Film Bangkit! berbiaya Rp12 miliar ingin gebrak perfilman Indonesia

Vino G Bastian (kiri) dan Putri Ayudya bermain sebagai pasutri dalam film Bangkit!
Vino G Bastian (kiri) dan Putri Ayudya bermain sebagai pasutri dalam film Bangkit! | Facebook.com/kaningapictures

Berbagai film Indonesia yang rilis di pasaran menuntut sineas untuk menyuguhkan sajian berbeda. Oreima Films dan Kaninga Pictures yang selama ini memproduksi film bergenre drama romantis ingin menggebrak lewat film bertajuk Bangkit! yang disutradarai Rako Prijanto.

Disebut sebuah gebrakan karena Bangkit! adalah proyek ambisius yang menyuguhkan disaster movie (film bertema bencana) pertama produksi Indonesia. Alkisah kota Jakarta dikepung banjir besar dan derita para warga berlanjut dengan gempa bumi dahsyat.

Untuk dapat menggambarkan adegan tersebut secara nyata kepada penonton, Rako dan tim produksi menggunakan computer-generated imagery (CGI). Teknologi CGI adalah jamak dalam berbagai film bertema disaster movie di Hollywood, Amerika Serikat (AS). Misalnya San Andreas (2015), The Day After Tomorrow (2004), atau Armageddon (1998) adalah contohnya.

Sangat jarang, jika tidak mau disebut nihil, topik film seperti ini digarap oleh sineas tanah air karena menghabiskan banyak waktu dan ongkos produksi. Kebanyakan film Indonesia menceritakan kisah pascabencana, bukan menampilkan bagaimana bencana tersebut datang dan terjadi.

Khusus untuk menggarap Bangkit!, total dana yang harus dikeluarkan mencapai Rp12 miliar. Proses syuting juga memakan waktu 100 hari. Rerata satu film Indonesia menghabiskan biaya 6-8 milar rupiah.

"Ini film biayanya besar. Film termahal dari Oreima Films. Karena kita melibatkan banyak orang. Total hampir 800 orang secara keseluruhan," kata produser Reza Hidayat dilansir Warta Kota (28/5/2016).

Menurut penuturan Rako (43) kepada Kompas.com, untuk sebuah adegan saja butuh perpindahan empat hingga lima lokasi. "Memang Cukup berat. Namun, setelah saya jelaskan melalui story board semua bisa menerima dan siap bekerja sama," urainya.

Vino G Bastian yang memerankan Addri, anggota Badan SAR Nasional (Basarnas), mengaku bekerja ekstra keras demi film ini. Dia bahkan dilatih khusus oleh Korps Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara, instruktur Basarnas.

"Supaya aksi penyelamatan sesuai dengan koridor umumnya," ungkap Vino soal latihannya dengan Paskhas dinukil dalam laman Pikiran Rakyat.

Setali tiga uang dengan Vino, aktris Putri Ayudya yang memainkan Indri (istri Addri) mengaku kehabisan tenaga selama syuting film ini. Namun mereka berdua merasa senang dan tertantang ketika dilibatkan.

Latihan keras dan intensif yang dilakoni Vino serta deretan pemain lainnya dalam film ini digabungkan dengan penggunaan efek CGI. Sebanyak 75 persen tampilan dalam Bangkit! menggunakan efek visual.

Semua proses pembuatan CGI tersebut digarap seniman efek spesial Indonesia yang telah berpengalaman menggarap produksi film sejenis di dalam dan luar negeri. Pun demikian, tim pekerja CGI di balik film ini yang diwakili Raiyan Laksamana optimistis suguhan mereka tidak kalah dengan produksi Hollywood.

"Kuncinya ada pada praproduksi yang baik. Di film ini, sudah sejak awal tim efek visual dilibatkan. Itu bedanya dengan film Indonesia lain," ungkap Riayan.

Film Bangkit! yang juga menghadirkan Acha Septriasa dan Deva Mahendra dijadwalkan tayang mulai 28 Juli 2016.

BACA JUGA