PIALA OSCAR

Empat momen menarik dari Oscar 2019

Para aktor pemenang Oscar berpose dalam ruang pers di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Minggu (24/2/2019). Kiri ke kanan: Rami Malek (Aktor Terbaik, film Bohemian Rhapsody), Olivia Colman (Aktris Terbaik, The Favourite), Regina King (Aktris Pendukung Terbaik, If Beale Street Could Talk) dan Mahershala Ali (Aktor Pendukung Terbaik, Green Book).
Para aktor pemenang Oscar berpose dalam ruang pers di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Minggu (24/2/2019). Kiri ke kanan: Rami Malek (Aktor Terbaik, film Bohemian Rhapsody), Olivia Colman (Aktris Terbaik, The Favourite), Regina King (Aktris Pendukung Terbaik, If Beale Street Could Talk) dan Mahershala Ali (Aktor Pendukung Terbaik, Green Book). | Etienne Laurent /EPA-EFE

Oscar 2019 akhirnya sukses terlaksana di Dolby Theatre, Los Angeles, Amerika Serikat, pada Minggu (24/2/2019). Inilah momen-momen menarik dalam ajang penghargaan bagi insan Hollywood itu.

Dibuka oleh Queen

Ada yang beda dalam ajang dengan nama resmi Academy Awards ke-91 ini. Untuk pertama kalinya sejak 1989, Oscar diadakan tanpa pembawa acara. Sebab, aktor Kevin Hart mundur, karena kontroversi akibat kicauan lamanya yang menyinggung kaum LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan trans-seksual).

Biasanya, pembawa acara membuka Oscar dengan monolog. Kini, band rock legendaris Queen yang bertugas sebagai pembuka.

Mercury memang sudah tiada, tapi masih ada gitaris Brian May dan penabuh drum Roger Taylor -- pemain bass John Deacon sudah pensiun. Dengan anggota tambahan Adam Lambert sebagai pengganti Mercury, Queen menyanyikan “We Will Rock You” dan “We Are the Champions” di hadapan para bintang tamu Oscar 2019.

Momen penampilan Queen ini pas, sebab Bohemian Rhapsody yang mengisahkan kehidupan vokalis Freddie Mercury jadi nomine film terbaik meski akhirnya kalah.

Setidaknya, Rami Malek sebagai pemeran Mercury berhasil jadi Aktor Terbaik. Bohemian Rhapsody juga memenangi kategori Penyunting Suara, Mixing Suara, dan Penyunting Terbaik. Dengan empat Oscar, Bohemian Rhapsody juga jadi pemenang terbanyak tahun ini.

Kemenangan Green Book jadi kejutan

Jika ditilik dari jumlah nomine, Roma dan The Favourite layak jadi favorit. Keduanya dinominasikan dalam 10 kategori dan bertempur dalam nyaris semua kategori penting. Yaitu Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Naskah Orisinal Terbaik, Aktris Terbaik, dan Aktris Pendukung Terbaik.

Nyatanya, yang memenangi Film Terbaik adalah Green Book. Tak hanya itu, Mahershala Ali menjadi Aktor Pendukung Terbaik. Penulis Nick Vallelonga, Brian Currie & Peter Farrelly juga mendapat Oscar kategori Naskah Orisinal Terbaik.

Kejutan ini adalah yang kedua. Sebelumnya, Green Book memenangi kategori Film Musikal/Komedi Terbaik di Golden Globe, yang juga tak disangka-sangka.

Green Book adalah kisah yang diangkat dari cerita nyata mengenai persahabatan dua lelaki beda ras dan status sosial pada 1960-an. Tony Lip (Viggo Mortensen) adalah seorang Amerika keturunan Italia penghuni daerah kumuh Bronx di kota New York.

Ia dipekerjakan sebagai sopir Dr. Don Shirley (Mahershala Ali), seorang pianis kulit hitam kelas dunia yang ingin konser ke daerah Selatan AS; sebagian warganya dikenal masih sangat rasis pada 1960-an.

Selain harus mengesampingkan berbagai perbedaan, Tony dan Don harus bergantung pada “Buku Hijau” untuk membuat perjalanan yang lebih aman bagi seorang Afrika-Amerika.

Roma ikuti jejak Crouching Tiger Hidden Dragon

Roma luar biasa. Film besutan sutradara Alfonso Cuaron ini menyamai prestasi Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000) yang dinominasikan dalam 10 kategori dan memecahkan rekor sebagai film berbahasa non-Inggris dengan jumlah nomine terbanyak, termasuk kategori Film Terbaik.

Namun, Roma juga mengulang kegagalan film berbahasa Mandarin itu yang cuma memenangi Film Berbahasa Asing Terbaik, tapi gagal menjadi Film Terbaik.

Setidaknya, Cuaron masih bisa membawa pulang dua piala sekaligus untuk kategori Sutradara Terbaik dan Sinematografi Terbaik. Ini jadi sejarah tersendiri, sebelumnya tak ada orang yang menang dua kategori tersebut dalam film yang sama.

Pidato Spike Lee

Untuk pertama kalinya, sineas Spike Lee dapat Oscar. Ia memperoleh piala berwarna emas itu sebagai Penulis Naskah Adaptasi Terbaik lewat film BlacKkKlansman. Di depan panggung, Lee yang juga aktivis untuk hak-hak kaum minoritas kulit hitam itu berpidato.

Ia bicara betapa Februari menjadi Bulan Sejarah Kulit Hitam di AS. “Februari, tahun 1619. Sudah 400 tahun nenek moyang kami diculik dari Afrika Utara dan dibawa ke Jamestown, Virginia untuk dijadikan budak,” ujar Lee.

Lee juga bicara soal politik. “Pemilihan presiden tahun 2020 telah dekat. Mari kita semua bergerak, ke arah sisi sejarah yang benar, membuat pilihan moral antara cinta melawan kebencian,” tutup Lee, disambut tepuk tangan panjang dari hadirin.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR