FILM INDONESIA

Andy /rif jadi Dewa Tuak dalam film Wiro Sableng

Penampilan Andy /rif sebagai Dewa Tuak dalam poster pengenalan karakter film Wiro Sableng.
Penampilan Andy /rif sebagai Dewa Tuak dalam poster pengenalan karakter film Wiro Sableng. | LifeLike Pictures

Satu lagi karakter yang bakal meramaikan film Wiro Sableng diungkap ke publik.

Menyusul Wiro Sableng (diperankan Vino G. Bastian), Anggini (Sherina Munaf), dan Bujang Gila Tapak Sakti (Fariz Alfarazi), giliran Dewa Tuak yang dirilis rumah produksi LifeLike Pictures dalam siaran pers yang diterima Beritagar.id, Jumat (16/3/2018).

Pemeran tokoh protagonis tersebut adalah Restu Triandy. Nama itu mungkin terdengar asing di dunia seni peran maupun selebritas Indonesia. Tetapi, bagaimana dengan nama Andy /rif?

Ya, Restu Triandy adalah nama asli dari vokalis band rock asal Bandung, /rif, yang populer pada akhir 1990-an dan awal 2000-an tersebut.

Sebagai Dewa Tuak, Andy, yang berusia 49 tahun, akan memerankan seorang lelaki tua berusia sekitar 80 tahun, lengkap dengan jenggot beruban yang panjangnya sedada.

Mengapa seorang penyanyi rock bisa dipilih untuk memerankan pendekar dari novel karangan Bastian Tito itu?

Salah satu alasannya, lelaki kelahiran Bandung ini sudah tidak asing dengan dunia bela diri. Ia pernah seperguruan dengan Yayan Ruhian, pemeran Mahesa Birawa sekaligus koreografer adegan laga film Wiro Sableng, di perguruan Pencak Silat Tenaga Dasar (PSTD).

PSTD yang berkantor di Tanah Abang, Jakarta Pusat, itu mempelajari ilmu yang menggabungkan pernapasan dan konsentrasi untuk memunculkan "tenaga dasar"--kekuatan alami manusia yang menjadi fondasi untuk membina kesegaran, kekuatan, ketangkasan, dan ketahanan fisik.

Tapi Andy kemudian keluar dari dunia persilatan dan lebih memilih musik.

"Dulu awalnya mulai sejak SD, terus sempat vakum. Aktif lagi pas kuliah, setelah itu karena kesibukan /rif ya harus meninggalkan lagi. Tapi memang dasarnya saya suka seni bela diri, film silat, film kungfu," jelas lelaki gondrong ini kepada IDN Times (16/3).

Tampaknya latar itulah yang membuat produser Sheila Timothy dan sutradara Angga Sasongko menghubungi Andy secara langsung untuk memintanya memerankan Dewa Tuak, tanpa proses audisi. Tawaran yang langsung diterima Andy secara antusias.

Padahal, si rocker ini belum punya banyak jam terbang di dunia akting. Dilansir dari FilmIndonesia.or.id, lulusan Institut Teknologi Nasional (Itenas) Bandung ini baru membintangi tiga film yaitu Gerbang 13 (2004), Seleb Kota Jogja (2010), dan Cahaya Kecil (2013).

"Tanpa pikir dua kali langsung saya terima. Tentu merasa senang banget terpilih untuk kolaborasi bareng banyak aktor kawakan. Ya sempat terlintas 'Bisa tidak ya? Bisa tidak ya?' Tapi ini kesempatan yang sungguh besar untuk saya di dunia akting," ujar Andy.

Dipilihnya Andy membuat kombinasi Dewa Tuak dengan muridnya, Anggini, menjadi unik. Pemeran Anggini, Sherina Munaf, juga berasal dari dunia musik. Kalau Andy pernah menggeluti silat, Sherina pernah belajar wushu, bela diri asal Tiongkok.

Lalu, seperti apa karakter Dewa Tuak ini?

Dewa Tuak bukan seorang dewa, melainkan kakek berusia 80-an tahun yang sudah termasuk dalam jajaran dedengkot persilatan. Dalam dunia pendekar, ia termasuk golongan putih alias baik.

Seperti nama belakangnya, pendekar sakti ini selalu membawa bumbung bambu berisi tuak murni yang tergantung di punggungnya. Tuak adalah minuman beralkohol yang dibuat secara tradisional, berbahan nira, beras, atau kandungan berfermentasi lainnya.

Dewa Tuak menamakan minuman favoritnya itu "Tuak Kahyangan".

Selain menampung tuak, bumbung bambu berfungsi sebagai senjata andalannya, ditambah benang sutra halus dan tali rotan. Benang sutra itu ia pakai untuk mengikat Wiro, ketika murid Sinto Gendeng itu menolak saat dijodohkan dengan Anggini.

Tuak pun dapat dijadikan senjata oleh Dewa Tuak. Dalam kemunculan perdananya, ia menyiramkan tuak kepada Wiro dari atas pohon, meski tidak ada tujuan jahat selain iseng belaka.

Film Wiro Sableng akan tayang pada September 2018.

BACA JUGA