FILM INDONESIA

Benyamin Biang Kerok kena tegur komunitas Betawi

Penampilan Reza Rahadian (kanan) sebagai Pengki dalam film Benyamin Biang Kerok.
Penampilan Reza Rahadian (kanan) sebagai Pengki dalam film Benyamin Biang Kerok. | Falcon Pictures

Benyamin Biang Kerok kena masalah. Dilansir dari Tempo.co, film yang dibintangi Reza Rahadian itu mendapat teguran keras dari Perkumpulan Betawi Kita karena dianggap hanya menumpang nama besar almarhum seniman Benyamin Sueb.

"Menurut saya dia ini (Benyamin Biang Kerok) hanya mendompleng nama Benyamin Sueb sebagai tokoh Betawi untuk komersialisasi film, padahal tidak ada sangkut pautnya sama sekali dengan Betawi, jadi ini merupakan penipuan," jelas Roni Adi, ketua Perkumpulan Betawi Kita (PBK) dalam sebuah diskusi bertajuk Film dan Stigmatisasi Orang Betawi yang berlangsung di Jakarta, Minggu (11/3/2018).

Penggambaran terhadap Benyamin Sueb yang dilakukan rumah produksi Falcon Pictures dipermasalahkan oleh PBK. Menurut Roni, dalam film besutan sutradara Hanung Bramantyo itu Benyamin digambarkan sebagai orang bodoh. Padahal Roni menganggap Benyamin tidak demikian.

"Sudah saatnya para produser menghentikan film-film yang hanya mempertebal stigma negatif tentang orang Betawi," ujar Roni seraya mengajak masyarakat, terutama warga Betawi untuk tidak menonton Benyamin Biang Kerok.

Lebih lanjut, PBK ingin keluarga Benyamin Sueb membatalkan hak Falcon Pictures untuk penggunaan nama Benyamin dalam film kedua yang akan tayang pada Desember 2018.

Mengenai permasalahan ini, Hanung menganggap ketidakpuasan pihak tertentu merupakan hal yang wajar .Ia juga menyatakan bahwa tak adil menilai Benyamin Biang Kerok dari satu film saja karena yang sedang tayang di bioskop adalah bagian terawal dari sebuah trilogi.

Selain itu, sineas berusia 42 ini menyatakan sudah mendapat izin dari pihak keluarga almarhum. Mereka tidak mempermasalahkan film ini, bahkan memberi apresiasi. "Pada saat usai gala premier, Bang Beni (Pandawa, anak Benyamin Sueb) mengucapkan terima kasih kepada saya," ujar sutradara Kartini (2017) itu kepada Tempo.co.

Biem Triani Benyamin, putra ketiga Benyamin Sueb, juga menyatakan apresiasinya terhadap film ini meskipun mengakui masih banyak kekurangannya baik dari segi cerita maupun pemain.

Hampir sama dengan PBK, anggota DPR dari Fraksi Gerindra ini menyatakan unsur budaya Betawi dalam Benyamin Biang Kerok masih kurang terasa.

"Banyak masukan dari saya, dari keluarga atau dari masyarakat Betawi, dari lembaga kebudayaan Betawi yang pas seperti apa untuk karakter almarhum. Tapi secara keseluruhan ya kita apresiasi saja karyanya ini," ujar Biem kepada Kabar3.com usai menggelar acara nonton bareng film ini di Pejaten Village, Jakarta Selatan (8/3/2018).

Film yang agak unik

Melihat judulnya, film ini seolah produksi ulang Benyamin Biang Kerok yang dirilis pada 1972. Ketika itu Benyamin S memerankan karakter bernama Pengki. Secara mendasar karakter dalam film memang hampir sama.

Namun yang jelas, Benyamin Biang Kerok bukan remake versi 1972, juga bukan biografi drama (biopic) sang tokoh seniman Betawi. Ceritanya berbeda jauh. Jika dulu Pengki adalah seorang sopir, kini ia adalah anak orang penting di Indonesia.

"Biarkan film yang lama menjadi legenda tersendiri. Kami bikin versi baru yang sangat berbeda," ujar Hanung dalam jumpa pers di studio Karnos Film, Cibubur, Jawa Barat (24/1). Intinya, dalam film ini Reza menjadi dua karakter; Pengki dan Benyamin.

"Pemeran film ini harus menjadi Benyamin terlebih dahulu. Setelah itu menghidupkan karakter Pengki yang diperankan Bang Ben. Jadi penggalian karakternya berlangsung dua kali," jelas Hanung. Ini dianggap relatif sulit oleh karena itu yang terpilih memerankan Pengki/Benyamin adalah seorang aktor serba bisa seperti Reza.

Karakter Pengki/Benyamin dalam Benyamin Biang Kerok juga coba ditampilkan sesuai konteks zaman sekarang. Ia melek teknologi --ibunya bos perusahaan teknologi informasi--dan paham bermain gawai.

Menurut data FilmIndonesia.or.id, Benyamin Biang Kerok yang tayang di bioskop sejak 1 Maret 2018 sudah mengundang 657 ribu orang ke bioskop sampai artikel ini ditulis.

BACA JUGA