KRITIK FILM

Film It menurut para kritikus

Penampilan badut seram Pennywise dalam film It (2017).
Penampilan badut seram Pennywise dalam film It (2017). | Warner Bros

Film It telah mengudara di bioskop-bioskop Indonesia sejak Rabu (6/9/2017). Film ini termasuk horor yang ditunggu-tunggu. Buktinya, cuplikan pertama It di YouTube sudah ditonton lebih dari 30 juta kali.

Memiliki judul sangat sederhana, It (nama lain badut Pennywise yang jadi tokoh antagonis utama) merupakan film yang diangkat dari novel karya dedengkot horor Stephen King. Inilah sinopsis filmnya.

Kejadian-kejadian misterius menimpa sebuah kota kecil bernama Derry. Beberapa bocah setempat menghilang, menyisakan jejak berdarah. Tujuh orang anak yang biasanya menjadi korban perisakan pun bersatu untuk mengalahkan badut misterius nan jahat, gembong di balik peristiwa menakutkan itu.

Tanggapan terhadap film horor biasanya terbagi dua, antara jelek sekali atau bagus sekali. Ternyata It masuk kategori kedua. Rating Tomatometer It mencapai 90 persen di Rotten Tomatoes, dengan nilai rata-ratanya 7,3 dari 10 poin. Dari 87 ulasan yang masuk, hanya ada 9 orang yang berani melempari It dengan tomat busuk.

Rotten berkesimpulan, It adalah sebuah adaptasi bagus dari novelnya King. "Disajikan dengan bagus dan menakutkan, dengan kisah yang emosional, It melipatgandakan tingkat keseraman dari kisah klasik Stephen King, tanpa kehilangan sentuhan sama sekali," tulis staf Rotten pada konsensusnya.

Sementara di Metacritic, rating It mencapai 70 dari 100 poin, tidak beda jauh dengan nilai rata-rata di Rotten --Metascore pada Metacritic lebih mirip dengan nilai rata-rata pada Rotten, sedangkan Tomatometer hanya menghitung persentase ulasan positif dari seluruh ulasan.

Pengulas yang memberi nilai tertinggi untuk It di Metacritic adalah Peter Hartlaub dari San Francisco Gate. Ia memberi nilai 100 poin untuk film garapan Andy Muschietti itu.

Hartlaub menyatakan bahwa ada beberapa perbedaan dari film ini dengan novel King, serta miniseri televisinya yang tayang pada 1990-an. "Penonton yang sinis akan berpendapat bahwa perbedaan ini ditujukan untuk keuntungan semata."

"Namun hasil akhirnya tetap luar biasa. Tak seperti beberapa film mainstream 1,5 tahun terakhir, It patut ditunggu dan sebanding dengan hype yang muncul," tulis Hartlaub. Ia juga memuji sutradara, yang mampu memadukan elemen film ABG (anak baru gede) dengan horor.

Seperti Hartlaub, Richard Roeper dari Chicago Sun Times juga memberikan nilai 100. "Film ini berani, intensif, dijahit dengan rapi, lucu tapi jahat, dan sangat menyeramkan, menjadikannya salah satu film horor paling mengesankan," tulis Roeper, rekan mendiang kritikus film kondang Roger Ebert itu.

Roeper juga memuji sisi non-horor dari It. Terutama dari karakter anak-anak yang menjadi tokoh protagonis. Mereka merupakan anak-anak biasa dengan permasalahan masing-masing, sehingga penonton bisa merasakan empati kepada mereka dan mengerti mengapa tiap anak dekat satu sama lain.

"Kisah non-horor, pengembangan hubungan antar karakter dalam film ini sangat kuat. It bisa jadi sebuah film yang menarik hanya dengan elemen-elemen ini," tulis Roeper.

Tentu tidak semua pengulas memberi ulasan positif. Seperti Eric Henderson dari Slant. "It mencari uang dari retroisme yang sedang jadi tren, daripada menggunakan perspektif baru seperti melihat badut dari sisi berbeda."

Ia juga mencela penampilan Bill Skarsgard sebagai si badut setan Pennywise, yang dianggap tak seseram Tim Curry, aktor pemeran Pennywise dalam miniseri It.

"Ketika Curry muncul pertama kali di layar, wajahnya pertama berkesan luar biasa, lalu membuat tidak nyaman, dan pada akhirnya mengerikan. Sebaliknya, Skarsgard memulai dan mengakhiri perannya seperti persilangan peran Johnny Depp dan Helena Bonham Carter dalam Alice in Wonderland," tulis Henderson.

Sementara Lindsey Bahr dari Associated Press menyalahkan naskah yang ditulis bertiga oleh Chase Palmer, Gary Dauberman, dan Cary Fukunaga.

"It tidak membangun tensi dan rasa tegang, melainkan hanya lompat dari adegan ke adegan menyeramkan lain tanpa koneksi yang terjalin. Adegan-adegan itu seakan hanya ditumpuk begitu saja, seperti mainan yang tercampur dengan mainan lain," tulis Bahr.

IT - Official Trailer 1 /Warner Bros. Pictures
Catatan redaksi: Sebelumnya tertulis It (berarti "Itu").
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR