FILM INDONESIA

Bernapas dalam Kubur adalah kisah baru Suzanna

Aktris Luna Maya (tengah) memerankan Suzanna dalam film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur
Aktris Luna Maya (tengah) memerankan Suzanna dalam film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur | Soraya Intercine Films

Suzanna Martha Frederika van Osch telah lahir kembali. Aktris horor legendaris yang meninggal pada 2008 itu "muncul" dalam cuplikan film Suzzanna: Bernapas dalam Kubur keluaran Soraya Intercine Films pada Senin (24/9/2018) dan bakal tayang di bioskop pada 15 November 2018.

Dalam cuplikan berdurasi 1 menit 11 detik, ada adegan legendaris Suzanna yang kini diperankan oleh Luna Maya (35). Adegan itu adalah memakan sate 200 tusuk dari film Sundel Bolong (1981).

Meski begitu, Bernapas dalam Kubur bukan produksi ulang film Sundel Bolong.

Judul Bernapas dalam Kubur juga seolah perpaduan dua film Suzanna, Beranak dalam Kubur (1970) dan Bernafas dalam Lumpur (1971). Namun, menurut produser Sunil Soraya, kisah Bernapas dalam Kubur benar-benar baru.

"Jangan sampai ini menjadi sekuel atau cerita lama yang kami buat lagi," ujar Sunil dalam peluncuran cuplikan Bernapas dalam Kubur di kantor Soraya Intercine Films di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (24/9).

"Saya ingin bikin cerita baru, bukan hanya untuk orang yang sudah tahu Suzanna, tapi juga yang belum tahu beliau."

Meski baru, nafas film-film horor khas Suzanna akan tetap dihadirkan. Latar Bernapas dalam Kubur adalah tahun 1980-an ketika si ratu horor itu sedang berada dalam puncak ketenaran. Ada pula adegan khas Suzanna lainnya seperti makan bunga melati.

"Ada beberapa (adegan klasik) yang tetap ada dalam film ini. Selain itu saya enggak bisa cerita," ujar Sunil. "Film yang begini panjang, adegan dari film lama paling hanya beberapa menit."

Menurut produser Eiffel, I’m in Love (2003) ini, proyek Bernapas dalam Kubur sejatinya dimulai sejak lima tahun lalu. Pihaknya mengaku kesulitan mencari aktris yang pas untuk menghidupkan kembali Suzanna.

Ia sampai menggunakan jasa tim tata rias dari Rusia. Suatu ketika, Luna Maya terpilih. "Tulang pipinya (Luna) mirip sekali (dengan Suzanna). Kalau strukturnya beda, pakai prostetik juga enggak akan bisa," jelas Sunil.

Selanjutnya masalah akting. Luna harus tampil semirip mungkin dengan Suzanna dari segi gerak-gerik dan kebiasaan. Persoalannya, ia tak pernah bertemu langsung dengan Suzanna. Untungnya, Soraya Intercine Films adalah produsen 17 film horor yang dibintangi Suzanna sehingga mereka punya banyak stok film lama mendiang.

"Kebetulan galerinya cukup banyak, jadi pegangannya lumayan," ungkap Luna. "Cara beliau berbicara ada khasnya juga. Kalau berbicara kadang-kadang ada goyangan kepalanya. Tiap hari di handphone saya lihat cara dia ngomong, jalan, desahannya. Saya selalu berpikir bahwa saya menjadi beliau dalam film-film sebelumnya."

Tantangan lain muncul ketika sutradara berganti dari Anggy Umbara menjadi Rocky Soraya. Sunil menyatakan ini bukan karena ada prahara. "Perbedaan visi, simple-nya begitu," jelas Sunil.

Pergantian itu menyebabkan Soraya Intercine Films harus mengadakan syuting ulang. Secara total, syuting mencapai 52 hari. Cut pertama Bernapas dalam Kubur mencapai 4,5 jam; 70 persen di antaranya dari hasil reshoot.

"Hambatannya itu bagaimana men-translate skenario ke script. Juga ada problem di set yang menurut saya kurang bagus. Ada scene yang sejujurnya saya ada kesalahan di script jadi saya rewrite lagi," jelas Sunil.

Tantangan-tantangan itu membuat ongkos produksi membesar. Sunil tidak mau menyebut angka, tapi menurutnya tidak beda jauh dengan Tenggelamnya Kapal Van der Wijk, film epik yang punya set mewah dan jadi film termahal sepanjang sejarah Soraya Intercine Films.

Sementara yang bikin biaya produksi Bernapas dalam Kubur membengkak bukan hanya dari set mewah. "Syuting, set-nya, 80-an, perbaikan, reshoot, dan tim yang begitu besar, itu memakan biaya," ungkap Sunil.

Bernapas dalam Kubur mengisahkan Suzzanna (Luna Maya) dan Satria (Herjunot Ali) yang sudah menikah selama tujuh tahun tapi belum punya anak. Suatu ketika Suzzanna hamil, tapi sayangnya Satria harus dinas keluar negeri.

Kepergian Satria dimanfaatkan oleh empat karyawannya; Jonal (Verdi Solaiman), Umar (Teuku Rifnu Wikana), Dudun (Alex Abbad), dan Gino (Kiki Narendra). Mereka dendam kepada Satria dan berniat merampok rumahnya ketika si tuan rumah tak ada. Rencana perampokan itu berujung kematian Suzzanna.

Kawanan perampok panik dan mengubur jenazah istri majikannya di belakang rumah. Anehnya, besok hari Suzzanna beraktivitas seperti biasa, seperti tak terjadi apa-apa.

Official Trailer SUZZANNA (2018) - Luna Maya, Herjunot Ali /Soraya Intercine Films
Catatan redaksi: penulisan nama Suzanna (dengan satu huruf z) dalam artikel ini merujuk pada artis Suzanna Martha Frederika van Osch (alm), sementara Suzzanna (dengan dua huruf z) merujuk kepada tokoh yang diperankan Luna Maya.
BACA JUGA