PENGHARGAAN FILM

Empat kejutan dalam Golden Globe ke-76

Orang-orang yang terlibat dalam Bohemian Rhapsody, dari kiri ke kanan: Jim Beach, Roger Taylor, dan Brian May dari Queen, aktor utama Rami Malek, produser Graham King, dan aktor pendukung Mike Myers berpose dengan piala mereka setelah memenangi Golden Globe kategori Film Drama Terbaik di California, Amerika Serikat (6/1/2019).
Orang-orang yang terlibat dalam Bohemian Rhapsody, dari kiri ke kanan: Jim Beach, Roger Taylor, dan Brian May dari Queen, aktor utama Rami Malek, produser Graham King, dan aktor pendukung Mike Myers berpose dengan piala mereka setelah memenangi Golden Globe kategori Film Drama Terbaik di California, Amerika Serikat (6/1/2019). | Mike Nelson /EPA-EFE

Golden Globe ke-76 telah selesai digelar pada Minggu malam (6/1/2019) di Beverly Hills, California, Amerika Serikat. Laiknya acara besar lain seperti Oscar dan Grammy, ada beberapa kejutan yang muncul dalam Golden Globe tahun ini. Inilah beberapa di antaranya.

Kemenangan mengejutkan Bohemian Rhapsody

Film yang mengangkat kisah vokalis Queen, Freddie Mercury, ini berhasil memenangi kategori Film Drama Terbaik. Ini mengejutkan, sebab mereka bisa mengalahkan unggulan seperti A Star is Born dan If Beale Street Could Talk.

Di mata kritikus, Bohemian Rhapsody dipandang biasa saja. Rating-nya di Rotten Tomatoes hanya 62 persen, dengan nilai rata-rata 6,1 dari 10 poin. Bandingkan dengan A Star is Born (90 persen) dan If Beale Street Could Talk (94 persen).

Meski ulasan buruk menerpa Bohemian Rhapsody, penampilan Malek sebagai mendiang Freddie Mercury (1946-1991) relatif disukai para kritikus. Ia mampu menghidupkan almarhum yang dikenal sebagai vokalis flamboyan nan energetik di atas panggung. Tak heran jika Malek memenangi Aktor Drama Terbaik dalam Golden Globe tadi malam.

Faktor lain yang membuat kesuksesan Bohemian Rhapsody dianggap mengejutkan adalah proses produksi yang sangat bermasalah.

Konon, sutradara Bryan Singer berseteru dengan Malek. Akhirnya, 20th Century Fox memecat Singer, meski yang bersangkutan tetap tertulis sebagai sutradara. Nama Singer tambah buruk setelah ia dikaitkan dengan kasus pelecehan seksual.

Dalam pidato kemenangannya, produser Graham King sama sekali tak pernah menyebut nama Singer. Demikian juga Malek, saat ia memenangi kategori Aktor Drama Terbaik.

Green Book juga mengejutkan

Kemenangan mengejutkan tak hanya dialami Bohemian Rhapsody. Film Green Book yang memenangi kategori Film Musikal/Komedi Terbaik juga tak disangka-sangka.

Seperti The Guardian yang menulis di judul artikelnya, “Golden Globe 2019: kemenangan meragukan Bohemian Rhapsody dan Green Book.” Atau, CNN yang menulis, “Golden Globes memenangkan Bohemian Rhapsody dan Green Book dalam malam yang penuh kejutan.”

Green Book mengalahkan Vice yang dinominasikan dalam enam nominasi; nomine terbanyak dalam penyelenggaraan Golden Globe tahun ini. Sebenarnya, kemenangan film garapan sutradara Peter Farrelly ini tak mengherankan.

Di Amerika Serikat, isu rasialisme semakin mencuat ke permukaan setelah pemerintahan Presiden Donald Trump. Green Book adalah kisah mengenai persahabatan dua lelaki beda ras dan status sosial pada 1960-an.

Tony Lip (Viggo Mortensen) adalah seorang Amerika keturunan Italia penghuni daerah kumuh Bronx di kota New York. Ia dipekerjakan sebagai sopir Dr. Don Shirley (Mahershala Ali), seorang pianis kulit hitam kelas dunia yang ingin konser ke daerah Selatan AS; sebagian warganya dikenal masih sangat rasis pada 1960-an.

Selain harus menyampingkan berbagai perbedaan, Tony dan Don harus bergantung pada “Buku Hijau” untuk membuat perjalanan yang lebih aman bagi seorang Afrika-Amerika.

Green Book - Official Trailer [HD] /Universal Pictures

Christian Bale mengucapkan terima kasih pada setan

“Terima kasih kepada setan yang memberiku inspirasi dalam memainkan peran ini,” ujar Christian Bale di atas panggung Golden Globe setelah memenangi kategori Aktor Komedi/Musikal Terbaik untuk perannya sebagai Richard Bruce “Dick” Cheney, Wakil Presiden ke-46 Amerika Serikat (AS) dalam film Vice.

Pidato kemenangan Bale ini menyinggung Cheney dan politisi konservatif lainnya, yang kadang menggunakan agama sebagai tunggangan.

Bale memenangi Golden Globe karena totalitas aktingnya. Dalam Vice, ie terlihat mirip dengan Cheney saat si politisi menjabat Wapres AS kurun 2001-2019. Terutama dari segi fisik, agak botak dengan rambut samping sudah beruban, berkacamata dengan kawat tipis, gemuk, dan memiliki tatapan dingin.

Aktor berusia 44 ini memang kerap bertransformasi fisik dalam tiap filmnya. Selain jadi gemuk, Bale pernah berbadan kurus kering saat memerani seorang penderita insomnia tingkat akut dalam The Machinist (2004). Ia juga pernah berotot kencang sebagai Batman dalam Batman Begins (2005) dan dua sekuelnya.

Sandra Oh catat sejarah

Jarang-jarang ada aktris berdarah Asia yang mencatat sejarah di Hollywood, khususnya ajang sekelas Golden Globe. Sekali Sandra Oh (47) melakukannya, ia mencatat dua pencapaian sekaligus.

Perempuan keturunan Korea ini jadi orang berdarah Asia pertama yang membawa acara malam puncak Golden Globe. Oh juga jadi wanita Asia pertama yang memenangi Aktris Drama Televisi Terbaik lewat perannya dalam serial misteri Killing Eve.

“Ada dua orang yang saya sangat syukuri keberadaannya di sini, malam ini. Umma, Appa,” ujar Oh di atas panggung, memanggil kedua orangtuanya yang ada di kursi penonton. Lantas ia menyatakan cintanya pada mereka, dalam bahasa Korea.

Killing Eve | BBC Three Trailer /BBC Three
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR