Alasan Ernest Prakasa syuting Susah Sinyal di Sumba

Sutradara Ernest Prakasa saat ditemui dalam acara konferensi pers di Usmar Ismail Hall, Setiabudi, Jakarta Selatan (2/11/2017).
Sutradara Ernest Prakasa saat ditemui dalam acara konferensi pers di Usmar Ismail Hall, Setiabudi, Jakarta Selatan (2/11/2017). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Indonesia Timur, termasuk Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, dan sekitarnya, dikenal dengan lanskap alam yang unik jika dibandingkan dengan daerah lain. Sabana, padang rumput, gugus kepulauan, serta pemandangan lain menjadi magnet bagi beberapa produser untuk syuting di sana.

Salah satunya adalah Susah Sinyal, film terbaru garapan komika/sutradara/aktor/produser Ernest Prakasa yang turut mengeksplorasi keindahan alam Sumba. Ihwal Susah Sinyal syuting di Sumba dijelaskan oleh Meira Anastasia, produser film ini yang juga istri Ernest. Ternyata adik sang komika pernah ke sana.

"Kami lihat foto Instagram-nya bagus banget. Akhirnya kami ke sana juga tapi belum tau mau bikin cerita apa. Kami cuma lihat-lihat spot mana yang bagus," ujar Meira saat acara konferensi pers di Usmar Ismail Hall, Setiabudi, Jakarta Selatan (2/11/2017).

Saat kembali ke Jakarta, Ernest dan Meira masih belum memutuskan apakah Sumba dijadikan lokasi syuting atau tidak. "Tapi tempatnya benar-benar breathtaking banget. Enggak ada sinyal juga kami enggak peduli karena fokus dengan pemandangan di sana," jelas wanita kelahiran Pematangsiantar, Sumatera Utara, itu.

Toh, Starvision mengizinkan Ernest dan tim untuk syuting di Sumba karena setelah ditelaah, lokasinya memang benar-benar cocok untuk kisah Susah Sinyal.

Daerah Indonesia Timur relatif masih mengalami kendala dari segi komunikasi jika dibandingkan dengan Pulau Jawa, apalagi Kota Jakarta. Sehingga judul film ini benar-benar cocok dengan kondisi telekomunikasi di Sumba.

Syuting di Sumba berlangsung dari 26 September hingga 10 Oktober. Produser Faiz Servia menyatakan bahwa syuting di Jakarta juga kurang lebih berlangsung 15 hari, tapi untuk hasil akhir mungkin porsi Sumba bakal mengisi sekitar 40 persen durasi film.

Sebab, banyak tantangan menghinggapi kru dan pemain saat syuting di pulau yang masuk Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

"Kami sampai rebutan satu kursi untuk mencari sinyal yang beneran 3G," jelas Faiz. Namun ia menekankan bahwa kesulitan mencari sinyal itu justru tidak menghambat kinerja. "Kami jadi bisa mencari kesibukan di luar gadget."

"Logistik syuting di sana itu luar biasa ribet. Ada (adegan yang memperlihatkan) air terjun, itu bukan di jalan raya. Harus naik turun gunung, bayangin kami ada 30 mobil. Sempat ada yang terperosok dan mesti diderek," timpal Ernest.

Namun semua kesulitan lunas terbayarkan dengan lokasi yang indahnya luar biasa. Soal ini Ernest punya sedikit catatan. "Banyak film yang mengangkat keindahan Indonesia Timur, tapi banyak yang hanya mengumbar kesedihan. Sekali-kali kita buat yang bikin orang tertawa," ujar sang komika.

Arie Kriting, komika yang juga tampil dalam Susah Sinyal juga angkat bicara. Kebetulan Arie kelahiran Kendari, Sulawesi Tenggara, yang juga masuk wilayah Indonesia Timur.

"Banyak film yang mengangkat Indonesia Timur, tapi kok sepertinya sedih banget kehidupan di sana. Banyak tempat wisata, tapi kok susah sekali kehidupannya. Film ini akan membuat wajah Indonesia Timur jadi totally different," ujar Arie disambut gelak tawa teman-temannya yang tak terbiasa mendengar ia bicara serius, terlebih dipadukan dengan Bahasa Inggris.

"Susah Sinyal membawa kisah ibu dan anak gadisnya pergi ke Indonesia Timur. Dan enggak terjadi apa-apa (maksudnya mereka aman, red.). Ini akan membawa paradigma bagus untuk Indonesia Timur," tutup Arie.

Susah Sinyal mengisahkan Ellen (Adinia Wirasti), seorang pengacara sukses sekaligus orangtua tunggal yang sibuk. Ia jarang meluangkan waktu untuk anak tunggalnya, Kiara (Aurora Ribero). Si anak pun tumbuh menjadi sosok remaja pemberontak.

Saat neneknya (Niniek L. Kariem) meninggal, Kiara terguncang dan disarankan psikolog untuk berlibur bersama ibunya. Mereka pun pergi ke Sumba. Namun begitu pulang, Ellen kembali tenggelam dalam kesibukan bersama rekannya Iwan (Ernest). Kiara yang kesal memutuskan kembali ke Sumba, sendirian.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR