Cara pengarang The Walking Dead jaga rahasia cerita

Seorang penggemar The Walking Dead bermain peran (cosplay) sebagai zombie dalam acara E3 di Los Angeles, Amerika Serikat (16/6/2015).
Seorang penggemar The Walking Dead bermain peran (cosplay) sebagai zombie dalam acara E3 di Los Angeles, Amerika Serikat (16/6/2015). | Michael Nelson /EPA

Apa kesamaan serial Game of Thrones dan The Walking Dead? Jawabannya adalah kecepatan alur cerita. Saking cepatnya kisah dua serial itu membuat sumber asli masing-masing sudah dilewati.

Game of Thrones (produksi AMC) diangkat dari novel yang hingga kini belum diselesaikan pengarangnya, George R.R. Martin. Begitu juga The Walking Dead (HBO) yang didasari serial komik karangan Robert Kirkman.

Namun tetap ada perbedaan.

Jika R. R. Martin mengizinkan HBO membocorkan cerita novel untuk menjadi dasar kisah serial televisinya, Kirkman justru sebaliknya. Dia menjaga baik-baik lanjutan kisah komik The Walking Dead (TWD) untuk dirinya.

Kepada Entertainment Weekly (8/11/2016), Kirkman menekankan tak pernah sekalipun membicarakan masa depan komiknya pada Scott Gimple--produser TWD.

Alasan itu datang dari Gimple karena tak suka bocoran (spoiler). "Scott Gimple adalah penggila komik dan lebih senang menjadi pembaca. Begitu terbit, ia segera mendapatkan buku TWD, namun ia tak membaca naskah.

"Ia marah jika saya memberikan indikasi apapun mengenai kisah selanjutnya," jelas penulis berusia 37 ini.

Kirkman juga menyebut tidak berkomunikasi sama sekali dengan AMC. "Mereka tak punya wewenang sama sekali terhadap apa yang akan terjadi di komik. Jadi, mereka betul-betul 100 persen tidak tahu ceritanya."

Bagi penulis yang pernah bekerja untuk Marvel ini, kewenangan yang dimilikinya dalam menjaga kisah TWD merupakan bukti bahwa AMC benar-benar mempercayainya.

"Dalam suatu titik, komik TWD adalah semacam lokakarya untuk masa depan serial TWD. Sangat menyenangkan, sebenarnya bisa saja saya menghancurkan kisah ini jika saya mau."

Ia pun menghargai kebebasan itu. Apalagi Kirkman tak pernah sekalipun berpikir bahwa komik yang ia tulis pada 2003 itu akan menjadi fenomena global.

Yang pasti, akhir kisah serial dan komik TWD akan berbeda. Jika akhir serial TWD berakhir sebelum komiknya selesai, Kirkman mengatakan bakal menciptakan akhir kisah yang berbeda untuk serial televisi TWD.

Dengan demikian, ia tak perlu mengganti akhir kisah komik TWD yang sudah lama direncanakan.

Lalu bagaimana Kirkman menentukan karakter berikut yang akan tewas?

Kejutan dan kisah yang menggantung memang senjata andalan serial maupun komik TWD. Siapa yang mati berikutnya adalah salah satu faktor menarik dalam serial ini.

Namun Kirkman, penulis kelahiran Kentucky, membuka alasannya. Ia akan mematikan karakter favoritnya.

"Jika saya menyadari punya ketergantungan pada karakter tertentu, saya cenderung membunuhnya. Jika saya menulis karakter tersebut terlalu banyak dan memusatkan alur cerita pada karakter itu, penonton juga bakal mengalami ketergantungan yang sama.

"Itu sebabnya ingin membunuh sang karakter," pungkasnya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR