FILM INDONESIA

Chicco Jerikho jadi pelatih lagi

Chicco Jerikho saat menghadiri konferensi pers film The Exocet di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (17/7/2019)
Chicco Jerikho saat menghadiri konferensi pers film The Exocet di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (17/7/2019) | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Peran menjadi pelatih olahraga kembali menghampiri Chicco Jerikho (35). Dalam film The Exocet arahan Robby Ertanto, suami aktris Putri Marino itu dituntut menjadi Simson Tambunan.

Simson adalah sosok yang mengantar Ellyas Pical menjadi juara dunia tinju kelas super terbang versi International Boxing Federation (IBF).

Dalam pertandingan yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta (3/5/1985), Elly berhasil mengkanvaskan juara bertahan Ju Do Chun asal Korea Selatan pada ronde kedelapan dari 15 ronde yang direncanakan.

Keberhasilan Si Rudal Exocet dari Saparua, julukan Elly, membuatnya jadi juara dunia tinju pertama Indonesia. Prestasi yang kemudian diikuti oleh Nico Thomas, Suwito Lagola, Ajib Albarado, M. Rahman, Chris John, dan Daud Yordan.

Usai jumpa pers perkenalan pemain yang berlangsung di Sultan Hotel, Senayan, Jakarta Selatan (15/7/2019), Chicco mengaku bersemangat kembali memerankan sosok pelatih olahraga.

Terlebih kali ini sebagai pelatih tinju, bukan sepakbola seperti yang pernah dilakoninya dalam film Cahaya dari Timur: Beta Maluku (2014).

Sebagai persiapan awal, Chicco menonton film-film yang berkisah tentang petinju, semisal franchise film Rocky yang diperankan Sylvester Stallone, lalu Creed (sempalan Rocky), dan Cinderella Man (film yang terinspirasi dari kisah hidup petinju James J. Braddock).

Dari beberapa film tentang dunia tinju yang ditontonnya, Chicco mengaku banyak menyerap inspirasi dari dokumenter yang menggambarkan hubungan antara Mike Tyson, petinju kelas berat berjuluk “Si Leher Beton”, dengan mendiang pelatihnya, Cus D'Amato.

Dalam hemat Chicco, mendiang Simson dan D’Amato punya beberapa persamaan. Keduanya sama-sama tidak punya latar belakang sebagai petinju profesional dan lebih mengedepankan aspek psikologis.

Ini yang membuat mereka jadi sosok pelatih unik. Alhasil metode latihan dan sikapnya kepada anak didik berbeda dengan pelatih tinju kebanyakan pada waktu itu.

“Bang Simson lulusan Institut Pertanian Bogor jurusan Teknik Sipil dan Lingkungan. Sama anak-anak didiknya dipanggil dokter,” ungkap Chicco.“

Simson sangat memperhatikan dan tahu betul kebutuhan gizi setiap anak didiknya.

"Bayangkan, itu terjadi pada tahun segitu. Kalau sekarang mungkin sudah biasa dilakukan personal trainer di gimnasium,” sambung Chicco.

Dari segi metode latihan, Simson menyusun program latihan berdasarkan kondisi psikologis anak didiknya.

Metode ini juga dilakukan D’Amato, pelatih yang membawa Mike Tyson menjadi juara dunia tinju kelas berat termuda dalam sejarah.

D’Amato menyadari betul bahwa salah satu elemen penting menjadi pelatih adalah dengan memahami kondisi batin anak didiknya.

Menurut D’Amato, seringkali pendekatan ideal tidak melulu dapat dihitung secara ilmiah atau ditentukan secara matematis, melainkan dengan memahami temperamen sang atlet.

Tyson berkisah bahwa sebagai petinju muda waktu itu, D’Amato selalu mendorong para anak didiknya mengubah emosi negatif menjadi kekuatan positif. “Saya menggunakan ketakutan saya untuk menang,” ungkap Tyson.

Oleh karena itu, Chicco dalam film The Exocet mengaku lebih meluangkan waktu untuk berbicara personal dengan Jefri Nichol, pemeran Ellyas Pical. Cara ini dilakukan agar proses menyatukan ikatan di antara mereka berjalan mulus. “Dan prosesnya berlangsung seru,” kata Chicco.

Musabab tak mendapatkan banyak referensi soal Simson, kecuali dari cerita Elly, Chicco pada akhirnya berusaha mengintepretasikan sendiri seperti apa pembawaan sosok Simson.

“Sudah gue cari, Bang Simson enggak punya rekaman audio visual yang bisa dijadikan rujukan. Pun foto-foto,” ujarnya.

Alhasil peraih gelar aktor terbaik dalam ajang FFI 2015 itu mengolah karakter Simson berdasarkan zodiak. “Bang Simson lahir 8 Desember 1939. Dari situ gue pakai pendekatan zodiak untuk mendalami seperti apa karakternya beliau,” tambah Chicco.

Hal lain yang digunakan Chicco untuk mendalami perannya adalah dengan mempelajari dialek dan aksen yang digunakan Simon.

“Bang Simon ini orang Batak yang besar di Riau. Kebetulan gue punya teman orang Batak yang besar di Riau. Alhasil gue banyak mengobrol dengan dia. Belajar seperti apa logatnya. Ini peran yang menantang banget,” pungkas Chicco.

Film The Exocet rencananya akan mulai syuting pada 24 Juli 2019. Ada tiga lokasi yang dijadikan tempat, Jakarta, Saparua, Maluku, dan Seoul, Korea Selatan.

Jika berjalan lancar tanpa hambatan, Robbie mengkalkulasi filmnya ini akan menghabiskan 30 hari syuting dari total 40 hari produksi.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR