FFI 2016 hadirkan kategori lagu tema film terbaik

Lukman Sardi (kiri) menjabat sebagai Ketua Pelaksana FFI 2016
Lukman Sardi (kiri) menjabat sebagai Ketua Pelaksana FFI 2016 | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Festival Film Indonesia (FFI) yang bakal berlangsung November 2016 bukan sekadar mengusung tema restorasi, tapi juga mengembuskan angin perubahan yang telah lama dinantikan. Salah satunya penambahan kategori baru, yaitu lagu tema film terbaik.

FFI sebagai ajang penghargaan tertinggi bagi para pekerja film di tanah air berlangsung sejak 1955. Walau telah melebihi setengah abad, acara ini belum pernah diisi kategori lagu tema film atau original song alias soundtrack.

Hanya kategori penata suara terbaik (best sound) dan penata musik terbaik (original score) yang tersedia. "Karena itu kami tambahkan kategori best soundtrack mulai tahun ini. Mengapa kami tidak menggabungkannya? Karena scoring dan soundtrack berbeda," kata Lukman Sardi, aktor yang dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana FFI 2016, dalam temu media di Kembang Goela, Plaza Sentral Parking Lot, Jakarta Pusat, Kamis (21/7/2016).

Mengenai perbedaan scoring dan soundtrack, Tya Subiakto (37), penata musik film Rudy Habibie, punya jawabannya. "Film scoring itu musik yang digunakan dalam sebuah film. Kalau soundtrack adalah musik yang digunakan dalam sebuah film juga tapi lebih menitikberatkan dalam promosi sebuah film."

Sekadar pengingat, maestro biola Idris Sardi, ayah Lukman, adalah pemenang 10 Piala Citra dalam kategori penata musik terbaik. Rekor tersebut masih bertahan hingga sekarang.

Kealpaan kategori lagu tema film dalam FFI menyebabkan "Badai Pasti Berlalu" lantunan Berlian Hutauruk (dari film Badai Pasti Berlalu - rilis 1977), Galih dan Ratna ciptaan Guruh Soekarno Putra dan Eddy S. Iskandar yang ditariksuarakan Chrisye (Gita Cinta Dari SMA - 1979), atau "Laskar Pelangi" dari Nidji (Laskar Pelangi - 2006) tidak pernah membawa pulang Piala Citra.

Ibaratnya FFI selama ini menafikan peran lagu tema film yang menyumbang unsur penting. Lagu-lagu tema yang baik tidak hanya menggenang dalam ingatan penonton, tapi juga memberi nyawa pada sebuah film.

Bagi sineas Nia Dinata yang bersiap meluncurkan film drama musikal Ini Kisah Tiga Dara, kedudukan musik atau lagu setara dengan naskah bagus, sutradara yang kece, dan para pemain andal lagi berkarakter.

Contohnya lagu "When You Believe" dari Whitney Houston dan Mariah Carey dalam film animasi The Prince of Egypt (1998). Atau alunan suara Common dan John Legend yang menghiasi film Selma (2014) lewat "Glory". Antara lagu dan film saling bersinergi mengimpresi penonton.

Wajar jika Academy Awards alias Piala Oscar, yang berusaha ditiru FFI, telah memasukkan kategori best original song sejak 1934. Sekitar lima tahun berselang penyelenggaraan perdana.

Gugatan terhadap kealpaan pihak FFI memberikan tempat untuk kategori lagu tema terbaik telah lama mengapung. Pada penyelenggaraan 2014, pertanyaan serupa muncul kembali. Christine Hakim yang kala itu menjabat sebagai juru bicara FFI menganggap kategori tersebut patut jadi pertimbangan pihaknya.

Kehadiran kategori lagu tema terbaik baru terwujud pada penyelenggaraan tahun ini yang akan berlangsung di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. "Perihal tanggal acara juga stasiun televisi mana yang akan menyiarkan FFI 2016 masih kami diskusikan," tutup Lukman.

BACA JUGA