FILM INDONESIA

Film Gatotkaca jadi pembuka Jagad Satria Dewa

Dari kiri ke kanan: Charles Gozali, Chris Lie, tokoh Gatotkaca, Rene Ishak, dan Cecep Arif Rahman berpose di panggung dalam acara konferensi pers Jagad Satria Dewa di Ballroom XXI Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).
Dari kiri ke kanan: Charles Gozali, Chris Lie, tokoh Gatotkaca, Rene Ishak, dan Cecep Arif Rahman berpose di panggung dalam acara konferensi pers Jagad Satria Dewa di Ballroom XXI Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Sebuah waralaba baru telah lahir di Indonesia. Satria Dewa Studio yang digawangi oleh produser Rene Ishak telah menyiapkan sebuah properti intelektual (intellectual property/IP) bernama Jagad Satria Dewa.

Seperti Marvel Cinematic Universe yang sudah berisi puluhan film-film pahlawan super Iron Man (2008), The Avengers (2012), dan Guardians of the Galaxy (2014), Jagad Satria Dewa akan berisi beberapa film yang mengangkat berbagai kisah superhero asli Indonesia.

Total akan ada delapan film; dimulai dari Satria Dewa: Gatotkaca yang diharapkan akan tayang pada kuartal pertama 2020. Tiap judul mengangkat satu tokoh wayang, dan dirilis setiap tahun.

Satria Dewa: Gatotkaca akan diikuti oleh Arjuna, Yudhistira, lalu sebuah event movie berjudul Bharatayuda, disambung lagi dengan film soal tokoh Bima, Nakula Sadewa, dan Srikandi.

Jagad Satria Dewa akan diakhiri oleh Battle of Kurukshetra. Dalam dunia pewayangan, Kurukshetra (kerap disebut “Kurusetra”) adalah tempat berlangsungnya kisah sentral dalam wiracarita Mahabharata, yaitu perang besar antara Kurawa dan Pandawa.

Kurukshetra itu seperti Avengers: End Game,” ujar Rene kepada Beritagar.id usai konferensi pers di Ballroom XXI Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).

Delapan film ini akan menghabiskan ratusan miliar rupiah. Rene dan kawan-kawan mencoba menyiapkan ekosistem IP sematang mungkin.

Mereka menyebutnya 360 Degree Ecosystem, dengan delapan ekosistem yaitu: situs internet, komik daring dan komik cetak edisi terbatas, gim untuk gawai, merchandise, on ground activation (menempatkan patung raksasa Gatotkaca di Mall Pacific Place, Jakarta Selatan), serial televisi yang membahas Kurawa, delapan film layar lebar, dan taman hiburan.

Dalam Ballroom XXI Djakarta Theatre, Satria Dewa Studio menampilkan beberapa barang yang kelak akan dijual sebagai merchandise. Ada helm motor, jaket, arloji, pakaian anak-anak, dan sebagainya.

Baju-baju yang dijual sebagai merchandise Jagad Satria Dewa dipajang dalam acara di Ballroom XXI Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019).
Baju-baju yang dijual sebagai merchandise Jagad Satria Dewa dipajang dalam acara di Ballroom XXI Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2019). | Indra Rosalia /Beritagar.id

Konsep seni untuk kostum, desain karakter, senjata, dan tetek bengek lainnya disiapkan oleh Caravan Studio. Mereka pernah mengerjakan proyek untuk Marvel, seri Transformers, Lego, juga beberapa karya lokal seperti film Wiro Sableng (2018), Dreadout (2018), Terlalu Tampan (2019), dan Gundala Putra Petir (2019).

“Belum ada film Indonesia yang memikirkan IP sejauh ini, seawal ini,” ungkap Chris Lie, concept artist dari Caravan. Chris melanjutkan, “Tantangan terbesar dari sisi desain adalah membawa karakter yang 700 tahun lalu masuk ke Indonesia, menjadi sosok yang keren dan relevan di mata milenial Indonesia saat ini.”

“Ini semua masih dalam proses tapi semua harus dipersiapkan dengan planning yang matang. Tantangan kami sangat berat. Tapi dari sedikit apa yang kami berikan hari ini, banyak hal yang bisa dipelajari bersama,” tambah Rene.

Dalam ekosistem 360 derajat itu, titik pusat utamanya adalah film layar lebar. Saat acara konferensi pers, Satria Dewa Studio menghadirkan dua video pendek sebagai teaser film Satria Dewa: Gatotkaca.

Video pertama menampilkan tokoh Gatotkaca yang bertopeng sedang latihan di sebuah ruangan. Sementara video kedua berisi pertarungan antara Gatotkaca dengan tokoh jahat di luar ruangan, lengkap dengan adegan menghancurkan mobil.

Dua video ini merupakan bagian dari film pendek berdurasi tujuh menit yang dibuat oleh sutradara Charles Gozali. Ia juga akan menyutradarai film panjang Gatotkaca kelak.

Sutradara Finding Srimulat (2013) ini sudah beberapa kali menggarap film aksi seperti Demi Dewi (2010) dan Juara (2016). Ia memang berangkat dari genre aksi, lewat sinetron Buce Li dan Elang yang mengudara di televisi pada 2000-an.

Menurut Charles, dua serial itu cukup diakui sebagai standar di Indonesia. Oleh karena itu saat terjun ke layar lebar, Charles ingin membuatnya sebagus mungkin. Ini membuatnya tak bisa menolak tawaran menggarap Satria Dewa: Gatotkaca.

“Yang jadi tantangan adalah menghadirkan film yang tak mengecewakan penontonnya,” ujar Charles. Untuk itu, Satria Dewa Studio menghadirkan Cecep Arif Rahman sebagai penata koreografi laga.

Cecep adalah pemeran tokoh antagonis dalam The Raid 2: Berandal (2014) dan sudah terjun ke dunia internasional lewat Star Wars: The Force Awakens (2016) dan John Wick 3 (2019).

Selain itu, Charles, Rene, dan Caravan Studio punya misi besar; yaitu memperkenalkan dunia wayang kepada anak-anak muda Indonesia. Mereka berharap generasi muda tak hanya mengenal superhero luar negeri, tapi juga mengenal pahlawan super lokal seperti Gatotkaca, Yudhistira, Arjuna, dan lain-lain.

“Saya punya dua anak lelaki yang masih balita. Di umur segitu, mereka tahu Batman, Superman. Bahkan, mereka sekarang ‘nyebrang’ dari DC ke Marvel,” ujar Charles, yang juga pendiri Magma Entertainment itu. “Harapan saya, mereka kenal Yudhistira dan Gatotkaca juga.”

Karena itu, ia senang dengan munculnya film pahlawan super lokal lain, seperti Gundala: Putra Petir. “Belakangan ada beberapa film superhero yang hadir. Menurut kami ini justru timing yang sangat tepat,” ungkap Charles.

Saat ini, skenario Satria Dewa: Gatotkaca tengah digodok. Pemain utama pemeran Gatotkaca pun masih dalam tahap pencarian. Dua teaser yang diperlihatkan kepada media belum tentu masuk dalam film final nanti.

“Tujuan teaser ini memberi gambaran, feel dan look dari film yang kita bikin. Belum tentu ada di film,” tutup Charles.

Teaser pertama sudah diluncurkan di Youtube pada Kamis (21/2/2019) siang. Seiring waktu berjalan, video-video berikutnya akan dirilis secara bertahap.

Satria Dewa: Gatotkaca [2020] Teaser Trailer /Tani Movies
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR