Apa saja yang akan ada dalam sekuel Danur?

Awi Suryadi (kiri) kembali dipercaya MD Pictures menyutradarai sekuel film Danur
Awi Suryadi (kiri) kembali dipercaya MD Pictures menyutradarai sekuel film Danur | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Menyusul kesuksesan Danur masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai film horor paling laris di Indonesia, MD Pictures siap memproduksi sekuel dari ekranisasi karya Risa Saraswati itu.

"Film Maddah: Danur 2 siap tayang 29 Maret 2018. Lengkap dengan Peter, William, Jansen, Hans, dan Hendrik," seru Manoj Punjabi, produser MD Pictures, dalam acara penyerahan rekor MURI di Ristorante Da Valentino, MD Place, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).

Dalam film Danur arahan Awi Suryadi, memang tidak semua hantu bocah yang jadi teman Risa (diperankan Prilly Latuconsina) bisa nimbrung. Hanya Peter (Gamaharitz), William (Wesley Andrew), dan Jansen (Kevin Bzezovski Taroreh) yang dimunculkan.

Risa, yang juga ikut menulis naskah bersama Lele Laila dan Ferry Lesmana, beralasan bahwa langkah tersebut agar penonton tidak bingung. "Kalau terlalu banyak tokoh akan berpengaruh pada penceritaan. Kurang efektif," sahut Manoj mengamini.

Jadi tidak ada niatan sengaja menyimpan karakter Hans dan Hendrik untuk dipersiapkan muncul dalam sekuel.

Setelah Danur mereguk sukses komersil, sejak tayang 30 Maret 2017 telah mengumpulkan lebih dari 1,3 juta penonton (hingga 6/4), ketiga hantu bocah tadi menurut kesaksian Risa jadi lebih sering mengolok-olok Hans dan Hendrik karena tidak muncul dalam film.

Oleh karena itu, agar mereka tidak semakin cemburu pada ketiga rekannya, Hans dan Hendrik bakal ditampilkan dalam film Maddah: Danur 2.

Buku "Maddah" aslinya merupakan kelanjutan dari "Danur" yang diterbitkan OMUPRESS pada 1 November 2012.

Awi Suryadi yang sukses menyuguhkan tontonan horor segar kepada penonton lewat Danur mendapat kepercayaan Manoj melanjutkan kinerjanya.

Saat diwawancarai Beritagar.id, Awi mengaku belum bisa cerita banyak hal tentang sekuel Danur.

"Soalnya saya masih harus meeting dengan Pak Manoj dan Risa untuk menentukan pendekatan seperti apa yang akan dilakukan," ujar Awi.

Awi jujur mengakui belum sempat membaca Maddar sehingga belum bisa memberikan bocoran spesifik.

Saat diserahi tugas menyutradarai Danur, pemilik nama asli Suryadi Musalim itu juga mengaku belum pernah membaca versi buku. Walaupun pada akhirnya tertarik, proses pengerjaannya, terutama sesi penggarapan naskah, berjalan tidak terlalu mulus.

"Buku Danur sebenarnya tidak siap untuk difilmkan karena ada begitu banyak perspektif penceritaan. Alhasil kami harus menyusunnya kembali untuk menentukan pengadeganan, karakterisasi, dan dramaturgi. Setelah berembuk kami memilih perspektif penceritaan dari sudut pandang Risa," lanjutnya.

Selain mengulik soal penceritaan, Awi juga akan bicara panjang lebar soal komposisi pemain. Pasalnya kendala paling besar menyertakan anak-anak sebagai pemain adalah pertumbuhan mereka yang sangat cepat.

"Dalam film memang ada yang namanya movie reality. Namun, tetap saja hal-hal seperti itu harus dipertimbangkan. Untungnya ada Hans dan Hendrik yang belum muncul. Mungkin saja kami akan fokus kepada mereka," sambung Awi yang menjalani debut penyutradaraan dalam Gue Kapok Jatuh Cinta (2006).

Kesukesesan Danur juga membawa berkah bagi Awi. MD Pictures menjanjikan skala produksi Maddar jadi lebih besar. Waktu syuting juga akan lebih lama dibandingkan bagian pertama yang menghabiskan 12 hari di Sentul dan Hambalang menggunakan dua kamera Sony Alpha a7S. Promosi juga bakal ditingkatkan.

"Dengan persiapan sekitar setahun. Saya rasa sih cukup aman. Semoga kami bisa tayang sesuai dengan jadwal yang sudah disampaikan Pak Manoj," pungkas Awi yang mengidolakan Stanley Kubrick.

BACA JUGA