Annabelle: Creation menurut para kritikus

Sebuah adegan dalam film Annabelle: Creation
Sebuah adegan dalam film Annabelle: Creation
© Warner Bros Pictures

Boneka terkutuk Annabelle kembali. Pertama kali muncul dalam The Conjuring (2013), karakter ini dianggap cukup berpotensi untuk dibuatkan film sempalan (spin out).

Setelah menyebar teror dalam Annabelle (2014), Lionsgate menerbitkan sekuelnya berjudul Annabelle: Creation yang tayang di Indonesia sejak Rabu (9/8/2017).

The Conjuring sukses secara komersial dan disukai kritikus, tapi film Annabelle pertama hanya sukses secara komersial--rating Tomatometer-nya hanya mencapai 29 persen. Bagaimana dengan Annabelle: Creation?

Sebelum melihat tanggapan kritikus soal Creation, mari membahas ide cerita yang disajikan oleh sutradara David F. Sandberg dan timnya.

Beberapa tahun setelah kematian tragis anak perempuan mereka, seorang pembuat boneka dan istrinya kedatangan tamu seorang biarawati dan beberapa anak perempuan dari panti asuhan yang telah ditutup. Mereka langsung menjadi target teror bagi Annabelle, boneka laknat yang dirasuki sesosok iblis.

Rupanya, kisah lanjutan ini dianggap lebih bagus daripada pendahulunya. Di Rotten Tomatoes, Creation mendapat angka Tomatometer 81 persen dengan nilai rata-rata 6,4 dari 10 poin. Dari 26 ulasan yang masuk, hanya lima yang melempar Creation dengan tomat busuk. Sisanya memberi ulasan positif.

Rotten menyimpulkan, "Annabelle: Creation adalah sebuah bagian yang punya kekuatan tersendiri dalam waralaba Conjuring. Film ini menawarkan bukti bahwa boneka menyeramkan tetap menakutkan."

Sementara dari situs Metacritic baru tujuh ulasan yang masuk. Lima memberi nilai positif, satu sedang, dan satu lagi negatif sehingga menghasilkan nilai rata-rata 65 dari 100 poin. Pertama, mari kita bahas dari sisi analis yang memberi nilai negatif pada Creation.

Roger Moore dari Movie Nation memberi nilai 38 dari 100 poin untuk Creation. Menurut Moore, film ini terasa sama saja dengan kisah semesta Conjuring lainnya.

Set lokasinya memang masih berkisar di rumah hantu. Moore juga menganggap Creation hanya mengulang berbagai klise dari film-film horor pada umumnya.

"Bayangan yang menyebar, jari yang keluar dari kegelapan, sumur yang tak boleh diintip, serta tempat persembunyian terlarang di bawah tangga, semuanya adalah klise dari film horor klasik, juga gagasan mengenai boneka setan.

"Jika Anda tak bisa memperoleh kengerian dari melempar enam anak yatim piatu ke rumah hantu, mungkin semesta ini tidak berkembang," tulis Moore.

Justin Lowe dari Hollywood Reporter tidak setuju pada pendapat Moore. "Film ini punya tone dan cara menakuti yang mirip dengan film The Conjuring pertama dibanding The Conjuring 2 atau Annabelle."

Penulis yang memberi nilai 80 dari 100 poin ini juga memuji gaya penyutradaraan Sandberg. "Ia mampu menuntun jajaran pemain menjadi sebuah ansambel yang mengagumkan, memberi tugas kunci kepada tiap karakter dalam usaha membasmi setan yang muncul."

Senada dengan Lowe, Anthony O'Connor dari Filmink juga merasa Creation sebagai sempalan yang paling pantas meneruskan warisan semesta Conjuring. Sandberg lagi-lagi mendapat pujian.

"Sutradara David F. Sandberg tahu cara membuat rentetan adegan yang menyeramkan. Contohnya adegan kunjungan tengah malam yang dilakukan Janice ke kamar Annabelle dieksekusi dengan baik," tulis O'Connor.

Sementara, James Mottram dari South China Morning Post memuji efek-efek yang ditampilkan untuk mendukung suasana horor.

"Meramu minimnya efek CGI (computer generated image/pencitraan komputer, red.) dengan visual yang dilakukan saat syuting, Creation adalah cerek kengerian yang membara pelan-pelan, sebelum mendidih secara dahsyat," tulis Mottram.

ANNABELLE: CREATION - Official Trailer 2
© Warner Bros. Pictures
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.