert. Menjelang syuting, nama tersebut diubah Tio menjadi Bagong yang berarti besar dan berat.

7. Lokasi syuting apartemen tempat Jaya tinggal hanya berjarak sekitar 150 meter dari Charles Bridge yang membelah sungai Vltava. Nama awalnya adalah Stone Bridge atau Prague Bridge. Sejak tahun 1870, jembatan yang panjangnya mencapai 621 meter dan lebar 10 meter itu lebih dikenal dengan sebutan Charles Bridge.

Para turis kerap menjadikan jembatan yang menghubungkan distrik Old Town dan Lesser Town ini sebagai tempat wisata. Pasalnya, ada 30 patung peninggalan zaman Baroque yang menghiasi sepanjang jembatan ini.

BACA JUGA