Beratnya perjuangan masuk timnas U19

Dari kampung seperti di foto inilah para pemain U19 Indonesia berasal
Dari kampung seperti di foto inilah para pemain U19 Indonesia berasal | Swastika Nohara

Hampir seluruh pemain timnas Indonesia U19 direkrut dengan cara blusukan pelatih Indra Sjafri ke seluruh kawasan Indonesia. Indra terpaksa menempuh cara itu akibat ketiadaan kompetisi reguler usia muda. Bagi pemain, upaya mereka untuk terpilih dan masuk ke dalam tim pun tak mudah. Mereka harus mengatasi rintangan alam dan persaingan antar-pemain.

Sebagian besar pemain berasal dari kampung pelosok. Antara lain Yabes Roni Malaifani, Yahzid Randaula, dan Sahrul Kurniawan yang perjuangannya masuk ke tim dituangkan dalam film Garuda 19 besutan sutradara Andibachtiar Yusuf. Film ini bakal tayang pada 9 Oktober mendatang.

Yabes, yang berasal dari Kalabahi, Alor, NTT, harus menggunakan pesawat dengan uang tiket pinjaman menuju Kupang untuk menjalani seleksi. Sementara Yazid berasal dari kampung nelayan Lorong Bajo, Konawe Selatan, Sultra. Sebagai anak suku Bajo, Kehidupannya sejak kecil hanya seputar mengayuh sampan, berenang di laut, dan bermain sepak bola.

Seperti halnya Yabes, Yazid harus menempuh lautan dan berjalan kaki melewati savana ke Andoolo -- ibukota Konawe Selatan berjarak ±90 km dari ibukota Sultra, Kendari -- untuk mengikuti seleksi U19.

Sementara Sahrul ditemukan Indra ketika sedang bermain dalam pertandingan antar kampung (tarkam) di Ngawi, Jatim. Bila libur main sepak bola, Sahrul membantu ayahnya mencari akar pohon jati di hutan. Filosofi pohon jati nan tak mudah lapuk meski diterpa hujan dan panas pun menjadi modal Sahrul dalam persaingan masuk tim.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR