PLAGIARISME

Dampak kasus plagiarisme Katy Perry

Katy Perry arrives saat menghadiri the amfAR Gala Los Angeles di Beverly Hills, California (18/10/2018)
Katy Perry arrives saat menghadiri the amfAR Gala Los Angeles di Beverly Hills, California (18/10/2018) | Nina Prommer/EPA

Sengketa lima tahun antara penyanyi Katy Perry versus rapper Flame berakhir sudah. Para juri di pengadilan Amerika Serikat untuk distrik California Tengah menyatakan Perry terbukti melakukan plagiarisme.

Menyitir Reuters (2/8/2019), pengadilan meminta penyanyi yang 13 kali jadi nomine Grammy Awards itu membayar ganti rugi sebesar AS$2,7 juta (Rp39,5 miliar).

Angka tersebut sebenarnya lebih rendah dibandingkan tuntutan sebelumnya yang sebesar AS$20 juta.

Kasus tuduhan plagiarisme ini sudah muncul di meja Pengadilan Federal Missouri sejak 2014.

Flame alias Marcus Gray menuding single “Dark Horse” yang dilantunkan Perry mencuri lagu “Joyful Noise” miliknya yang rilis lima tahun lebih awal.

Perry dan tim pengacaranya tegas menampik. Mereka beralasan sama sekali tidak pernah mendengar lagu milik Flame itu sebelumnya.

Musikologis Profesor Todd Decker yang menjadi saksi ahli memberikan keterangan berseberangan.

Dari atas mimbar, Decker mengatakan kepada juri bahwa dua lagu tersebut punya enam poin kesamaan.

“Termasuk kesamaan nada, irama, tekstur, pola pengulangan, bentuk melodi, dan warna nada,” tambah Decker yang juga mengajar di Music Department, Washington University, AS.

Atas putusan pengadilan itu, tim pengacara Perry yang diwakili Christine Lepera mengaku akan mengajukan banding.

Putusan untuk Perry ini, menurut komposer Paul Croteau, akan berdampak bagi nasib para seniman pada masa mendatang.

"Pasalnya ketukan drum dua lagu tersebut sangat berbeda. Kunci dan tempo lagunya juga berbeda satu sama lain. Putusan ini membuatku takut karena bisa menimbulkan tuntutan hukum dalam jumlah besar di masa depan,” kata Croteau dalam laman cbc.ca.

J. Michael Keyes, pengacara asal Seattle, AS, yang biasa menangani kasus pelanggaran hak kekayaan intelektual, segendang-sepenarian.

Keyes mengatakan bahwa sejak dulu antara musik satu dengan lainnya kerap saling memberikan inspirasi atau pengaruh.

Berdasarkan inspirasi dari lagu tersebut, kemudian tercipta karya baru atau bahkan subgenre musik yang lebih segar.

Katy Perry's Dark Horse vs. Flame's Joyful Noise: A Better Comparison /legezaf
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR