Danur menjadi film horor Indonesia terlaris sepanjang masa

Manoj Punjabi (kanan) memberikan tumpeng sebagai ucapan selamat kepada Awi Suyadi atas keberhasilan Danur masuk MURI
Manoj Punjabi (kanan) memberikan tumpeng sebagai ucapan selamat kepada Awi Suyadi atas keberhasilan Danur masuk MURI | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Museum Rekor Indonesia (MURI) kembali menyerahkan penghargaan kepada sebuah film. Kali ini yang mendapatkan penobatan tersebut adalah film Danur: I Can See Ghosts produksi Pichouse Films bersama MD Pictures.

Film yang sebelumnya masuk buku rekor adalah Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part. 1 (2016). Catatan rekor film yang diciptakannya adalah pemutaran film secara serentak dengan penonton terbanyak dalam sehari (556 ribu penonton), dan pemutaran film secara serentak dengan pencapaian tercepat untuk satu juta penonton.

Sementara Danur yang diadaptasi dari buku bertajuk sama karya Risa Saraswati masuk rekor sebagai film horor dengan penonton terbanyak sepanjang sejarah perfilman Indonesia.

Rekor sebagai film horor paling laris sebelumnya, menurut filmindonesia.or.id, merupakan milik Tali Pocong Perawan. Total 1.082.081 penonton berhasil didapatkan produksi Maxima Pictures itu. Sementara Danur mendapatkan 1.196.583 penonton (hingga 5/4/2017).

Penyerahan piagam rekor berlangsung di Ristorante Da Valentino, MD Place, Jakarta Selatan, Kamis (6/4). Selain mengucap syukur, Manoj Punjabi selaku CEO MD Corporation yang membawahi Pichouse dan MD Pictures mengaku semakin termotivasi menghasilkan film berkualitas.

"Cara kerja kami di MD selalu mengutamakan karya berkualitas. Selain itu tidak boleh bikin film kalau targetnya hanya di bawah satu juta penonton. Harus melebihi itu. Jika semua rumah produksi berpikiran sama, industri perfilman kita pasti mantap dan mapan," tegas Manoj.

Optimisme kerja tersebut ditularkan Manoj kepada sutradara Awi Suryadi. "Saya tekankan itu kepada Awi dan dia menyanggupi. Berarti niatnya bikin film sudah benar. Hasilnya sekarang dia sudah punya tolok ukur baru dalam karier sebagai sutradara," tambahnya.

Sejak memulai debut sebagai sutradara dalam film Gue Kapok Jatuh Cinta (2006) bersama Thomas Nawilis, Awi sebenarnya lebih sering menyutradarai film dengan genre drama dan komedi.

Pemilik nama asli Suryadi Musalim itu pertama kali mengarahkan film horor lewat Badoet (2015). Jadi, tidak salah jika mengatakan bahwa genre horor bukan area bermain yang lazim bagi Awi.

Tambah lagi Awi juga belum pernah mendengar tentang danur sebelumnya, apalagi membaca versi bukunya. Kamus Besar Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa danur merupakan air yang keluar dari bangkai (mayat) yang sudah membusuk.

"Saya baru tahu apa itu 'Danur' setelah melakukan pertemuan dengan Pak Manoj. Dari situ saya cari tahu lebih dalam. Ternyata ceritanya sangat menarik karena ada anak perempuan bersahabat dengan lima setan Belanda," terang Awi kepada Beritagar.id usai jumpa pers.

Mengetahui rekam jejak MD Pictures selama ini dalam mempromosikan setiap film produksi mereka, tanpa ragu Awi mengangguk setuju.

"Dari 15 film yang pernah saya tangani, baru kali ini saya dapat kesempatan bekerja sama dengan rumah produksi mapan seperti MD. Oleh karena itu, ekspektasi saya jadi lebih tinggi saat menggarap Danur," ungkap Awi.

Pun demikian, Awi tetap kaget dengan pencapaian Danur. Ia dan Prilly Latuconsina, pemeran Risa, mengaku sempat tebak-tebakan berapa banyak penonton yang mengisi kursi bioskop pada hari pertama penayangan Danur (30/3).

"Kami berdua waktu itu sebenarnya menebak pada kisaran angka 30 ribu penonton. Saat dapat info kalau film ini dapat 83 ribu, saya langsung lompat-lompat kegirangan di rumah," kenang Awi.

Jaya Suprana sebagai pendiri MURI berpendapat bahwa kesuksesan Danur merupakan kombinasi dari hasil kerja tim yang solid.

"Sebagai bentuk kesenian yang melibatkan paling banyak aspek, Manoj dengan naluri bisnisnya mampu menggabungkan semua aspek yang terlibat dalam film ini untuk bekerja dengan sangat baik," pungkas Jaya.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR