Ave Maryam, ketika seorang suster pertama kali merasakan jatuh cinta

Salah satu adegan dalam Ave Maryam saat Maryam mengintip Romo Yosef yang tengah melatih musik.
Salah satu adegan dalam Ave Maryam saat Maryam mengintip Romo Yosef yang tengah melatih musik. | /Pratama Pradana Pictures

Terlahir sebagai makhluk sosial dan spiritual, tidak jarang kerap ada pertempuran yang terjadi dalam batin menyoal perkara 'yang benar' dan 'yang salah' menurut keduanya. Konflik inilah yang coba disajikan dalam film Ave Maryam.

Ada suasana sedikit berbeda saat gala premier film Ave Maryam pada awal April lalu. Tampak beberapa suster hadir sebagai undangan untuk menyaksikan film garapan Ertanto Robby Soediskam. Saat itu bukanlah kali pertama Ave Maryam ditayangkan. Film yang bercerita tentang kehidupan seorang suster Katholik ini telah ditayangkan di beberapa festival film, baik lokal maupun internasional, JAFF 2018 di Jogjakarta salah satunya.

Maudy Koesnaedi dan Chicco Jerikho didapuk sebagai pemain utama. Maudy memerankan seorang perempuan (Maryam) yang mengabdikan diri untuk menjadi seorang suster Katholik. Dalam kesehariannya, tidak ada yang istimewa dalam kehidupan Maryam sebagai seorang suster. Konflik baru terjadi ketika seorang romo muda, Chicco (Yosef) datang ke tempat Maryam untuk mengajar musik.

Yosef merupakan anak angkat suster senior yang diperankan oleh Tuty Kirana (Suster Monic) di tempat Maryam. Melalui film ini, Robby seolah ingin menunjukkan bahwa pada dasarnya setiap manusia punya celah, tak terkecuali seorang biarawati dan romo.

Sejak kali pertama bertemu, ada gejolak yang timbul berulang kali antara Yosef dan Maryam meski keduanya tampak sama-sama mengingkari. Namun, sebagai makhluk sosial yang memiliki perasaan, ketika Yosef dan Maryam mengingkari rasa yang tumbuh di antara mereka, pada saat yang sama pula muncul rasa penasaran untuk menyelami pribadi masing-masing.

Di sinilah, Robby menggambarkan perang batin Maryam sebagai makhluk spiritual dan juga dikodratkan sebagai makhluk sosial. Maryam berulang kali menolak tawaran sang pria untuk menghabiskan waktu berdua. Akan tetapi, Yosef tidak mudah patah arang hingga akhirnya terjadilah peristiwa yang menuai sesal dan kutuk di dalam diri mereka ketika keduanya merayakan ulang tahun Maryam di sebuah pantai tertutup.

Ada satu celetukan menampar dari Suster Monic ketika memeluk Maryam yang basah kuyup usai peristiwa itu, “Jika surga belum pasti untukku, buat apa aku mengurusi nerakamu.”

Dalam kesempatan gala premier tersebut, Olga Lidya yang berperan sebagai Suster Mila menegaskan bahwa dalam penggarapan film ini, pemain dan seluruh kru yang mendukung memiliki visi dan misi yang sama, yakni untuk kembali menjaga “Bahasa Cinta” yang belakang tampak seperti terkikis. Alhasil, Olga mengaku, tidak ada pemain yang dibayar dalam film ini.

Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan mitra media Ave Maryam
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR