FILM INDONESIA

Darah dan air mata dalam produksi Gundala

Joko Anwar, Abimana Aryasatya, dan Tara Basro berpose dalam kunjungan media ke kantor Beritagar.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/5/2019).
Joko Anwar, Abimana Aryasatya, dan Tara Basro berpose dalam kunjungan media ke kantor Beritagar.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/5/2019). | Muhammad Imaddudin /Beritagar.id

Agustus semakin dekat. Pada bulan Kemerdekaan RI itu, tepatnya tanggal 29, Gundala akan tayang. Film garapan sutradara Joko Anwar itu menawarkan sesuatu yang jarang dibuat oleh sineas lokal: genre superhero.

Ada alasan tersendiri mengapa genre pahlawan super jarang dibuat di Indonesia. Proses produksinya amat sulit. Hal ini diungkap oleh Joko Anwar, Abimana Aryasatya (pemeran Gundala), dan Tara Basro (pemeran Wulan) dalam kunjungan media ke kantor Beritagar.id di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Selasa (28/5/2019).

"Kru gue sampai ada yang nangis, beneran. (Proses produksi) betul-betul darah dan air mata," ungkap Joko. Ia melanjutkan, "Untuk apa? Untuk bikin film yang bukan cuma bisa dibanggakan kita yang bikin, tapi juga bisa dibanggakan seluruh orang Indonesia."

Joko menyebut kerja keras para kru dan pemain yang tak pernah mengeluh meski syutingnya panjang dan berat --total syuting mencapai 53 hari di 70 lokasi. Artinya, sehari syuting bisa pindah-pindah lokasi.

"Kayak Abi pakai kostum itu, bahannya kayak karet dan itu bertumpuk-tumpuk, panas," ungkap sineas kelahiran Medan itu. Sebagai pahlawan super, Abimana memang dituntut mengenakan kostum ketat ala superhero Barat.

Menurut sang pemeran utama, kostum ketat nan panas bukanlah beban terberat dalam memerankan Gundala.

"Setiap pekerjaan pasti ada beban, ini juga lumayan besar. Maksudnya, brand-nya (Gundala) sudah jadi, jadi setiap orang punya ekspektasi, dari generasi sekarang, generasi sebelumnya, yang pernah baca pasti punya ekspektasi," jelas aktor berusia 36 ini.

Untuk itu, ada persiapan produksi selama empat bulan. Abimana, Tara, dan pemeran lainnya tak hanya dilatih secara fisik sesuai porsi karakter masing-masing, tapi juga dituntut untuk melakukan pendalaman peran sebaik mungkin.

"Setiap karakter dikasih pdf bank history dari karakter masing-masing, dari mulai lahir, background sosialnya seperti apa, sekolah dan segala macam, sampai dewasa," ungkap Tara.

Aktris berusia 28 tahun ini sudah tak asing dalam berkolaborasi dengan Joko Anwar. Ia pernah diarahkan Joko dalam A Copy of My Mind (2015), Pengabdi Setan (2017), dan beberapa proyek kecil.

Tara melanjutkan, "Impact dari kejadian-kejadian yang monumental di kehidupan seorang karakternya itu PR untuk kita sendiri. Kalau lagi workshop, Bang Joko kasih situasi. Nanti kira-kira karakter gue sebagai Wulan akan melakukan apa? Jadi lebih bisa in tune sama karakternya."

Tak hanya aktor-aktor berporsi besar, para figuran pun diminta membayangkan latar karakternya. Ini demi story-telling yang lebih dalam. Joko, yang juga menulis skenario Gundala, memang selalu mementingkan penceritaan dalam film-filmnya.

Hal itu semakin penting dalam proyek seperti Gundala. Bujet film ini hanya seujung kuku film pahlawan super bikinan Hollywood seperti Avengers. Meski begitu, sebagian penonton pasti akan tetap membuat perbandingan.

"Jadi kami mencari bagaimana membuat sebuah film jagoan? Apa yang bisa kita tawarkan kepada penonton, tapi bujetnya enggak perlu gede? Jawabannya ya cerita, makanya kami cari cerita supaya penonton Indonesia bisa relate kesitu," jelas Joko.

Dengan segala keterbatasan itu, Joko, Tara, dan Abimana positif Gundala akan bisa diterima penonton Indonesia.

"Gue sih merasa belum ada suguhan yang seperti ini. Dalam satu film tuh bisa merasakan ada senangnya, sedihnya, ada harunya, dan ngomongin soal keluarga juga. Semua orang pasti bisa relate sama film ini," tutup Tara.

Joko menyahut, "Ketika kalian pulang nanti, pasti ada sesuatu yang menempel di pikiran dan di hati yang akan membuat kalian ingin membicarakannya dengan orang lain."

Kunjungan Film : Gundala /Beritagar ID
Catatan redaksi: Beritagar.id adalah mitra media untuk film Gundala
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR