MUSIK INDONESIA

Danilla merilis mini album Fingers berisi aneka isu

Konsep foto gaun pengantin bernuansa kelam ini membuat Danilla Riyadi terpincut dan menjadikannya sampul mini album Fingers.
Konsep foto gaun pengantin bernuansa kelam ini membuat Danilla Riyadi terpincut dan menjadikannya sampul mini album Fingers. | Rendha Rais /Koleksi album foto akun Danilla Riyadi di Twitter

Bersamaan hari dengan acara syukuran perolehan 500 ribu penonton film Pretty Boys (30/9/2019), penyanyi Danilla Riyadi yang juga membintangi film tersebut resmi pula meluncurkan mini album bertajuk Fingers.

Ini merupakan mini album pertama yang dirilis solis berusia 29 itu menyusul kehadiran album Telisik (2014), Lintasan Waktu (2017), dan Together Whatever Sessions (2018), sebuah album berisi rekaman penampilannya saat mengisi acara berjudul sama.

Terdapat lima lagu yang mengisi album Fingers. Total durasi yang dihabiskan untuk menikmati keseluruhannya tak lebih 15 menit.

Aransemen musik dalam lagu-lagu pengisi album tersebut juga terdengar minimalis, dominan suara piano dan gitar, sehingga ciri khas Danilla yang doyan membalut lagu-lagunya dengan atmosfer suram dan kelam masih kental terasa.

Tema lagu-lagunya juga masih berkaca pada kondisi sosial dan isu-isu yang sedang marak terjadi di tanah air. Pengerjaan album berlangsung sejak Januari hingga Maret 2019.

Usai konferensi pers syukuran film Pretty Boys yang berlangsung di Ecology, Kemang, Jakarta Selatan (30/9/2019), Danilla mengungkapkan bahwa sejatinya mini album tersebut dijadwalkan rilis sejak Agustus 2019.

“Berhubung masih sibuk promosi film Pretty Boys, jadinya gue skip dan kurang fokus mengatur jadwal. Akhirnya baru bisa dikeluarin sekarang,” tambah Danilla.

Setiap lagu diberi judul berdasarkan sebutan untuk setiap jari, yaitu “Thumb”, “Index”, “Middle”, “Ring”, dan “Pinky”. Keseluruhan liriknya ditulis Danilla menggunakan Bahasa Inggris.

Dari segi pengerjaan aransemen musik, kali ini Danilla memutuskan bekerja sendirian tanpa bantuan Lafa Pratomo, kolaborator yang selama ini setia menemaninya.

Lagu pertama dan terakhir (“Thumb” dan “Pinky”) ibarat prolog dan epilog karena hanya berdurasi singkat. Tak lebih dari 1.30 menit. Sedangkan tiga sisanya berdurasi lebih panjang.

Danilla sengaja membuatnya demikian karena mengacu ukuran jemari manusia. Lazimnya ukuran jempol dan kelingking memang lebih pendek dibandingkan jari telunjuk, tengah, dan manis.

Masing-masing lagu juga menyimpan makna yang cocok ketika coba disandingkan dengan jemari.

Semisal kelingking yang menurut Danilla erat kaitannya dengan janji. “Lirik lagu ‘Pinky’ bercerita tentang sebuah tutur janji.”

Lalu tentang lagu “Index” yang bercerita tentang kekuatan mewakili filosofi jari telunjuk yang kerap digunakan untuk menunjuk dan menyuruh.

Sementara “Ring” menyoroti isu yang cukup marak di Indonesia. “Ada banyak desakan untuk perempuan agar sebaiknya menikah saat berusia di bawah 30 tahun. Kalau sikap saya sih sebaiknya menikah jika benar-benar telah siap,” tegas Danilla.

Meskipun singkat, Danilla mengatakan bahwa mini album ini cukup kaya karena memuat banyak isu mulai dari soal kondisi sosial, politik, hingga percintaan.

“Bisa dibilang ini proyek masa bodo gue karena bikinnya sendiri. Enggak perduli orang mau bilang apa. Pokoknya ini murni sebagai medium gue berekpresi mengungkapkan sesuatu,” pungkas Danilla.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR