FESTIVAL FILM

Edisi ke-6 Film Musik Makan digelar 9 Maret 2019

Adegan dalam film Rising From Silence yang menjadi salah satu pengisi acara Film Musik Makan 2019.
Adegan dalam film Rising From Silence yang menjadi salah satu pengisi acara Film Musik Makan 2019. | Kolektif Film

Untuk keenam kalinya, acara Film Musik Makan kembali digelar. Seperti namanya, festival yang diadakan oleh Kolektif di GoetheHaus, Jakarta Pusat pada 9 Maret ini menampilkan sederet film, acara musik, dan berbagai stand kuliner.

Film-film yang tayang adalah film yang tak mengikuti arus utama. Istilahnya, film festival. Jenisnya beragam, dari film pendek, film panjang, fiksi, dan dokumenter.

“Film Musik Makan kita buat untuk memberikan ruang kepada teman-teman untuk selalu mencoba baik film panjang maupun film pendek yang mana selalu ada slot-slotnya sendiri. Itu juga dalam perkembangannya banyak yang bisnisnya makanan, kenapa tidak,” ujar Inisiator Film Musik Makan, Meiska Taurisia kepada Gatra (8/2).

Seperti tahun lalu, film pendek masih jadi menu utama dalam Film Musik Makan 2019. Dilansir dari rilis pers yang diterima Beritagar.id pada Jumat (1/3/2019), beberapa film pendek akan ditampilkan secara berurutan.

Kompilasi itu terdiri dari rentetan film-film yang berjaya di berbagai festival; Kado dari sutradara Aditya Ahmad (Pemenang Venice International Film Festival dan Singapore International Film Festival 2018), Ballad of Blood and Two White Buckets dari Yosep Anggi Noen (Official Selection Toronto International Film Festival 2018), dan Kembalilah dengan Tenang karya Reza Fahriyansyah yang masih hangat sebagai Official Selection Clermont-Ferrand Film Festival 2019 ini.

Film Woo Woo karya Ismail Basbeth juga akan diputar perdana. Penayangan Woo Woo akan “sepaket” dengan Dan Kembali Bermimpi karya Jason Iskandar.

Tak hanya dua film itu yang tayang perdana di Film Musik Makan. Omnibus dari tiga sutradara Asia berjudul Three Folds Mirror: Journey akan hadir untuk tayang perdana di Jakarta. Tiga sineas itu adalah Degena Yun (Tiongkok), Daishi Matsunaga (Jepang) dan Edwin (Indonesia).

Filmnya Edwin berjudul “Variable No. 3”. Pemerannya adalah Oka Antara, Agni Pratistha dan Nicholas Saputra.

Sebagai omnibus (kumpulan beberapa film pendek dalam satu film panjang), Three Folds Mirror: Journey memiliki satu tema besar yaitu perjalanan.

Film panjang juga ada yang tayang perdana di Film Musik Makan yaitu Kisah Dua Jendela garapan sutradara Paul Agusta. Film ini dibintangi oleh Dinda Kanyadewi, Khiva Iskak, Joko Anwar, Djenar Maesa Ayu, Agnes Naomi, dan Tadelesh Ilham.

Beralih ke dokumenter, ada Rising From Silence dari sutradara Shalahudin Siregar. Yang diangkat adalah kisah paduan suara Dialita (kepanjangan dari Di Atas Lima Puluh Tahun), kelompok vokal yang terdiri dari penyintas, eks-tahanan politik, dan keluarga korban Tragedi 1965 di Indonesia.

Film ini memenangi Best Short Documentary Freedom Film Festival 2018 dan Piala Citra untuk Film Pendek Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia 2018.

Dialita akan tampil dalam Film Musik Makan. Mereka siap menyanyikan lagu-lagu yang sebagian dikarang di balik jeruji besi penjara. Setelah tampil, film Rising From Silence diputar, lalu disusul diskusi dengan pembuat film dan para anggota Dialita.

Bagian “makan” dari Film Musik Makan diramaikan oleh Lapak Makan Sineas. Kali ini akan hadir Nasi Pedes Cipete, Roast Beef iponxonik, dan juga Kata Kopi. Sebagian dimiliki para pelaku film, contohnya Nasi Pedes Cipete yang dimiliki Lola Amaria.

Selain memutar film, musik, dan makan, acara ini juga diramaikan diskusi dengan topik Film Pendek, Masa Depan Sineas dan Sinema Indonesia bersama dua produser film Indonesia kenamaan yaitu Ifa Isfansyah dan Meiske Taurisia.

Untuk menikmati seluruh rangkaian acara Film Musik Makan 2019, ada biaya berupa tiket donasi sejumlah Rp200 ribu dengan bonus merchandise.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR