Calvin Jeremy tur 10 kota mempromosikan lagu baru

Calvin Jeremy dalam konferensi pers peluncuran videoklip musik lagu "Kita" (31/10/2016).
Calvin Jeremy dalam konferensi pers peluncuran videoklip musik lagu "Kita" (31/10/2016). | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Senyum lebar tak lepas dari wajah Calvin Jeremy. Siang itu di Loop Station, Mahakam, Jakarta Selatan (31/10/2016), selain menayangkan videoklip musik untuk lagu tunggal terbarunya, "Kita", diumumkannya pula rencana promosi mengunjungi 10 kota di Indonesia.

Untuk memuluskan langkah menggelar promo tur lagu tunggal jagoan tersebut, C & J Management yang menaungi Calvin bergandengan dengan Pegipegi, biro agen perjalanan berbasis dalam jaringan (online).

Menurut Ryan Kartawidjaja, Deputy CEO Pegipegi, alasan mau bekerja sama dengan C & J Management karena Calvin mewakili sosok anak muda yang multitalenta dan punya citra positif.

Mereka menggelar "Promo Tur Kita". Dua kota yang sudah dikunjungi adalah Medan (25-26/10) dan Bandung (27-28/10). Turut dalam perjalanan ini adalah Daiyan Trisha (23), solis asal Malaysia yang menjadi rekan duet dalam lagu "Kita".

Delapan kota lain adalah Yogyakarta (1-2/11), Semarang (3-4/11), Bali (6-8/11),Surabaya, Pasuruan, dan Malang (27-29/11), Banjarmasin (30/11-2/12), dan terakhir di Makassar (2-4/12).

Aktivitas utama dari tur tersebut adalah menggelar wawancara dengan beberapa stasiun radio lokal dan mengunjungi sejumlah kampus dan sekolah.

Selama perjalanannya melakukan promosi, Daiyan mengaku senang dengan reaksi masyarakat Indonesia.

"Penerimaan mereka terhadap lagu ini sangat menggembirakan saya. Padatnya jadwal promo yang bikin saya capai akhirnya jadi terlupakan," tutur mahasiswi di Universiti Infrastruktur Kuala Lumpur (IUKL) dengan logat Melayu kental.

Daiyan yang baru pertama kali berkolaborasi dengan penyanyi Indonesia memang sempat mengalami culture shock. Terutama dengan pola kerja.

Telah dua tahun ia berkarier sebagai penyanyi di negerinya, namun baru di Indonesia pengalaman melakukan wawancara dengan lima stasiun radio dan melakukan dua pertunjukan dalam satu hari dirasakannya. Itu terjadi saat berada di Bandung.

"Gila. Only in Bandung," tulisnya dalam akun Twitter @daiyantrisha (27/10). Sebelumnya, ia melakoni wawancara dengan enam stasiun radio berbeda selama dua hari berada di Medan.

Sungguhpun merasakan jadwal kerja yang ketat nan melelahkan, Daiyan mengaku senang menjalani pengalaman tersebut. "Soalnya saya dikelilingi orang-orang yang tiada lelah bekerja keras dengan penuh integritas," tambahnya.

Pengagum Bunga Citra Lestari itu dengan sangat terpaksa harus alpa mengarungi jadwal tur tersisa. Dia harus kembali ke Malaysia untuk merampungkan kuliah dan memenuhi beberapa kontrak lain yang telah disepakatinya.

Pembuatan lagu "Kita"

Daiyan Trisha takjub dengan antusiasme masyarakat Indonesia.
Daiyan Trisha takjub dengan antusiasme masyarakat Indonesia. | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Lagu "Kita" yang diciptakan Calvin Jeremy dengan susah payah merupakan single kedua setelah "Tak Berdua" dari album ketiga bertajuk Nostalgia yang direncanakan rilis awal 2017. Di hadapan para awak media, Calvin mengaku sampai mengurung diri dalam kamar selama tiga hari untuk merampungkan lagu tersebut.

Pengalaman pribadi menjadi inspirasi terciptanya lagu tersebut. Dalam videoklip yang penggarapannya dilakukan di Malaysia, Calvin diceritakan berlatih membawakan lagu "Kita" dalam toko yang menjual alat-alat musik ditemani seorang perempuan untuk mengikuti audisi.

Di tengah jalan mereka bertengkar. Hingga saat Calvin naik panggung, rekan duetnya itu tak kunjung datang. Beruntung Daiyan muncul sebagai penyelamat dengan menjadi rekan duet dadakan. Selama menjadi pegawai toko alat musik yang jadi tempat Calvin berlatih, Daiyan ternyata menyimak dengan saksama sehingga hapal lirik lagu tersebut.

Menyanyikan lagu "Kita" dengan lirik berbahasa Indonesia tak terlampau menyulitkan Daiyan. Terlebih ia menyenangi pola aransemen lagu itu yang disebutnya berbeda dengan sebagian besar lagu pop yang beredar sekarang.

Sebagai musikus yang ingin selalu berkembang, terobosan tentu menjadi perhatian. Itu pula yang dilakukan Calvin. Dalam album terbarunya nanti yang terdiri dari sembilan lagu, pop tetap jadi benang merah.

Pun demikian, alih-alih mengikuti formula serupa seperti yang dilakukannya dalam dua album terdahulu, penyanyi dan gitaris yang sempat dijuluki "John Mayer of Asia" oleh stasiun televisi Channel V Asia itu lebih memajukan nuansa pop Indonesia era 80-an yang dibalut dengan sound kekinian. Perpaduan tersebut ada dalam "Kita".

Tambahan lainnya, seperti dibocorkan produser Irwan Simanjuntak, album Nostalgia juga memuat lagu "Hip Hip Hura" yang pernah dipopulerkan mendiang Chrisye pada medio 80-an. "Nuansanya tetap 80-an, tetapi aransemennya gue ubah sedikit biar lebih segar di telinga remaja sekarang," tambah Irwan yang akrab disapa Opung kepada Beritagar.id.

Keputusan Calvin meramu musiknya sedemikan rupa, ternyata membuat terpincut Kenny Ong, Managing Director of Universal Music Malaysia & Singapore.

"Album Nostalgia akan kami pasarkan di Malaysia dan Singapura. Menyusul beberapa kawasan Asia Tenggara lainnya. Kemungkinan untuk menggelar tur di negara-negara tersebut juga terbuka lebar," tegas Kenny.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR