Album persembahan Indra Lesmana untuk ayah

Indra Lesmana bikin album terinspirasi mimpi
Indra Lesmana bikin album terinspirasi mimpi | facebook.com/indralesmana.official

Perwujudan rasa cinta dan bakti Indra Lesmana kepada ayahnya, Jack Lesmana, hadir dalam bentuk album bertajuk About Jack (produksi InLine Music). Isinya sembilan komposisi. Untuk sementara hanya tersedia versi digital di iTunes.

"Inspirasinya berawal dari mimpi. Saya bertemu ayah dan main musik bareng. Musik yang kami mainkan itu kemudian saya tulis," kata Indra ihwal hadirnya album About Jack dilansir Antaranews (30/7).

Semua materi lagu ditulisnya dalam tempo dua hari. "Itu adalah rekor waktu tercepat saya menciptakan lagu. Memang harus cepat mengeksekusinya. Jika tidak, semua nada akan terlupakan begitu saja," tambahnya.

Album persembahan anak untuk ayah ini digarap Indra dengan bantuan Sandy Winarta (drummer) dan Indra Gupta (bassis). Bertiga mereka mengusung nama Indra Lesmana Keytar Trio.

Salah satu komposisi dalam About Jack yang berjudul "Embraceable You" dinyanyikan Eva Celia (23), putri semata wayang hasil perkawinan Indra dengan aktris Sophia Latjuba.

Kepada Tempo.co (27/11/2015), adik Mira Lesmana itu mengaku bahwa walau terimpit jadwal padat, inspirasi menulis lagu-lagu dalam album ini datang dengan sendirinya bagaikan air mengalir.

"Almarhum telah mewarnai dunia jazz tanah air, saya sebagi anak dan Eva sebagai cucu harus meneruskan itu. Kami ingin menghidupkan sejarah Jack Lesmana," ujar pianis berusia 50 tahun tersebut.

Mengenalkan kembali sosok Jack, sekaligus persembahan khusus, pernah dilakukan Indra lewat album Ayah (1994).

Langkah tersebut bukan semata dilakukan Indra karena status anak dan ayah yang mereka sandang. Maestro kelahiran Banyuwangi itu memang patut diperkenalkan kembali kepada generasi kiwari.

Multi-instrumentalis bernama asli Jack Lemmers, kelahiran 18 Oktober 1930, punya berperan sangat besar mengenalkan musik jazz di tanah air pada era 1950-an. Kala itu masih sangat sedikit orang yang mengetahui dan mendengarkan musik jazz.

Pada mulanya Jack mengiringi berbagai penyanyi seperti Bing Slamet, Titiek Puspa, dan Lilies Suryani. Kemudian menjadi penata musik untuk Irama Record, label rekaman musik pertama di Indonesia milik Suyoso Karsono.

Tidak lupa ia membentuk band pengusung jazz bernama Jack Lesmana Quartet (kemudian bersalin nama jadi Jack Lesmana Quintet) dan Indonesian All Stars.

Di luar perannya sebagai musikus, Jack menggagas pertunjukan jazz setiap tiga bulan sekali di panggung prestisius Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada era 70-an.

Jack bahkan tercatat sebagai musikus jazz pertama yang merekam langsung pertunjukan panggung dalam sebuah album bertajuk Jazz Masa Lalu & Masa Kini (Hidayat & Co). Album berisi tujuh lagu tersebut direkam dari hasil pertunjukan di TIM pada 30-31 Mei 1976.

Ikhtiar membuka mata publik terhadap jazz juga dilakukannya dengan mengelola program musik jazz bertajuk "Nada dan Improvisasi" yang saban bulan ditayangkan oleh TVRI.

Sosok humoris dan disiplin itu juga merelakan rumahnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, sebagai tempat musisi berkumpul, berdiskusi, dan bermain jazz.

Medio era 80-an, sepulang dari Australia karena menyekolahkan Indra sejak 1979, Jack mendirikan Jack and Indra Lesmana Jazz Workshop yang bertempat di Lembaga Pendidikan Musik dan Bahasa Farabi, Jakarta. Selain itu, mengelola acara Sunday Jazz di Hotel Borobudur juga dilakoninya.

Menjelang akhir hayatnya pada 17 Juli 1988 karena penyakit cryoglobulinemia, Jack masih menyempatkan diri menulis buku teori musik berjudul "IMPRO 1" dan "IMPRO 2".

Begitulah Jack. Dedikasi yang tinggi terhadap musik jazz membuat namanya sering disebut Jazz Lesmana. Dan atas dasar itu Indra membuat album About Jack.

BACA JUGA