KRITIK FILM

Dumbo menurut kritikus

Sebuah adegan dalam film Dumbo versi live action, yang dirilis di Indonesia sejak Rabu (27/3/2019).
Sebuah adegan dalam film Dumbo versi live action, yang dirilis di Indonesia sejak Rabu (27/3/2019). | Disney

Dumbo telah tayang di Indonesia sejak Rabu (27/3/2019). Film garapan sutradara Tim Burton ini adalah versi live action dari film berjudul sama yang dirilis pada 1941.

Dumbo versi baru mengikuti jejak Maleficent (2014), Jungle Book (2016), dan Beauty and the Beast (2017), sebagai film live action yang berasal dari kisah animasi Disney klasik. Ketiga film itu cenderung direspons positif oleh kritikus. Bagaimana dengan Dumbo?

Ternyata, Dumbo diponten merah oleh para kritikus. Saat artikel ini ditulis, angka Tomatometer Dumbo di situs pengepul ulasan Rotten Tomatoes hanya 52 persen dengan nilai rata-rata 5,76 dari 10 poin. Dari 82 ulasan, ada 39 yang bernada negatif.

Dumbo mencapai titik tinggi karena bakat visual Tim Burton, tapi ‘kanvasnya’ kepenuhan dan punya cerita yang berlebihan, membuat remake live action ini tak menakjubkan, dan lebih seperti pekerjaan biasa,” tulis Rotten dalam konsensus kritiknya.

Salah satu kritikus menganggap Burton bekerja tak maksimal, tapi bukan sepenuhnya merupakan kesalahan sutradara Batman Returns (1992) itu.

“Kecantikan film Dumbo tak berasal dari temanya, tapi kostum, tata rias, dan desain produksi yang luar biasa,” tulis Oliver Jones dari Observer.com. Ia menganggap gaya Burton yang menggunakan kamera dengan lensa anamorphic sangat cocok dengan adegan saat Dumbo terbang.

“Selain itu, Dumbo sangat standar, dengan perusahaan yang mendikte Burton, tidak sebaliknya,” lanjut Jones. Perusahaan yang ia maksud, tak lain adalah Disney.

Peter Travers dari Rolling Stones punya anggapan serupa. “Dumbo mungkin merupakan karya Burton yang paling ‘manis’, tapi juga paling ‘aman’,” tulis Travers.

Burton dikenal sebagai penggarap film dengan tema yang gelap, cenderung bergaya gothic. Sebut saja Batman (1989), Beetlejuice (1988), Edward Scissorhands (1990), Ed Wood (1994), The Nightmare Before Christmas (1993), dan Sweeney Todd: The Demon Barber of Fleet Street (2007).

Hal itu tampaknya tak begitu cocok dengan apa yang diinginkan oleh Disney; perusahaan yang dikenal dengan produk-produk ramah anak.

Setidaknya, Dumbo dipuji karena karakter sang gajah bertelinga lebar digambar dengan bagus oleh desainer karakter Michael Kutsche.

“Dumbo hasil rekaan komputer ini sangat imut dan luar biasa secara teknis, ia mencuri perhatian dalam setiap adegan. Apa yang dilakukan Kutsche dalam hal pergerakan mata dan ekspresi wajah telah menetapkan standar baru,” tulis Travers.

Hal serupa dinyatakan oleh Ciaran Kerr dari FilmBunkers.com. “Rentang ekspresi yang ditampilkan oleh gajah ini patut dipuji, sepanjang film saya ingin memeluknya,” tulis Kerr. Sebaliknya, karakter para manusia dipandang biasa saja.

“Karakter manusia dalam film ini cukup menarik, tapi memang tak harus kompleks. Ini jadi obyek kritikan, tapi saya rasa kedalaman karakter tak terlalu dibutuhkan untuk film semacam ini,” tulis Kerr.

Dengan segala kelemahannya, Dumbo tetap sebuah film Disney yang punya satu misi: menghibur penontonnya. “Meski segala sesuatunya cukup berbau Disney, sangat menyenangkan bisa melihat Tim Burton mengerjakan karyanya yang ajaib sekaligus punya nilai realisme,” puji Kerr.

Dumbo berkisah mengenai sisi menakutkan dari dunia sirkus. Pemilik sirkus Max Medici (diperankan Danny DeVito) meminta Holt Farrier (Colin Farrell) dan kedua anaknya, Milly (Nico Parker) dan Joe (Finley Hobbins) untuk mengurus Dumbo, seekor gajah cilik yang ditertawakan karena telinganya yang kebesaran.

Ketika mereka tahu bahwa Dumbo bisa terbang, sirkus yang tadinya sepi mendadak ramai pengunjung. Seorang pengusaha bernama V.A. Vandevere (Michael Keaton) pun ingin merekrut Dumbo untuk masuk ke dalam taman hiburan terbarunya, Dreamland.

Dumbo beraksi di Dreamland bersama seorang seniman udara bernama Collete Marchant (Eva Green). Tadinya semua baik-baik saja, hingga Holt menemukan rahasia menakutkan yang berada di dalam Dreamland.

Dumbo Official Trailer /Walt Disney Studios
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR