Film Indonesia hasil adaptasi buku yang diperbincangkan

Ilustrasi film yang diadaptasi dari buku
Ilustrasi film yang diadaptasi dari buku
© Shutterstock

Kesuksesan sebuah film tak lepas dari ide para sineas untuk mendapatkan inspirasi yang bisa datang dari pengalaman pribadi atau mungkin sebuah karya sastra.

Cerita yang sukses dituangkan oleh para penulis lewat buku, tak jarang akhirnya menjadi inspirasi bagi para sineas untuk mengadaptasinya menjadi film. Tidak sedikit judul film yang dibuat berdasarkan adaptasi dari cerita pendek dan novel.

Bahkan, tak hanya sukses sebagai sebuah cerita dalam bentuk buku, cerita-cerita tersebut juga berhasil menggiring banyak penonton ketika dibungkus dalam wujud film. Berikut beberapa film Indonesia yang diadaptasi dari buku yang sukses diperbincangkan.

Ayat-Ayat Cinta

Film yang dirilis pada 2008 ini sukses masuk dalam daftar 10 film Indonesia terlaris. Film Ayat-Ayat Cinta diangkat dari novel karya Habiburrahman El-Shirazy dengan judul yang sama yang dikeluarkan pada 2004.

Kisah tentang cinta segi tiga antara Fahri (Fedi Nuril), Aisha Greimas (Rianti Cartwright), dan Maria Girgis (Carissa Puteri) berhasil meraup hingga lebih dari 3.5 juta penonton bioskop.

Selain diangkat dari novel religi best seller, film ini juga sukses berkat ceritanya yang mengangkat persoalan asmara dari sudut pandang seorang muslim.

Konflik percintaan dan drama yang membumbui film ini sukses membuat Ayat-Ayat Cinta menjadi salah satu film Indonesia yang masih ditayangkan di layar kaca dan tetap menarik perhatian pencinta film.

Filosofi Kopi

Baik penggemar buku maupun film, pasti sudah tidak asing lagi dengan Filosofi Kopi. Setelah sukses dirilis sebagai cerita pendek, cerita besutan Dewi Lestari kemudian diterjemahkan dalam wujud film pada 2015.

Meski dari segi jumlah penonton Filosofi Kopi tidak banyak menarik pengunjung bioskop, namun film ini cukup sukses menjadi perbincangan dan kini sekuelnya siap ditayangkan mulai 13 Juli 2017.

Bahkan film ini berhasil memenangi penghargaan kategori Penulis Skenario Adaptasi Terbaik dan Penyunting Gambar Terbaik di Festival Film Indonesia 2015.

Critical Eleven

Bulan Mei lalu, film Critical Eleven yang dibuat dari novel berjudul sama tayang di bioskop. Film yang berisi tentang kisah cinta antara Ale (Reza Rahadian) dan Anya (Ardinia Wirasti) ini sukses menembus 881.530 penonton.

Kisah cinta dibungkus dengan konflik dan permasalahan kehidupan yang dekat dengan keseharian berhasil membuat penonton larut terbawa emosi saat menonton film ini.

Dari beberapa testimoni penonton, tidak sedikit yang mengaku menangis selama menonton film tersebut. Ika Natassa sebagai penulis novel berhasil mengaduk-aduk emosi penonton lewat dua karakter dan kisah cinta yang ia ciptakan.

Galih & Ratna

Bagi Anda para generasi kelahiran di bawah tahun 90-an pasti tidak asing lagi dengan judul yang satu ini. Tak banyak yang tahu bahwa Galih & Ratna awalnya berangkat dari novel "Gita Cinta dari SMA" karya Edi D. Karyadi. Pada tahun 1979, novel ini kali pertama difilmkan dengan menggunakan judul yang sama, Gita Cinta dari SMA. Cerita cinta terlarang antara Galih dan Ratna sukses membuat kedua tokoh ini menjadi sosok populer pada masanya.

Ceritanya yang dekat dengan keseharian membuat kepopuleran kisah cinta lawas Galih dan Ratna tak lekang termakan waktu. Oleh karena itu, Lucky Kuswandi menulis ulang cerita tersebut dan memfilmkannya kembali dengan menghadirkan tokoh Galih dan Ratna edisi milenial yang dirilis pada Maret tahun ini.

Masih banyak film sukses lain yang diangkat dari buku, sebut saja Sang Penari yang mengadaptasi cerita novel "Ronggeng Dukuh Paruk" karya Ahmad Tohari, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka, dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

Pengalaman pribadi yang menginspirasi

Selain laris sebagai buku, film Laskar Pelangi juga berhasil menarik lebih dari 4 juta penonton. Cerita seorang anak yang kurang beruntung dan kemudian sukses mengejar mimpi selalu diterima baik di masyarakat. Selain itu, cerita Laskar Pelangi juga sangat dekat dan merefleksikan sebagian masyarakat Indonesia yang masih sulit terhadap akses pendidikan.

Selain memotivasi para penikmat karyanya untuk lari mewujudkan mimpi, di satu sisi cerita-cerita seperti ini juga menggugah sebagian orang untuk turun tangan membantu pemerataan pendidikan di Indonesia. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu pendidikan di Indonesia adalah dengan berdonasi buku agar jalur distribusi buku bisa lebih merata.

Bantu distribusi buku-buku anak ke perpustakaan-perpustakaan sekolah dasar negeri di 60 titik daerah melalui gerakan #BukuUntukIndonesia. Gerakan #BukuUntukIndonesia yang digagas oleh BCA meningkatkan pendidikan dan minat baca anak lewat jalur distribusi buku.

Salurkan donasi buku Anda melalui tautan ini. Setiap satu klik bantuan Anda akan dikonversi menjadi buku-buku pengetahuan dan cerita yang akan sangat bermanfaat bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses terhadap buku.

x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.