FILM INDONESIA

Alasan terpilihnya Prisia Nasution membintangi The Curse

Prisia Nasution menjalani debut sebagai pemain film horor dalam The Curse yang tayang mulai 27 April 2017.
Prisia Nasution menjalani debut sebagai pemain film horor dalam The Curse yang tayang mulai 27 April 2017. | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Pernah menjadi atlet pencak silat membuat Prisia Nasution mengaku lebih nyaman bermain dalam film aksi laga. Belum pernah ia membintangi film horor.

Pun demikian, sutradara Muhammad Yusuf menganggap Phia --sapaan Prisia-- adalah sosok paling pas memerankan Shelina dalam film The Curse.

"Dari semua aktris yang jadi kandidat, raut muka Phia menurut saya menonjolkan aura yang cerdas. Cocok untuk memerankan Shelina," ungkap sutradara Muhammad Yusuf kepada Beritagar.id usai konferensi pers di XXI Djakarta Theater, Gondangdia, Jakarta Pusat (26/4/2017).

Yusuf, yang pernah jadi nomine Piala Citra 2011 pada kategori "Penulis Cerita Asli Terbaik" lewat film Tebus, mengaku sempat berpikiran menggunakan laki-laki sebagai pemeran utama untuk The Curse.

Dalam bayangannya waktu itu, pengacara laki-laki kelihatan gagah. Namun, saat proses pembuatan skenario berlangsung, keputusan itu berubah.

"Kayaknya kalau cowok tidak ngeri ketemu setan. Akhirnya kami sepakat mengganti tokoh utama dengan perempuan. Karena dalam bahasa visual, lebih mengerikan kalau perempuan ketemu hantu dibandingkan cowok," lanjut Yusuf.

Nama Phia lantas terpilih memerankan Shelina yang dikisahkan bekerja sebagai pengacara sukses asal Indonesia di salah satu kantor hukum ternama di Melbourne, Australia.

Selama bekerja, Shelina banyak menangani kasus kriminal, termasuk pembunuhan yang menimpa Lienn (diperankan Shareefa Daanish).

Cerita bergulir ketika Shelina mulai merasakan kehadiran roh-roh di sekitarnya dan mendapatkan penglihatan dari korban-korban kasus pembunuhan yang dia tangani.

Putri (Lia Waode), rekan Shelina, menyarankan penggunaan jasa paranormal dari Indonesia untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

Belakangan Shelina mengetahui bahwa kehadiran roh-roh tersebut membawa pesan pada satu pengungkapan misteri pembunuhan dari kasus yang pernah dia tangani.

Walaupun The Curse merupakan debutnya bermain film horor, Phia tidak menemukan kesulitan berarti. Persiapan utama yang dilakukannya hanya bagaimana bertingkah laku laiknya pengacara.

"Saya bukannya anti film horor. Cuma kebetulan dari segi cerita, semua tawaran bermain dalam film horor tidak sreg di hati saya. Saat ditawari film ini, saya lihat ceritanya oke. Tidak cuma mengeksploitasi tubuh perempuan," terang Phia.

Aktris berusia 32 itu juga menyebut nama Shaarefa Daanish sebagai pertimbangan utama untuk bergabung dalam The Curse yang keseluruhan syutingnya berlangsung selama tiga pekan di Negara Bagian Victoria, Australia.

Kepada Beritagar.id, Yusuf mengaku ide cerita The Curse terlintas di kepalanya saat mengikuti Indonesian Film Festival 2015 di Melbourne.

"Waktu itu film saya yang judulnya Angker terseleksi masuk festival tersebut. Saat lagi di Melbourne saya mengunjungi daerah bekas pertambangan emas yang telah jadi padang tandus. Sepi banget. Penduduknya bisa dihitung dengan jari," ujarnya.

Melihat kondisi demikian, di pikiran alumni Holmes Institute Melbourne itu tercetus ide membuat film tentang misteri pembunuhan.

Gayung bersambut, Resika Tikoalu dan Konfir Kabo yang sehari-hari bekerja sebagai pengacara di Melbourne tertarik mendanai pembuatan ide cerita tadi sebagai produser dan produser eksekutif.

Pemerintah Australia, khususnya Melbourne yang adalah ibu kota Negara Bagian Victoria, juga menyambut dengan tangan terbuka.

Film The Curse bisa jadi salah satu sarana promosi untuk mengenalkan keindahan alam Victoria kepada masyarakat Indonesia.

Alhasil tim produksi mendapatkan kemudahan dalam hal mengurus segala macam perizinan terkait penggunaan lokasi syuting.

"Semoga The Curse menjadi momentum awal yang semakin mempererat hubungan kerja Indonesia dan Australia di bidang perfilman," harap Resika.

Film The Curse yang diproduksi Triple A Films tayang perdana di bioskop mulai hari ini (27/4). Selain Phia, Shareefa, dan Lia, jajaran pemain menghadirkan pula Maria Leeds, Katrini Nath, Santi Whiteside, Randy Hallatu, dan Yogi Gagah Perdana.

Trailer THE CURSE [2017] ULTRA HD 4K /Muhammad Yusuf
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR