Bibit pohon dan makna angka 212 dalam Wiro Sableng

Marsha Timothy, salah seorang pemain film Wiro Sableng, turut menanam pohon di kawasan wisata alam Kawah Putih Perhutani, Kawasan Hutan Lindung Patuha, Jawa Barat (13/10/2017)
Marsha Timothy, salah seorang pemain film Wiro Sableng, turut menanam pohon di kawasan wisata alam Kawah Putih Perhutani, Kawasan Hutan Lindung Patuha, Jawa Barat (13/10/2017) | LifeLike Pictures

Belakangan angka 212 identik dengan demo besar-besaran di Jakarta, seperti pada 21 Februari 2017. Namun bagi penikmat cerita silat, angka itu kental dengan karakter Wiro Sableng --yang sedang difilmkan untuk tayang tahun depan.

Kamis (13/10/2017), Lifelike Pictures selaku rumah produksi film Wiro Sableng bekerja sama dengan Perhutani melakukan penanaman 212 (dua ratus dua belas) bibit pohon di kawasan wisata alam Kawah Putih Perhutani, bagian dari Kawasan Hutan Lindung Patuha, Kawah Putih, Jawa Barat.

Sheila Timothy selaku produser menyatakan bahwa penanaman 212 bibit pohon ini merupakan cara kru dan pemain untuk "membalas budi" pada hutan Patuha. Kebetulan Wiro Sableng syuting di sana.

"Selama shooting, kami dapat merasakan langsung berada di alam khususnya di kawasan hutan lindung ini. Setelah kami mendapat manfaat dari alam selama shooting, Ini saat yang tepat bagi kami untuk mengembalikan manfaat alam dengan cara menanam 212 bibit pohon di Kawah Putih," ujar Sheila dalam rilis pers yang diterima Beritagar.id pada Selasa (17/10/2017).

Angka 212 memiliki arti tersendiri bagi karakter Wiro Sableng yang diangkat dari serial novel karya Bastian Tito. Wiro adalah seorang pendekar dengan dua ciri khas: senjata Kapak Maut Naga Geni 212 dan rajah "212" di dadanya.

Lebih dari itu, angka 212 juga punya makna yang penuh nilai-nilai kehidupan, seperti ditulis oleh Pikiran Rakyat (10/2). Hal ini terungkap dari lirik lagu tema serial TV Wiro Sableng yang sempat mengudara pada akhir 1990-an.

"Angka 212 memiliki makna di dalam kehidupan. Dalam diri manusia terdapat dua unsur ingat duniawi dan Tuhan. Segala yang ada di dalam dunia ini terdiri atas dua bagian. Yang berlainan namun merupakan pasangan, semuanya tak dapat terpisahkan!" demikian isi lirik lagu yang dinyanyikan Harry O. G. dan Erik Mcwax itu.

Dua unsur yang bertentangan, duniawi dan ingat pada Tuhan/religius, saling berkaitan sehingga angka "2" ada dua buah. Angka "1" yang mengapit kedua angka "2" itu merupakan perwujudan dari Yang Maha Esa sebagai pencipta alam semesta.

Angka 212 juga identik dengan jumlah yang tampak pada anggota tubuh. Angka "2" merujuk pada mata, lubang hidung, telinga, tangan, kaki dan lainnya yang berjumlah dua buah. Sedangkan angka "1" menunjukkan pada mulut, hidung dan lainnya.

Dalam sinetron yang dibintangi Ken-Ken serta ilustrasi novel Bastian Tito, angka 212 ditulis secara normal. Sementara dalam filmnya nanti, desain dibikin lebih lancip, tidak menyerupai huruf dan lebih mirip logo, dengan angka "2" pertama dibuat terbalik, sehingga saling berhadapan dengan angka "2" kedua yang mengapit angka "1".

"Alasannya karena secara logika, selain di dada, simbol itu kan ada di telapak tangan kanannya Wiro. Jadi biar setiap dia menghantam penjahat dengan tangannya itu, bekas tanda 212 tidak kelihatan terbalik," kata Sheila menjelaskan kepada Beritagar.id.

Film Wiro Sableng disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko dengan pemain antara lain Vino G. Bastian, Marsha Timothy, Sherina Munaf, Marcella Zalianty, dan Ruth Marini. Kegiatan pengambilan gambar masih berlangsung sejak Agustus dan ditargetkan selesai pada November. Film ini direncanakan rilis tahun depan.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR