FILM INDONESIA

Christine Hakim ramaikan Perempuan Tanah Jahanam

Bagian poster film Perempuan Tanah Jahanam
Bagian poster film Perempuan Tanah Jahanam | Ivanhoe Pictures, Base Entertainment, CJ Entertainment, dan Rapi Films.

Untuk pertama kalinya dalam 46 tahun kariernya, aktris senior Christine Hakim bakal bermain dalam film horor. Kepastian itu terungkap setelah sutradara Joko Anwar mengumumkan para pemain dalam film terbarunya Perempuan Tanah Jahanam.

Pengumuman disampaikan Joko melalui akun Instagram-nya, Senin (25/2/2019). Sineas berusia 42 itu juga memperlihatkan poster perdana film ini.

Dari poster bergambar seorang perempuan dengan gaun merah itu, tertulis nama beberapa aktris top seperti Tara Basro, Christine Hakim, Marissa Anita, dan Asmara Abigail. Sedangkan Ario Bayu menjadi satu-satunya aktor yang tertera.

Tara dan Asmara adalah pemain Pengabdi Setan (2016) besutan Joko. Sementara, Marissa pernah jadi pemeran utama dalam proyek Folklore milik HBO berjudul A Mother’s Love yang juga disutradarai Joko.

"...visi sutradara yang jelas memudahkan saya sebagai aktris untuk mengembangkan peran. Saya berharap film ini bisa dinikmati penonton dari berbagai kalangan," ungkap Tara kepada CNN Indonesia, Selasa (26/2).

Sementara, bagi Christine Hakim, Perempuan Tanah Jahanam akan jadi film horor perdananya. “Saya merasa ini adalah sebuah tantangan yang berbeda,” ungkap Christine.

Selain mereka, Joko juga mengumumkan nama pemain lainnya melalui kapsi unggahan Instagram tersebut. Ada Kiki Narendra, Tengku Rifnu, Zidni Hakim, Faradina Mufti, Abdurahman Arif, Mian Tiara, Eka Nusa Pertiwi, Aghniny Haque, Arswendy Bening Swara, Ramadhan Al Rasyid, dan Ical Tanjung.

Perempuan Tanah Jahanam adalah proyek lawas Joko yang dikembangkan sejak 2011 dengan judul Impetigore. Pada September 2018, Joko mengungkapkan ia menunda proyek ini hingga tujuh tahun lebih karena ingin memperkuat kisah dan karakter.

Dari segi cerita, film ini akan berkisah tentang seorang perempuan dari kota yang kembali ke desa asal bersama sahabatnya. Ternyata, penduduk di kampung halamannya telah lama mencarinya. Warga ingin membunuh mereka demi mengakhiri sebuah kutukan di desa tersebut.

Latar perkampungan terpencil jadi tantangan tersendiri bagi Joko. Lelaki kelahiran Medan ini sampai menghabiskan enam bulan untuk mencari tempat yang cocok. Akhirnya, terpilihlah Banyuwangi, Lumajang, Lumbang, dan Ijen di Jawa Timur. Menurut Joko, sebagian besar tempat-tempat itu tak pernah dipakai untuk syuting.

“Ceritanya dia (tokoh utama) pergi ke desa terpencil dan saya kepingin desanya terpencil banget. Jadi enggak nyari desa yang di pinggirnya ada jalan raya. Untuk akses ke desa ini satu setengah jam dari kota. Ke pinggiran hutan gitu. Ke desanya itu kita harus buka jalan dari perkebunan," ujar Joko kepada Vivanews, Senin (25/2).

Untuk itu, ia meminta para pemain untuk mempersiapkan fisik. Marissa mengaku sudah melihat beberapa foto lokasi.

Menurut pembawa berita stasiun TV Net ini, medannya termasuk berat. “Secara fisik harus dinaikkan karena syuting akan banyak makan energi," ujar Marissa kepada Kompas.com, Senin (25/2).

Joko juga menulis naskah film ini, tapi ditujukan untuk dewasa. "Kalau Pengabdi Setan kan 13 tahun ke atas, ini lebih 17 tahun ke atas, dewasa. Jadi, hmmm" tutur Joko sambil memeragakan adegan tusuk-menusuk.

Menilik judul versi Inggris, Perempuan Tanah Jahanam memang sudah berkesan berdarah-darah. Kata “impetigore” tak ada dalam beberapa kamus Inggris daring yang ditelusuri Beritagar.id. Bisa jadi judul ini gabungan dari kata “impetigo” dan “gore”.

Impetigo” berarti infeksi bakteri kulit yang membentuk pustula dan luka berkerak kuning. Infeksi ini menular. Sementara, dalam dunia film, “gore” merupakan istilah untuk genre film yang berdarah-darah.

Syuting Perempuan Tanah Jahanam akan dimulai pada Maret. Rencananya, film ini akan tayang pada akhir tahun.

Film ini merupakan salah satu dari tiga proyek film Joko yang didanai oleh Ivanhoe Pictures, penggalang dana dan pembuat film asal Los Angeles, Amerika Serikat, yang turut membiayai Crazy Rich Asians (2018). Impetigore dan dua judul lain, Ghost in the Cell dan The Vow, juga melibatkan Base Entertainment, CJ Entertainment, dan Rapi Films.

Dua nama terakhir adalah perusahaan di balik Pengabdi Setan, film yang semakin melambungkan nama Joko sebagai sineas top karena menjadi film horor terlaris sepanjang masa di Nusantara dengan menyedot 4,2 juta penonton. Selain laris, film ini juga berhasil membawa pulang tujuh Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2017.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR