Dian Sastro gelar pameran seni demi air bersih di Sumba

Konferensi pers penggalangan dana untuk Sumba.
Konferensi pers penggalangan dana untuk Sumba.
© Tasya Simatupang /Beritagar.ID

Konon, keindahan alam Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur, mampu menyihir siapa saja untuk jatuh cinta kepadanya. Kontur alamnya yang berbukit-bukit, dengan hamparan sabana di sana-sini dan keramahan penduduknya serta budaya yang jarang bisa ditemui di pulau lainnya, membuat Sumba menjadi pengalaman indah yang tak terlupakan.

Namun, tak banyak orang luar yang tahu bahwa di Sumba masih banyak penduduk yang tak memiliki rumah tak berlampu bahkan air bersih sulit didapat. Contohnya saja seperti yang dialami warga di salah satu desa di Wairinding, Kecamatan Pandawai, Sumba Timur.

Setiap kali mengambil air bersih, penduduk desa itu harus menghampiri sumber air yang berjarak sekitar satu jam berjalan kaki dari pemukiman. Air yang keluar pun tak lebih dari tetesan yang kemudian akan ditampung oleh warga di dalam jeriken untuk dibawa pulang ke rumah.

Kesulitan warga Wairinding itu diperlihatkan melalui film dokumenter yang ditayangkan dalam acara jumpa pers Yayasan Dian Sastrowadoyo (YDS) di La Moda Cafe, Plasa Indonesia, Jakarta, pekan lalu (6/8/2017).

Sesuai namanya, yayasan tersebut diinisiasi dan dikelola oleh aktris ternama Dian Sastrowardoyo, yang lebih dikenal dengan nama Dian Sastro. YDS didirikan tahun 2009 oleh aktris berusia 35 tahun itu dengan tujuan utama memajukan bidang pendidikan, budaya, dan pemberdayaan perempuan di Indonesia melalui media seni.

Sejak berdiri sampai sekarang, YDS telah bermitra dengan berbagai pihak dan menyelenggarakan berbagai acara seni untuk penggalangan dana yang hasilnya disumbangkan ke beberapa taman bacaan dan LSM Perempuan.

YDS berencana untuk membantu para penduduk Wairinding mendapatkan air bersih dengan lebih mudah. Untuk itu mereka bekerja sama dengan Waterhouse Project.

Kendala terberat tentu terletak pada tanah yang membentuk pulau Sumba. Bukan tanah yang subur dan dapat mengikat air seperti di pulau-pulau lain, Sumba yang terbentuk akibat letusan gunung berapi memiliki tanah yang berbatu sehingga air sulit untuk naik ke permukaan.

Karenanya, seperti disampaikan oleh Priska Ponggawa dari Waterhouse Project, mereka tak akan menggali sumur atau memasang pompa air. Air dari mata air akan dialirkan ke pemukiman penduduk menggunakan pipa yang dipasang memanjang.

Untuk mewujudkan itu, mereka akan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan lamanya dengan biaya yang juga tak sedikit.

Oleh karena itu, Dian Sastro mengadakan penggalangan dana dengan membuat instalasi pameran yang bertajuk "Lukamba Nduma Luri - benang yang memberi ruh, kain yang memberi hidup".

"Walaupun kecil, saya berharap apa yang saya lakukan dapat berguna bagi sesama." pemeran Cinta dalam film Ada Apa Dengan Cinta? itu menjelaskan alasan di balik pameran dan penggalangan dana tersebut.

Pameran ini terdiri dari 22 koleksi foto karya fotografer Hakim Satriyo, satu panel video tentang kehidupan di Sumba Timur dan para penenunnya karya Davy Linggar, video pendek karya Pritagita Arianegara, serta instalasi kain tenun tradisional Sumba Timur koleksi Kelompok Penenun Lukamba Nduma Luri.

Dana yang terkumpul dari hasil penjualan nantinya tentu akan digunakan untuk kesejahteraan warga Wairingin, Sumba.

A post shared by Chitra Subyakto (@chitras) on

Dalam pameran ini Dian Sastro turut serta menggaet Chitra Subyakto. Di sini peran Chitra tentu tak lepas dari bidang mode.

Chitra, yang memang akrab dengan tanah Sumba dan para penduduknya itu, menggandeng para penenun lokal untuk bekerja sama. Label Sejauh Mata Memandang yang dimilikinya pun turut membuat koleksi yang terinspirasi dari alam Sumba yang hasil penjualannya akan disumbangkan ke sana

Penata gaya yang lebih memilih dikenal sebagai pelaku eksplorasi kain Indonesia ini mengajak serta penenun Sumba yang tergabung dalam kelompok penenun Lukamba Nduma Luri.

Catatan redaksi: Berita ini diterbitkan kembali dengan perbaikan pada judul. Sebelumnya tertulis nama Dian Satro, seharusnya Dian Sastro. Mohon maaf atas kesalahan ini.
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.