FILM INDONESIA

Cara Reza Rahadian menjelma jadi Benyamin Sueb

Official Teaser Benyamin: Biang Kerok | 1 Maret 2018 di Bioskop /Falcon

"Nyok, kita nonton ondel-ondel, nyok."

Penggalan lirik lagu "Ondel-Ondel" dari almarhum Benyamin Sueb itu dinyanyikan aktor Reza Rahadian. Reza (30) tampil dengan gestur yang berbeda dari biasanya sebab ia menjelma menjadi Benyamin dalam teaser trailer film Benyamin: Biang Kerok yang dirilis Falcon Pictures pada Selasa (23/1/2018).

Memerankan seorang legenda sekelas Benyamin menjadi kebanggaan tersendiri. Aktor bernama asli Reza Rahadian Matulessy ini menyadari bahwa menjadi Benyamin berarti ada sebuah pelajaran besar menantinya.

"Saya bersyukur bisa memerankan tokoh yang menuntut banyak kreativitas saya sebagai seorang pemain," ungkap Reza dalam konferensi pers Benyamin Biang Kerok di studio Karnos Film, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (24/1).

Sebagai tokoh kesenian yang menjadi ikon Betawi; gestur, mimik wajah, dan vokal Benyamin sangat membekas dalam kepala para penonton film di Indonesia. Untuk urusan ini, Reza mengaku mendapat pekerjaan rumah dari sutradara Hanung Bramantyo.

"Mencari ketawa paling khas dan melihat beberapa film almarhum untuk mencari detail-detail itu yang jadi pekerjaan rumah tersendiri. Ekspresif, smiley face dari Benyamin coba (saya) tampilkan," ujar pemeran presiden ketiga RI BJ Habibie dalam Habibie & Ainun (2012) itu.

Satu hal wajar, Reza harus mengubah karakter vokalnya sepanjang film barunya ini. Meski begitu Reza tetap ingin tokoh Pengki yang ia perankan adalah manusia yang punya ciri khas tersendiri. Lagipula Benyamin :Biang Kerok bukan film biopic Benyamin S.

Reza juga tidak pernah bertemu langsung dengan Benyamin yang meninggal pada 1995, ketika usianya baru delapan tahun. Tak pelak Reza berusaha mengulik sendiri seperti apa sosok Benyamin dari beberapa filmnya.

Untungnya Hanung sepaham dengan Reza. Selama proses reading skenario yang berlangsung selama satu bulan, Hanung memberi ruang imajinasi pada Reza agar sang aktor bisa melakukan yang terbaik saat syuting.

"Kalau boleh jujur, dalam proses syuting, saya punya ruang gerak ekspresi yang bebas dan Mas Hanung memberikan ruang dan kepercayaan. Spirit, semangatnya ada di situ dan itu sebuah harga yang saya kira susah buat diutarakan," ungkap Reza.

Selanjutnya urusan menyanyi. Benyamin: Biang Kerok bukan kali pertama aktor yang lahir di Bogor itu mengisi lagu untuk film yang dibintanginya. Reza pernah menyumbang suara untuk soundtrack film Broken Heart (2012), Strawberry Surprise (2014), dan Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015).

Namun Benyamin: Biang Kerok yang bakal tayang pada 1 Maret ini berbeda. "Ini pertama kali saya nyanyi lagu sesuai karakter yang saya perankan. Dari suara karakter yang dipakai, itu sudah susah banget. Mencari karakter yang tepat dan diterima orang untuk karakter Benyamin itu tidak mudah," ungkap Reza.

Mengapa Reza?

Reza lagi, Reza lagi. Hanung dan Reza adalah dua nama yang kerap muncul berbarengan dalam daftar karya mereka.

Dari Kartini (2017), Rudy Habibie (2016), Surga yang tak Dirindukan (2015), Habibie & Ainun (2012), Perahu Kertas (2012), Tanda Tanya (2011), hingga kerjasama film panjang pertama mereka dalam Perempuan Berkalung Sorban (2009).

Dalam konferensi pers , Hanung menjelaskan bahwa kerjasama mereka bahkan dimulai sejak 2008 ketika sang sutradara menggarap video musik Opick berjudul "Cahaya Hati". Reza jadi salah satu bintang utama dalam video berdurasi empat menit enam detik itu.

Hanung menjelaskan, alasan seringnya bekerjasama itu bukan karena Reza aktor hebat. "Saya butuh aktor yang senyawa dengan saya. Saya tak butuh aktor hebat. Buat saya itu tidak ada persoalan karena saya butuh yang senyawa," ujar Hanung.

Karena keakraban Hanung dan Reza, sang sutradara sering menelepon aktornya pada jam tiga pagi hanya untuk berdiskusi.

"Karena saya dan Reza itu sudah (saling) tahu, semua bau-baunya itu sudah tahu. Karena saya dan Reza tumbuh bareng, gede bareng," ujar Hanung yang bersama Reza sama-sama tumbuh besar di daerah Kebagusan, Jakarta Selatan.

Kolaborasi Reza-Hanung ini kerap ditanyakan oleh penonton maupun wartawan. Seperti November lalu, ketika Hanung didera kontroversi karena jawabannya atas pertanyaan itu dianggap merendahkan para perempuan yang berkarier di dunia akting.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR