FILM HOLLYWOOD

Dukungan datang bertubi-tubi untuk James Gunn

Sutradara James Gunn menghadiri premier film Guardians of the Galaxy Vol. 2 di Tokyo, Jepang (10/4/2017).
Sutradara James Gunn menghadiri premier film Guardians of the Galaxy Vol. 2 di Tokyo, Jepang (10/4/2017). | Christopher Jue /EPA

Sineas James Gunn tak akan menyutradarai film Guardians of the Galaxy Vol. 3, yang sedianya akan tayang pada 2020. Jumat (20/7/2018), Disney memecat lelaki berusia 51 itu karena rangkaian kicauannya yang menyinggung topik sensitif seperti pedofilia, Holocaust, AIDS, dan pemerkosaan.

Kicauan itu sebetulnya ditulis oleh Gunn pada kurun 2008-2009. Baru-baru ini rangkaian tweet lamanya muncul ke permukaan, diungkit oleh akun @JackPosobiec. Ini seperti pembalasan dendam, sebab akhir-akhir ini kicauan Gunn sering menyerang kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Tak lama kemudian, Gunn menutup akun Twitter-nya, disertai permohonan maaf. “Banyak orang yang mengikuti karier saya tahu bahwa dulu saya memandang diri saya sebagai provokator, pembuat film, dan mengatakan lawakan yang tidak senonoh dan tabu,” ujar Gunn dalam kicauan yang kini tak bisa diakses.

Namun lelaki bernama lengkap James Francis Gunn, Jr. ini berkilah ia sudah menjadi pribadi yang lebih baik. Pada 2012, dua tahun sebelum film Guardians of the Galaxy pertama dirilis, Gunn sempat meminta maaf.

“Dulu saya pernah meminta maaf atas lawakan saya yang melukai orang-orang. Kicauan-kicauan itu tak merefleksikan saya yang sekarang.”

Meski Gunn sudah meminta maaf, Disney tetap memecatnya. “Sikap ofensif dan pernyataan yang ditemukan dalam feed Twitter milik James tidak dapat dibela, serta tak sesuai dengan nilai-nilai perusahaan kami. Jadi, kami memutuskan hubungan bisnis dengan James,” ujar Alan Horn, chairman Disney dalam pernyataan tertulis (20/7).

Keputusan Disney mengundang kontroversi. Beberapa kalangan hiburan mengecam aksi sepihak perusahaan tersebut. Termasuk para pemain film Guardians of the Galaxy.

Michael Rooker, pemeran Yondu, termasuk yang memberi respons paling keras. Ia langsung menghapus akun Twitter-nya.

Dilansir dari Hollywood Reporter (23/7), kicauan terakhir Rooker berbunyi, “Akun ini akan dinon-aktifkan mulai besok. Kami lelah dan marah terhadap omong kosong ini. Twitter menyebalkan dan saya tak ingin melakukan apapun di sini. Terima kasih kepada semua yang berbaik hati dan mendukung. Sampai jumpa di Instagram.”

Para pemain lain seperti Dave Bautista (pemeran Drax), Chris Pratt (Starlord), Zoe Saldana (Gamora), dan Pom Klementieff (Mantis) juga berkicau di Twitter.

Sean Gunn, pemeran Kraglin, juga turut angkat suara lewat pesan yang sangat panjang di Instagram. Dia adalah adik kandung James Gunn.

“Saya melihat James lebih terbuka hatinya daripada orang yang berpendapat bahwa ia harus ditindas masyarakat karena membuat lawakan jorok atau ofensif,” tulis Sean. “Membuat film-film Guardians membuat saya dan kakak saya menjadi pribadi yang lebih baik. Saya selalu bangga terhadap hal itu. Salam damai.”

It goes without saying that I love and support my brother James and I’m quite proud of how kind, generous, and compassionate he is with all the people in his life. Since he was a kid, it was clear he had a desire (maybe destiny) to be an artist, tell stories, find his voice through comics, films, his band. The struggle to find that voice was sometimes clunky, misguided, or downright stupid, and sometimes wonderful, moving, and hilarious. Since devoting his entire life to the Guardians movies and MCU six years ago, I’ve seen him channel that voice into his work and seen him transform from the guy who made up things to shock people. I saw firsthand as he went from worrying about “softening his edge” for a larger audience to realizing that this “edge” wasn’t as useful of a tool as he thought it was. That his gift for storytelling was something better. I saw that he was more open-hearted than the guy who thought he needed to get a rise out of people by making nasty or offensive jokes (or whatever you choose to call them—I don’t think his bluer material was ever his funniest and neither does Mom). And the best part is, this change in my brother was reflected in the change that the Guardians go through. I’ve heard my brother say many times that when Quill rallies the team with “this is our chance to give a shit”—to care—that it’s the pep talk he himself needed to hear. It’s part of what made working on the Guardians movies such a rewarding experience for the cast. We managed to find ourselves involved in a big-budget superhero movie that was, at its core, deeply personal. That’s a gift. And that’s why it’s good. This isn’t new information, by the way. It’s all stuff that James has explained many times in interviews, in more detail and more eloquently. It’s not some new spin. It’s always been part of this story. So I guess my hope is that fans continue to watch and appreciate the Guardians movies, not despite the fact that the filmmaker used to be kind of a jackass, but because of it. They are, after all, movies about discovering your best self. Working on those movies made my brother a better person, and they made me one too. I’ll always be proud of that. Peace.

A post shared by Sean Gunn (@thejudgegunn) on

Para penggemar Marvel juga melancarkan protesnya dengan membuat sebuah petisi yang meminta Disney mengembalikan Gunn ke kursi sutradara Guardians of the Galaxy Vol. 3. Sejauh ini sudah ada 256 ribu orang yang menandatangani petisi tersebut.

Chandler Edwards, penggagas petisi tersebut, bersikap realistis. “Saya tahu petisi ini mungkin takkan mengubah apapun, tapi saya harap Disney menyadari kesalahannya dan tidak melakukan hal yang sama di masa depan,” tulis Edwards.

Kemungkinan, Disney memang tidak akan menjilat ludahnya sendiri dengan kembali mempekerjakan Gunn. Masalahnya, kontribusi Gunn untuk Guardians of the Galaxy sangat besar. Ia menulis dan menyutradarai dua film pertama.

Naskah untuk Guardians of the Galaxy Vol. 3 juga sudah diajukan oleh lelaki kelahiran Missouri itu pada bulan Juni. Sementara, syuting akan dimulai awal tahun 2019. Rencananya, film ini akan ditayangkan pada 2020.

Jika Disney tak jadi mengembalikan Gunn ke kursi sutradara, siapa yang akan menggarap Guardians of the Galaxy Volume 3?

Beberapa penggemar MCU menganggap Taika Waititi adalah orang yang paling pas untuk menggantikan Gunn. Alasannya, mereka serupa dalam hal lawakan. Waititi berhasil mengubah film Thor yang kelam menjadi ceria dan menarik ketika menggarap Thor: Ragnarok (2017).

Anthony dan Joe Russo juga dianggap cocok melanjutkan pekerjaan Gunn. Sebab, dua bersaudara ini pernah mengarahkan para pemain Guardians of the Galaxy dalam film Avengers: Infinity War (2018).

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR