Banjir kolaborasi spesial di Java Jazz Festival 2017

Bassis Wojtek Pilichowski asal Polandia, salah satu musikus yang tampil di Java Jazz Festival 2017.
Bassis Wojtek Pilichowski asal Polandia, salah satu musikus yang tampil di Java Jazz Festival 2017. | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Hujan yang kerap mengguyur Jakarta belakangan ini seperti biasa mengakibatkan banjir di beberapa titik. Area Java Jazz Festival (JJF) edisi ke-13 juga dipastikan banjir. Bukan disebabkan hujan atau meluapnya air sungai, tapi oleh kolaborasi spesial para musikus di atas panggung.

Garansi tersebut dilontarkan Elfa Zulham, koordinator program yang bertugas menentukan dan menyusun deretan pengisi acara JJF selama tiga hari, 3-5 Maret 2017 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Sejumlah kolaborasi yang ada di JJF bukan ala kadarnya tapi sangat spesial dan eksklusif. Belum pernah sebelumnya terjadi di festival musik lain," tambah drummer Elfa Zulham Quartet itu dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (1/3/2017).

Contohnya kolaborasi dua folk pop Endah N Rhesa bersama DuaDrum yang berpersonel Yoiqball dan Yandi Andaputra.

Mereka dijadwalkan mengentak Java Jazz Stage, Minggu (5/3), mulai pukul 17.00 WIB. Dalam wawancara saat sesi konferensi pers JJF pertama di Gedung Kemang 89, Jakarta Selatan, medio Januari 2017, Endah bahkan menyatakan bahwa terbentuknya kolaborasi ini khusus untuk menghibur penonton salah satu ajang festival musik jazz terbesar di Asia itu.

"Ini bukan proyek jangka panjang. Jadi, setelah Java Jazz kami belum tahu kelanjutannya seperti apa," tegas Endah.

Tahun lalu, kelompok yang merupakan pasangan suami istri ini sempat pula membentuk band kolaborasi bersama Dialog Dini Hari bernama DDHEAR.

Proyek tersebut awet bertahan selama setahun dan menghasilkan sebuah mini album bertajuk Parahita.

Salah satu band pop rock dari kancah side stream yang sedang naik daun, Barasuara, juga akan saling berdialektika dengan Ron King Horn Section di atas panggung Hall A 1 pada Minggu (5/3).

Kelompok yang dimotori pentrompet Ron King itu sebelumnya pernah pula berkolaborasi dengan Sheila on 7 di panggung JJF 2015.

Aksi panggung bersama lainnya juga bakal dihadirkan Dira Sugandi dengan Jazz Orchestra of the Concertgebouw dari Belanda di Tebs Stage, Hall D1, Jumat (3/3). Pada hari yang sama ada juga Tribute to Whitney Houston yang menampilkan Dira, Lea Simanjuntak, Kamasean, dan Soundwave.

Solis Afgan diiringi Kirk Whalum akan naik panggung pada Sabtu (4/3), pun Fariz RM Trio with special appearance by Iwan Wiradz dan Eugen Bounty, serta Elfa's Singers bersama Paulinho Garcia dan Rega Dauna.

Pada Minggu (5/3) giliran keyboardis Dwiki Dharmawan dengan Kamal Musallam World Peace Trio, serta Ron King Big Band yang mengajak Krystyna Durys dan Nowela.

"Kolaborasi musisi lintas negara ini selain bisa menjadi tontonan menarik, kami harapkan juga semakin membuka mata musisi asing tentang betapa banyaknya musisi hebat Indonesia," timpal Peter F. Gontha pendiri Java Festival Production sekaligus penggagas JJF.

Manfaat lain dari JJF yang bisa dipetik oleh musisi tanah air, menurut Dwiki, bukan hanya sekadar ajang kolaborasi.

"Lebih dari itu, kita bisa memperluas jaringan dengan musisi luar setelah berkenalan dan bermain bersama di acara ini," kata personel Krakatau yang bakal manggung pada hari penutupan JJF membawakan lagu-lagu dari album solo terbarunya, Pasar Klewer (MoonJune Records - 2017).

Wujud kolaborasi lain yang cukup mengundang penasaran akan terjadi tatkala Iwan Fals dipadukan dengan pentrompet Maurice "Mobetta" Brown (36) dan saksofonis Kirk Whalum (58). Keduanya berasal dari Amerika Serikat.

Khusus untuk Iwan, penampilannya nanti merupakan yang pertama kali di ajang JJF sehingga menjadi salah satu yang patut dinantikan. "Ide mengkolaborasikan Bang Iwan dengan Maurice dan Kirk datang dari Pak Peter," ungkap Elfa.

"Walaupun tahun ini tanpa special show laiknya penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, kami tetap berkomitmen menghadirkan tontonan spesial di JJF. Dan untuk menyaksikan semua aksi tersebut, penonton tak perlu lagi mengeluarkan uang ekstra untuk menebus tiket special show," tambah Dewi Gontha, Presiden Direktur Java Festival Production.

Penonton yang penasaran mau menyaksikan sejumlah kolaborasi di atas, ditambah ratusan musikus lain yang mengisi total 14 panggung JJF selama tiga hari, tiket masuk tahun ini dibanderol Rp650 ribu (harian) dan Rp1,5 juta (terusan selama tiga hari).

JJF2017 TEASER /JavaJazzFest
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR