MUSIK MANCANEGARA

Bekraf siap kirim para penerus Rich Brian ke Los Angeles

Para penyanyi terpilih dari program Indonesia Creative Incorporated (ICINC). Dari kiri ke kanan, Arta, Cellosux, Nick Hardy, Steffani BPM, Moneva, dan Devinta.
Para penyanyi terpilih dari program Indonesia Creative Incorporated (ICINC). Dari kiri ke kanan, Arta, Cellosux, Nick Hardy, Steffani BPM, Moneva, dan Devinta. | Bekraf, 88rising

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) akan mengirim beberapa penyanyi bertalenta Indonesia ke Amerika Serikat lewat program Indonesia Creative Incorporated (ICINC).

Dari total peserta 536 orang yang mengirim video musiknya, ada beberapa orang yang terpilih. Mereka akan terbang ke Los Angeles untuk mengikuti tahap talent development dan akan tampil dalam Head in the Clouds Festival pada tanggal 17 Agustus 2019.

Para penyanyi muda tersebut adalah Amanta Arthadia “Arta” Siregar (asal Jakarta), Devinta Trista Agustina (Sidoarjo), Monica “Moneva” Eva Sancti (Banten), Nicholas “Nick” Hardy (Jakarta), dan Steffani Baretta P. Murni (Malang), serta seorang runner-up yaitu Marcello “Cellosux” Laksono (Jakarta).

Dalam program ini, Bekraf bekerja sama dengan 88rising, label rekaman asal Amerika Serikat yang telah berbagai mengorbitkan seniman Asia ke pasar global, di antaranya ada dua solis Indonesia yaitu Nicole “Niki” Zefanya dan Brian “Rich Brian” Immanuel, penyanyi rap fenomenal asal Jakarta Barat yang belum lama ini menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

“Selama tahap open call, kami terpukau dengan banyaknya solis berbakat Indonesia, yang membuat proses kurasi menjadi seru dan penuh dengan diskusi,” ungkap Oliver Zhang, Artist Manager 88rising.

Menurut Ricky Pesik, Wakil Kepala Bekraf, ICINC memang bertujuan untuk menemukan para penerus Rich Brian dan Niki, yang sudah berhasil menempatkan karya mereka di pasar global. Namun, Bekraf sekadar memberi fasilitas. Untuk urusan pemilihan dan pendidikan talenta diserahkan sepenuhnya pada 88rising.

“Kemampuan 88rising untuk membaca dan melakukan seleksi sudah mumpuni,” ujar Ricky dalam acara konferensi pers ICINC di restoran Baxter Smith, Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

“Kami bekerja sama dengan 88rising karena mereka sangat profesional dalam membina artis-artisnya. Bidang keahlian mereka di situ. Kalau Bekraf, 'kan lembaga pemerintah,” ujar Ricky sambil tertawa.

Tak hanya talenta saja yang dibutuhkan untuk melahirkan Rich Brian berikutnya. Dibutuhkan juga tekad kuat dan kerja keras untuk mengarungi industri musik global yang sangat keras.

Dari awal, para pemenang sudah diberitahu bahwa jika terpilih, mereka harus menanamkan tujuan hidup untuk tak hanya berkarier di Indonesia, tapi juga di luar negeri.

“Tak hanya kemampuan bernyanyi, tapi juga kemampuan mandiri dan kesiapan untuk tidak selalu berada di zona nyaman,” ujar Andi Sadha, Ketua Komite Indonesia Rising.

Dari segi teknik, Moneva dan kawan-kawan dibekali berbagai materi dan kegiatan seperti penulisan dan produksi lagu, pembuatan video klip musik, pelatihan media, bahasa Inggris, serta dance. “Semuanya akan dimentori oleh 88rising,” jelas Andi.

Andi melanjutkan, “Prosesnya cukup padat, tapi mereka melakukannya sepenuh hati. Penampilan mereka sekarang dan Agustus mendatang di Los Angeles mungkin akan berbeda 180 derajat.”

Ini demi performa maksimal saat mereka manggung di Head in the Clouds Festival. Pagelaran ini merupakan festival musik yang menampilkan berbagai musisi Asia ternama dari seluruh dunia. Di antaranya ada Rich Brian, Joji, Niki, Jackson Wang, iKON, DPR Live, dan Dumbfoundead.

Beritagar.id merupakan mitra media untuk ICINC
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR