FILM HOLLYWOOD

Disney mendepak Spider-Man dari MCU

Tom Holland kini tak bisa lagi hadir meramaikan film-film Marvel Cinematic Universe
Tom Holland kini tak bisa lagi hadir meramaikan film-film Marvel Cinematic Universe | Kim Hee-Chul/EPA

Jagat sinema Marvel alias Marvel Cinematic Universe (MCU) akan kehilangan salah satu jagoannya, Spider-Man.

Bukan karena diceritakan tewas laiknya Iron Man dalam film Avengers: Endgame, tapi karena mentoknya negosiasi antara Disney dengan Sony Pictures.

Uang menjadi faktor utama yang menyebabkan kesepakatan antara dua perusahaan tersebut putus di tengah jalan.

Harus diketahui, sungguhpun berasal dari rahim yang sama yakni komik Marvel, lisensi memfilmkan tokoh-tokoh dalam MCU dan Spider-Man dimiliki dua perusahaan berbeda.

MCU adalah properti milik Disney, sementara Spider-Man bersama karakter-karakter yang lain terkait dengannya, semisal Venom dan Mysterio, adalah kepunyaan Sony.

Menyitir laman Deadline (21/8/2019), Kevin Fiege, bos besar Marvel Studios (anak perusahaan Disney), menginginkan pembagian yang lebih besar.

Alasannya karena Marvel dengan MCU-nya berperan besar mendongkrak pendapatan film Spider-Man: Far From Home di seluruh dunia.

Menurut catatan Box Office Mojo, film solo kedua Spider-Man yang menghabiskan bujet AS$160 juta itu total mendapat AS$1,11 miliar dari seluruh dunia.

Ini menahbiskan Far From Home sebagai waralaba Spider-Man terlaris milik Sony mengalahkan lima film versi live-action terdahulu.

Pada skema kerja sama sebelumnya, Marvel hanya menerima sekitar 5% dari hasil keuntungan kotor yang diterima dari dua film solo Spider-Man.

Kini mereka datang membawa proposal pembagian yang sama rata alias 50:50, baik dalam hal menanggung ongkos produksi, juga bagi hasil keuntungan, dalam produksi film Spider-Man berikutnya.

Skema yang diajukan Feige terang saja bersambut penolakan dari Thomas Rothman (Pemilik Sony Pictures Motion Picture Group) dan Tony Vinciquerra (Direktur Utama Sony Pictures).

Pasalnya Sony selama ini sudah mengalirkan seluruh keuntungan dari hasil penjualan merchandise terkait Spider-Man ke kantong Disney yang nilainya hingga ratusan juta dolar.

Sementara Sony, dilansir Hollywood Reporter, mendapatkan royalti sebesar AS$30 juta dari Disney atas penggunaan Spider-Man dalam MCU.

“Tentu saja kami kecewa dengan perpisahan ini. Pun demikian, kami menghormati keputusan Disney yang tidak ingin melanjutkan ketelibatannya dalam film Spider-Man berikutnya. Feige adalah orang yang luar biasa dan kami berterima kasih atas bantuannya selama ini,” ujar perwakilan Sony.

Tom Holland masih menyisakan dua kontrak film lagi sebagai pemeran Peter Parker alias Spider-Man di kubu Sony. Dan itu artinya segala pergerakannya tidak lagi berada dalam pengawasan Feige atau Marvel atau Disney.

Merasa sudah punya pijakan kreatif bersama produser Amy Pascal, meski nantinya tanpa sutradara Jon Watts yang menyatakan hengkang, pihak Sony merasa optimistis tetap bisa menangguk kesuksesan tanpa bantuan pihak luar.

Sementara jika melihat daftar film yang akan diproduksi Marvel sepanjang Phase 4, yang menghadirkan Black Widow (rilis 1 Mei 2020), The Eternals (6 November 2020), Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings (12 Februari 2021), Doctor Strange in the Multiverse of Madness (7 Mei 2021), dan Thor: Love and Thunder (5 November 2021), menyisipkan tokoh laba-laba merah ini bukanlah sesuatu yang penting.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR