TEATER

Celeng Oleng sarat pesan sosial dalam keseharian

Pementasan Celeng Oleng Indonesia Kita
Pementasan Celeng Oleng Indonesia Kita | /Indonesia Kita

Tim Kreatif Indonesia Kita kembali menghadirkan rangkaian pentas teater dengan tema utama “Jalan Kebudayaan Jalan Kemanusiaan” sebagai benang merah pertunjukan yang diselenggarakan sepanjang tahun 2019.

Pentas ke-32 dari Panggung Indonesia Kita itu akan digelar pada 5 dan 6 Juli 2019, masing-masing pada pukul 20.00 WIB, berlokasi di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Mengutip pernyataan Butet Kartaredjasa, seniman sekaligus penggagas Indonesia Kita, jalan kemanusiaan yang direfleksikan melalui Indonesia dapat menumbuhkan kembali kepekaan, kesadaran, dan kemanusiaan.

“Sebab, seni pertunjukan sering diibaratkan seperti oase di tengah kegersangan. Indonesia Kita menghadirkan seni di antara masyarakat yang melampaui sekat dan batas-batas suku, agama dan orientasi politik”, demikian bunyi kutipan Butet perihal nilai budaya dan kemanusiaan.

Sementara itu, bagi Agus Noor, yang juga berada di deretan Tim Kreatif Indonesia Kita menjabarkan bahwa seni merupakan refleksi kompleksitas manusia dengan beragam dimensi.

“Kesadaran ini menjadi dasar untuk mengolah gagasan kreatif dalam menciptakan pertunjukan Indonesia Kita sepanjang tahun 2019, di mana kita semua berada di antara gegap gempita peristiwa politik, namun kebudayaan mengingatkan kita untuk memuliakan kemanusiaan”, papar Agus dalam siaran pers Indonesia Kita, Jumat (21/6).

Nilai kemanusiaan dalam lakon Celeng Oleng

Celeng, sebutan tersebut ditujukan untuk seekor babi hutan liar, besar, dan bertaring, kerap diasosiasikan sebagai hewan mistis yang selalu mengusik ketenangan masyarakat.

Lakon Celeng Oleng mengisahkan sebuah wilayah yang memiliki dua kampung dengan latar tradisi, sejarah, dan karakter berbeda. Satu kampung dihuni orang Batak dan kampung lain dihuni orang Jawa. Warga kedua kampung ini saling bermusuhan dan ketakutan dengan adanya Celeng Oleng.

Celeng Oleng menjadi pembicaraan dan kecemasan orang-orang dari dua kampung tersebut. Sebutan Celeng Oleng disebabkan akibat ketegangan warga yang selalu merasakan embusan napasnya, sehingga sering menimbulkan kecurigaan dan membuat warga mudah terpancing permusuhan.

Konon kabarnya, Celeng Oleng mampu mengisap darah dan nyawa manusia. Bisa mencuri uang dan beragam barang yang mendadak lenyap tanpa tertangkap. Berkat kejadian aneh yang menimpa dua wilayah kampung tersebut, warga berprasangka bahwa celeng tersebut sengaja dilepas untuk menakuti penduduk dan membuat kekacauan.

Ketika ada relawan yang hendak menangkap Celeng Oleng, warga menuduh bahwa orang tersebut adalah pemilik makhluk mengerikan itu. Pun saat ada yang bermaksud mendamaikan kedua kampung yang bermusuhan itu, malah dianggap pencitraan karena ingin berkuasa.

Situasi kampung juga bertambah genting dengan adanya rencana penggusuran. Kerusuhan antar kampung tak bisa dihindari, belum lagi ada dua perempuan mendadak hilang dari dua kampung tersebut yang membuat situasi kian pelik.

Lantas, apakah Celeng Oleng yang menggondol dua perempuan yang hilang tersebut? Sebagai sosok misterius dan menegangkan, apakah warga sudah pernah melihat wujud Celeng Oleng yang dimaksud?

Bagi Anda yang penasaran dengan lakon Celeng Oleng, silakan mengunjungi pentas ke-32 dari Panggung Indonesia Kita pada 5 dan 6 Juli 2019, masing-masing pada pukul 20.00 WIB, berlokasi di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Untuk info pemesanan tiket, Anda dapat melihat pada tautan www.kayan.co.id dan www.blibli.com.

Catatan redaksi: Beritagar.id adalah mitra media Indonesia Kita 2019
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR