Coldplay, single terbaru, dan album "final"

Vokalis Coldplay Chris Martin saat syuting video musik untuk lagu A Sky Full Of Stars di King Street, Newtown, Sydney, Australia, 17 Juni 2014.
Vokalis Coldplay Chris Martin saat syuting video musik untuk lagu A Sky Full Of Stars di King Street, Newtown, Sydney, Australia, 17 Juni 2014. | Dean Lewis /EPA

Usai sudah semua spekulasi mengenai album terbaru Coldplay. Pada Jumat (6/11/2015), kelompok musik dari Inggris Raya itu meluncurkan single terbaru Adventure of a Lifetime dan mengumumkan bahwa album studio ketujuh mereka, yang bertitel A Head Full of Dreams, akan dirilis pada 4 Desember 2015.

Album yang berselang 18 bulan dengan Ghost Stories tersebut direkam oleh kuartet Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland, dan Will Champion di Malibu, California, Amerika Serikat dan London. Penyanyi ternama Beyonce, Noel Gallagher, Tove Lo, dan Merry Clayton ikut berkolaborasi dalam album yang akan berisi 11 lagu tersebut (12 ditambah lagu tersembunyi berjudul X Marks the Spot). Demikian dikutip dari Rolling Stone.

Mendengar lagu jagoan tunggal, alias single, terbarunya, album yang diproduseri Rik Simpson, dibantu duo Norwegia StarGate, itu tampaknya akan jauh berbeda dibandingkan Ghost Stories yang agak gelap dan muram. Adventure of a Lifetime berirama disko dengan kocokan gitar yang riang dari Jonny Buckland. Sepertinya Chris Martin sudah bisa beranjak dari perceraiannya dengan Gwyneth Paltrow.

Martin mengungkapkan lagu terbaru itu terinspirasi oleh salah satu riff gitar paling terkenal. "Saya telah memohon selama bertahun-tahun pada Jonny gitaris kami untuk membuat riff seperti 'Sweet Child O' Mine'-nya Guns N' Roses. Kemudian ia memperdengarkan yang satu ini dan saya lalu berkata, 'Itu dia!'" papar sang vokalis seperti dikutip Billboard.

Coldplay - Adventure Of A Lifetime (Official audio) /Coldplay Official

Martin, dalam wawancara dengan BBC Radio 1 yang dikutip laman BBC, juga menjelaskan bahwa album terbaru mereka nanti akan "lebih berwarna dan riang."

"Itu adalah suara kami yang bebas dan gembira dan sangat bersyukur bisa berada di grup ini," ujarnya.

Seluruh album Coldplay sebelumnya selalu laku keras, termasuk Ghost Stories yang penjualannya mencapai 3,7 juta kopi dan menempati peringkat keempat album terlaris di seluruh dunia pada 2014. Coldplay pun sudah menikmati berbagai kesuksesan sejak didirikan pada 1996.

Tahun lalu dalam sebuah wawancara Martin mengungkapkan bahwa A Head Full of Dreams akan menjadi album "final" Coldplay, 15 tahun setelah album pertama mereka, Parachute, dirilis pada Juli 2000.

Sang frontman mengatakan bahwa mereka menganggap A Head Full of Dreams seperti sebuah buku Harry Potter terakhir.

"Saya tidak menyatakan bahwa tidak akan ada lagi sesuatu dari kami suatu hari nanti, tetapi ini adalah akhir dari sesuatu," ujar Martin seperti dinukil Mirror. "Saya harus berpikir bahwa ini adalah hal 'final' yang kami lakukan. Kalau tidak begitu maka kami tidak akan memberikan segalanya untuk (album) ini."

Walau demikian, belum ada pernyataan resmi yang menyuratkan bahwa A Head Full of Dreams akan menjadi akhir dari Coldplay.

Mereka malah mengumumkan akan kembali melakukan serangkaian konser setelah album baru itu diluncurkan. Martin dkk. tidak melakukan tur setelah merilis Ghost Stories, melainkan langsung mengurung diri di studio untuk pembuatan album ketujuh ini.

Entertainment Weekly memperkirakan tur Coldplay nanti akan menjadi yang terbaik sepanjang sejarah band tersebut.

"Saya pikir dalam tur nanti kami akhirnya akan memiliki daftar lagu yang kami sukai mulai awal hingga akhir," kata Martin.

Prapemesanan A Head Full of Dreams sudah bisa dilakukan melalui iTunes dan Anda yang memesan bisa langsung mengunduh Adventure of a Lifetime.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR