Dua efek album Lemonade milik Beyonce

Beyonce Knowles saat tampil dalam ajang Super Bowl di Levi's Stadium, California, AS (7/2/2016).
Beyonce Knowles saat tampil dalam ajang Super Bowl di Levi's Stadium, California, AS (7/2/2016). | Monica M. Davey/EPA

Proyek misterius Lemonade milik Beyonce Knowles (34) ternyata sebuah album. Saat dirilis mendadak pada 23 April 2016, sang empunya album seolah menyesap limun. Terasa manis di lidah.

Saking manisnya Lemonade, orang-orang sangat berminat turut merasakannya tidak peduli lewat cara apa pun. Alhasil ada efek pahit juga yang dirasakan Beyonce.

Saat berkicau di Twitter bahwa album keenamnya tersebut telah rilis eksklusif di Tidal, layanan pengaliran musik milik sang suami, Jay-Z, linimasa langsung gempar. Itu merupakan kicauan pertama Queen Bey, julukan Beyonce, setelah puasa berkicau selama tiga tahun.

Menurut laporan Twitter (h/t Market Watch), total percakapan mengenai Lemonade lebih dari 1,8 juta kicauan dalam delapan jam pertama.

Tidak butuh waktu lama, kata kunci dengan tanda pagar (tagar) Lemonade langsung menjadi pemuncak trending topic di seluruh dunia.

Bukan saja karena faktor nama besar Beyonce yang pengikut akun Twitter-nya mencapai 14,3 juta (hingga 25/4), tapi juga karena album tersebut dipercakapkan oleh para pesohor lain semisal Kylie Jenner (pengikut akunnya 15,5 juta), Demi Lovato (35,7 juta), hingga The Weeknd (3,65 juta).

Dilansir Music Business World Wide, aplikasi Tidal langsung melonjak pengunduhnya di App Store karena orang-orang ingin secepatnya menikmati album berisi 12 lagu itu. Sehari sebelum Lemonade rilis, Tidal hanya menempati urutan ke-134 daftar aplikasi paling banyak diunduh di Amerika Serikat. Posisi Tidal pada semua kategori langsung melejit menempati urutan 10 saat Lemonade dirilis.

Khusus di kategori aplikasi musik, Tidal bahkan menempati posisi pertama di atas Pandora, GarageBand, dan Spotify. Fenomena serupa juga terjadi di Inggris. Tidal mengungguli Deezer dan Sing! Karaoke. Urutan pertama masih milik Spotify.

Tangkapan layar posisi Tidal di App Store
Tangkapan layar posisi Tidal di App Store | musicbusinessworldwide.com

Laris dibajak

Efek pahit dari perilisan Lemonade adalah larisnya album tersebut dibajak melalui layanan berbagi berkas Kick Ass Torrent (KAT) dan The Pirate Bay (TPB). Kurang dari 24 jam sejak rilis, album tersebut telah bertengger di puncak album paling banyak diunduh secara ilegal.

Ada dua berkas album Lemonade berformat MP3 yang terserak ilegal melalui TPB di kategori musik. Berkas pertama menempati posisi satu. Yang kedua ada di posisi keempat di bawah album Not Life Again (milik Lacuna Coil) dan The Essential (Elvis Presley).

Tangkapan layar posisi album Lemonade di The Pirate Bay
Tangkapan layar posisi album Lemonade di The Pirate Bay | musicbusinessworldwide.com

Setali tiga uang juga terjadi di KAT. Format MP3 album Lemonade ada di urutan teratas album paling banyak diunduh. Itu terjadi karena banyaknya seeders, istilah bagi seseorang yang mempunyai dan membagikan berkas dengan semua pengguna Torrent, album tersebut.

Dalam kurun empat jam sejak rilis, Lemonade telah memiliki 1.395 seeders. Satu versi album lainnya menempati posisi kedelapan dengan 539 seeders.

Tangkapan layar posisi album Lemonade di Kick Ass Torrent
Tangkapan layar posisi album Lemonade di Kick Ass Torrent | musicbusinessworldwide.com

Tidak ingin jumlah pembajakan albumnya semakin meluas, Beyonce dengan sigap melepas versi digital albumnya itu untuk dijual melalui iTunes. Sementara versi kemasan fisik CD dan DVD yang rilis pada 6 Mei 2016 sudah bisa dipesan melalui Amazon.

Dinukil dalam laman USA Today, album Lemonade tidak akan hadir dalam Apple Music dan layanan pengaliran musik lainnya.

Merilis album mendadak bukan kali ini saja dilakukan oleh mantan personel Destiny's Child itu. Albumnya terdahulu, Beyonce (2013), juga menggunakan cara serupa.

Tujuannya menghindari pembajak yang membocorkan isi materi album sebelum dirilis resmi ke pasaran laiknya yang terjadi pada album Rebel Heart (2015) milik Madonna.

Upaya agar tidak kecolongan sebelum waktunya memang berhasil dilakukan Beyonce. Namun meredam pembajakan setelah album tersebut rilis adalah masalah lain yang belum ditemukan solusinya. Tidak Beyonce, juga oleh siapa pun.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR