Antara Sissy Prescillia dan Milly di AADC 2

Sissy Priscillia punya satu kesamaan dengan tokoh Milly yang diperankannya dalam film AADC
Sissy Priscillia punya satu kesamaan dengan tokoh Milly yang diperankannya dalam film AADC | Bismo Agung/Beritagar.id

Sekuel film Ada Apa Dengan Cinta (AADC) produksi Miles Films akan tayang mulai 28 April 2016. Sebagian besar pemeran utama dalam bagian pertama yang tayang pada 2002 itu masih akan hadir. Salah satunya Sissy Prescillia, pemeran Milly. Seperti apa karakter Milly berselang 14 tahun?

"Milly tetap dengan ciri khasnya yang agak tulalit seperti di film pertama. Hanya saja setelah 14 tahun, dia tentu sudah lebih dewasa dan memahami situasi," ungkap Sissy (30) saat diwawancarai Beritagar.id di kantor Miles Films di Jalan RC Veteran Raya, Bintaro, Jakarta Selatan, Kamis (10/3/2016).

Milly adalah salah satu tokoh protagonis anggota geng Cinta (diperankan Dian Sastrowardoyo) selain Karmen (Adinia Wirasti), Maura (Titi Kamal), dan Alya (Ladya Cheryl). Tokoh yang terakhir disebut urung hadir dalam AADC 2 karena Ladya memilih berkonsentrasi melanjutkan pendidikan.

Tokoh Milly digambarkan kurang tanggap dalam mencerna informasi yang disampaikan teman-temannya. Sissy menyebutnya tulalit. Misal saat keempat kawannya telah seru membahas sosok Rangga (Nicholas Saputra) yang mereka cap sombong, Milly baru mengerti belakangan bahwa yang dibahas adalah Rangga.

Di balik sifatnya yang telat mikir alias telmi itu, tersimpan satu hal yang membuat sosok Milly selalu dirindukan. Ia bisa jadi penengah atau pemecah masalah yang mampu membuat suasana kembali asyik. Itu diakui Adinia Wirasti yang duduk tepat di samping Sissy.

Cara Sissy membawakan karakter Milly melekat dalam benak para penggemar AADC. Beberapa kemudian ada yang mendeklarasikan diri sebagai "Tim Milly" alias pengidola karakter Milly karena merasa memiliki keterikatan atau persamaan. Sama seperti "Tim Cinta" atau "Tim Alya". Masing-masing tokoh punya kelompok penggemarnya.

Karena dianggap sangat menyatu dengan karakternya, muncul pertanyaan apakah sifat telat mikir alias telmi atau tulalit yang dipunyai Milly adalah refleksi dari kepribadian Sissy sesungguhnya?

"Enggak lah. Milly adalah Milly dan Sissy adalah Sissy," sanggah istri pereli Rifat Sungkar itu. Pun demikian, peraih juara kedua dalam pemilihan Model Majalah Kawanku 1999 tidak memungkiri jika ada kesamaan antara dirinya dengan Milly.

"Hanya ada satu kesamaan antara saya dan Milly, yaitu tidak mau menganggap masalah kecil sebagai sesuatu yang besar," tegasnya.

Agar bisa kembali merasuk dalam tokoh Milly dengan segala perubahan karakternya setelah 14 tahun, Sissy mengaku lebih banyak melakukan kontemplasi agar menemukan formula yang pas untuk menghadirkan tokoh Milly.

"Saya mencoba merefleksikan kehidupan nyata yang saya jalani. Kemudian saya kombinasikan dengan cerita dalam skenario," pungkasnya. Riri Riza selaku sutradara dan Mira Lesmana yang menjabat produser memberinya kebebasan untuk melakukan hal tersebut.

Metode serupa pernah diungkapkan Meryl Streep (66), aktris kelahiran New Jersey, Amerika Serikat. Menurut peraih tiga trofi Oscar itu, akting adalah seni peran yang bukan sekadar menjadi orang lain, melainkan mencari persamaan karakter asli dan karakter tokoh yang diperankan lalu mencari perbedaannya.

Dari situ kemudian seorang aktor bisa mengembangkan karakter yang segar dan membuat penontonnya percaya dengan karakter yang diperankan. Dengan mampu mengaplikasikan hal tersebut, Sissy sekaligus membuktikan bahwa dirinya tidak tulalit laiknya Milly.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR