Balinale 2016 bakal lebih meriah

Suasana menjelang pemutaran salah satu film yang lolos seleksi dalam acara Balinale 2015.
Suasana menjelang pemutaran salah satu film yang lolos seleksi dalam acara Balinale 2015. | Tangkapan layar akun YouTube @Balinale

Jika Yogyakarta punya Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF), atau Jakarta dengan Jakarta International Film Festival (JiFFest), Bali juga memiliki Bali International Film Festival (BIFF). Edisi ke-10 acara yang lebih akrab disebut Balinale itu akan berlangsung 24-30 September 2016 di Cinemaxx, Lippo Mall Kuta.

Dari segi jumlah partisipan, edisi satu dekade ini menghadirkan lebih banyak peserta. Tercatat 31 negara siap berpartisipasi memboyong 106 film untuk memeriahkan acara. Pada ajang yang sama setahun silam yang mengangkat tema "Face of Diversity", sebanyak 26 negara nimbrung dan menghasilkan 105 film untuk diputar.

"Sangat istimewa karena lebih banyak negara lain yang ikut. Lebih dari 100 film akan mewakili 31 negara dalam program festival tahun ini," terang Inneke Indriyani dilansir Kompas.com saat jumpa pers di Cinemaxx, fX Sudirman, Jakarta Selatan (6/9/2016).

Salah satu pendiri Yayasan Bali Taksu Indonesia yang menyelenggarakan Balinale itu menyebutkan, beberapa negara peserta selain Indonesia, antara lain Amerika Serikat, Australia, Brasil, Ekuador, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Jepang, Tiongkok, Israel, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kroasia, Kanada, Selandia Baru, dan beberapa negara di kawasan Afrika.

Indonesia sebagai tuan rumah diwakili lebih dari 20 film --baik panjang, pendek, dan dokumenter-- yang telah lolos seleksi. Beberapa film panjang karya sineas lokal yang akan ditayangkan secara penuh kepada pengunjung di antaranya adalah Copy of My Mind, My Stupid Boss, The Promise, dan Negeri Van Oranje.

Beberapa film lain seperti Firegate: Piramid Gunung Padang, The Perfect Dream, dan Trinity, The Nekad Traveler hanya akan ditayangkan cuplikannya.

Deretan film tersebut bergabung dengan beberapa sinema dari kawasan lain yang masuk dalam program "Asian Premiere", yaitu Early Winter (produksi Australia/Kanada), Rigoberta Menchu: Daughter of the Maya (Amerika Serikat), Mr. Gaga (Israel), Elle (Perancis), dan Hunt for the Wilderpeople (Selandia Baru).

Sebagai festival berkelas internasional yang berafiliasi dengan Motion Picture Association, Asia Pacific Screen Awards, ASEAN International Film Festival and Awards, Asian Film Commissions Network, American Film Showcase, dan Sundance Institute's Film Forward, Balinale merupakan wadah tempat bertemunya para pekerja film dari berbagai negara.

Hal tersebut diakui aktris Wulan Guritno, salah satu pemain The Perfect Dream. "Balinale juga bagus untuk sineas melakukan sosialisasi. Selain itu kita bisa bertukar pikiran dan menjalin koneksi juga," tutur aktris berusia 36 itu dilansir Warta Kota.

Bambang Drias, sutradara The Promise, mengaku bangga filmnya masuk seleksi Balinale. "Bukan cuma saya, tapi seluruh pihak yang terlibat di film ini juga bangga karena kami mendapat kesempatan emas untuk mempertunjukkan film ini ke masyarakat dunia," ujar pria yang sebelumnya menyutradarai film Romansa: Gending Cinta di Tanah Turki dan Erau Kota Raja dinukil dalam laman HOTdetik.

Sejak pertama kali digelar pada 2007, Balinale bertujuan mengundang sutradara dari luar negeri untuk memutar film mereka di Indonesia, sekaligus mengenalkan keindahan alam serta budaya Indonesia.

Balinale juga dimaksudkan sebagai wadah untuk mengembangkan pemahaman dan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi, hak asasi manusia dan hak kekayaan intelektual, serta mendorong rasa hormat lintas budaya dan toleransi melalui lokakarya, seminar, dan festival film.

Untuk penyelenggaraan tahun ini, tema yang diusung adalah "No Boundaries" atau "Tanpa Batas". Artinya tidak ada batasan dalam berkreativitas untuk berekspresi.

"Melalu Balinale, walaupun kecil skalanya, kita masih bisa memberikan sesuatu untuk industri perfilman tanah air. Karena selain akan lebih banyak memberikan lokakarya, kita juga bisa memperkenalkan film Indonesia pada sineas asing " pungkas Inneke Indriyani.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR