FILM INDONESIA

Film Generasi 90an: Melankolia punya empat peluru

Kerabat kerja film Generasi 90an: Melankolia produksi Visinema Pictures
Kerabat kerja film Generasi 90an: Melankolia produksi Visinema Pictures | Andi Baso Djaya/Beritagar.id

Visinema Pictures kembali memperkenalkan proyek film terbaru yang dijadwalkan rilis 2020. Tajuknya Generasi 90an: Melankolia.

Dalam jumpa pers yang berlangsung di Kantor Visinema Group, Cilandak, Jakarta Selatan (13/9/2019), hadir deretan pemain utama film tersebut.

Mereka adalah Gunawan Sudradjat (46), Frans Mohede (43), dan Amara Mohede (44) yang mewakili figur populer dari generasi 90an.

Wajah Gunawan pada eranya sering hadir mewarnai jagat sinetron di stasiun televisi swasta kita.

Sementara Frans dan Amara merupakan pasangan suami istri. Mereka tergabung dalam grup musik Lingua yang juga diperkuat Arie Widiawan.

Trio ini menghasilkan sejumlah lagu yang menjadi hit, seperti "Bila Kuingat", "Jangan Kau Henti", dan "Tak'kan Habis Cintaku".

Daftar pemain film Generasi 90an: Melankolia lainnya yang bisa dikatakan mewakili era kekinian adalah Taskya Namya (25), Aghniny Haque (22), Jennifer Coppen (18), dan Ari Irham (20).

Kehadiran para pemain tadi dilengkapi M. Irfan Ramli sebagai sutradara, Hendra Raymond di kursi produser, serta Ruben Adrian dan Angga Sasongko selaku produser eksekutif.

Bagi Angga, film ini seperti sebuah proyek eksperimen. Pasalnya sepanjang Visinema Pictures ia dirikan pada 2008, belum pernah mereka menggarap proyek film dengan pendekatan seperti Generasi 90an: Melankolia ini.

“Kami coba mengemas tiga lagu dari tiga super grup Indonesia dan buku Generasi 90an yang enggak ada ceritanya menjadi satu karya yang bercerita. Semoga ini bisa menjadi game changer,” ujar Angga.

Tiga lagu milik tiga super grup musik di Indonesia yang dimaksudkan adalah “Sephia” milik Sheila on 7, lalu “Begitu Indah” dari Padi, dan terakhir “Kirana” yang dinyanyikan Dewa.

Kehadiran tiga lagu tersebut melekat dalam tokoh yang hadir dalam film ini. Figur Sephia akan diperankan Taskya, lalu Aghniny berlakon sebagai Indah, dan Jennifer dipercaya menghidupkan sosok Kirana.

Menurut Ipang, sapaan akrab Irfan Ramli, yang juga menulis skenario film ini, kehadiran tokoh-tokoh ini adalah bukti bahwa ketiga lagu tersebut bukan sekadar berfungsi sebagai soundtrack, tapi menjadi bagian keseluruhan dari cerita.

“Akan seperti apa penerapannnya kita lihat saat filmnya nanti tayang,” tambah Ipang menyulut rasa penasaran.

Selain lagu, unsur 90an yang mewarnai film ini juga banyak diangkut dari buku Generasi 90an karangan Marchella FP, sosok di balik buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini yang juga diadaptasi menjadi film oleh Visinema Pictures.

Gambaran era 90an akan dipergunakan sebagai konsep visual dalam film ini yang nantinya menghadirkan segala bentuk fesyen, musik, properti, hingga hobi yang dulu populer pada kurun waktu tersebut.

Dalam jumpa pers sebelumnya terkait film ini dalam ajang Festival Mesin Waktu (17/8), Ipang telah menggaransi bahwa aneka barang yang ada dalam versi buku Generasi 90an akan bagian utama cerita. Lagi-lagi bukan sekadar berfungsi sebagai tempelan.

“Dari yang awalnya kami cuma berangkat dari lagu ‘Sephia’, lalu dalam prosesnya hadir ‘Begitu Indah’ dan ‘Kirana’. Tambahan lagi unsur buku Generasi 90an. Akhirnya sekarang kami punya empat pelor dalam film ini,” pungkas Angga.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR