Dilema Acha Septriasa

Acha Septriasa maksimal menerima enam tawaran bermain film dalam setahun.
Acha Septriasa maksimal menerima enam tawaran bermain film dalam setahun. | Bismo Agung/beritagar.id

Jika ada pertanyaan siapa aktris Indonesia dengan proyek film terbanyak sepanjang tahun ini, Acha Septriasa (26) bisa diapungkan sebagai jawaban. Peraih Piala Citra dalam ajang Festival Film Indonesia 2012 sibuk luar biasa lantaran hadir dalam tujuh film.

Itu belum ditambah sederet film lain yang akan segera masuk fase produksi. Kesibukan yang menghadapkannya pada situasi dilematis.

Tujuh film tersebut adalah Midnight Show (tayang 11/1/2016), Surat Cinta Untuk Kartini (21/4), MARS: Mimpi Ananda Raih Semesta (4/5), Bangkit (Mei 2016), Sabtu Bersama Bapak (Lebaran 2016), Koala Kumal (Lebaran 2016), dan Kartini (Desember 2016).

Jumlah film yang dibintanginya tersebut dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Pemilik nama asli Jelita Septriasa ini hanya muncul dalam film Nada untuk Asa, Lamaran, dan Bulan Terbelah di Langit Amerika sepanjang 2015.

"Selain itu saya juga akan main dalam film komedi Shy-shy Cat arahan Monty Tiwa. Nanti juga ada biopik tentang mendiang Chrisye. Rentang ceritanya diambil sejak era tahun 1960-an, hingga Chrisye menjadi mualaf.

Ada unsur retro dan tentu saja kental dengan unsur musikal mengingat almarhum merupakan penyanyi legendaris Indonesia," ujar Acha saat bertandang ke kantor Beritagar.id, Selasa (26/4/2016).

Berdasarkan filmografi yang dikantonginya itu, Acha terpaksa mengebut dengan jadwal.

"Dua pekan bedah skenario, sebulan syuting. Libur sekitar sepekan. Setelah itu masuk proses syuting film baru dengan pembagian waktu kerja identik dengan sebelumnya. Sangat menguras energi," lanjutnya.

Tidak ingin terjebak dengan pola kerja demikian, Acha berusaha menahan diri menerima setiap tawaran bermain film. Dalam setahun ia membatasi hanya menerima 11 tawaran bermain.

Biasanya lima atau enam tawaran lalu diambilnya dengan berbagai urutan pertimbangan. Mulai dari skenario, sutradara, lawan main, dan rumah produksi yang besar, agar filmnya mendapat kepastian tayang di bioskop.

"Saya enggak mau sudah capek-capek syuting kemudian filmnya menggantung tanpa kepastian kapan ditayangkan," kata alumni pemilihan Gadis Sampul 2004 itu.

Meskipun sudah berusaha membatasi diri, situasi dilematis yang kerap dirasakan aktor akan menimpanya juga. Film Sabtu Bersama Bapak dan Koala Kumal yang dibintanginya tayang bersamaan memanfaatkan momentum Lebaran 2016.

"Soalnya kita enggak mungkin harus memilih acara mana yang harus dihadiri dan mana yang harus dikorbankan. Solusinya adalah terpaksa menghadiri promo di media massa secara bergiliran," terangnya.

Pola tersebut selain menghadirkan dilema, juga membuat Acha kewalahan dan merasa tidak total dalam mendukung film yang dibintanginya.

"Pilihan yang agak sulit bagi saya sebagai pemain. Tapi tidak ada yang bisa saya lakukan karena begitulah cara kerja dalam bisnis film," pungkas cewek yang awal tahun ini merilis single berjudul "Gantung".

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR