FILM DOKUMENTER

Film Pesantren ajak masyarakat berpartisipasi lewat tagar #BerbagiRomantikaPondok

Suasana dalam sebuah pesantren
Suasana dalam sebuah pesantren | /Akun Facebook Film Pesantren

Film adalah media yang berpotensi memiliki dampak besar. Hal ini diyakini oleh sutradara Shalahuddin “Udin” Siregar yang sedang membuat film dokumenter berjudul Pesantren.

Film yang diikutsertakan dalam acara penggalangan dana Good Pitch Indonesia 2019 ini mengajak penonton untuk menyelami kehidupan penghuni Pondok Kebon Jambu Al-Islamy, salah satu pesantren terbesar di Cirebon.

Dipimpin seorang ulama perempuan, pesantren ini merupakan sekolah dan rumah untuk 1.200 santri. Mereka dididik untuk menghargai dan mengasihi semua ciptaan Allah tanpa kecuali.

Tujuan Udin adalah mengingatkan penonton bahwa Indonesia dikenal sebagai negara dengan berbagai suku, agama, dan ras yang bisa hidup berdampingan--hal yang belakangan ini mulai diusik oleh pengaruh politik konservatif, hoaks, dan ancaman ekstremisme agama.

Saat ini, Pesantren sedang dalam proses online post-production. Rencananya, versi bioskop akan rampung pada akhir Oktober 2019.

“Kami sudah mendaftarkan Pesantren ke International Documentary Festival Amsterdam (IDFA)—festival film dokumenter terbesar di dunia. Selanjutnya, kami akan mendaftarkan Pesantren ke Sundance Film Festival dan Berlinale (The Berlin International Film Festival),” ujar Suryani Liauw, Impact Producer film Pesantren, dalam pernyataan tertulis yang diterima Beritagar.id pada Senin (16/9/2019).

Setelah itu, Pesantren akan tayang di sekolah-sekolah pada akhir 2019 atau awal 2020, diikuti diskusi interaktif siswa dengan para pembuat film. Namun, itu semua butuh biaya yang tidak sedikit.

Untuk itu, Udin mempercayakan rencana dan pelaksanaan kegiatan outreach dan impact distribution film Pesantren kepada tim BesiBerani, sebuah inisiatif interferensi sosial melalu medium film, dan Campaign.com, startup yang fokus mewadahi personal, komunitas, dan perusahaan menyuarakan perubahan positif.

Mereka mengajak masyarakat, khususnya alumni pesantren, untuk ikut serta membantu distribusi Pesantren dengan kampanye foto melalui aplikasi Campaign #ForChange yang tersedia untuk gawai Android dan iOS.

“Mari berbagi foto kenanganmu yang paling berkesan semasa menjadi santri, dan tuliskan kisahmu sebagai caption-nya,” tulis Suryani dalam kampanye dengan tagar #DamaiBisaKarenaBiasa dan #BerbagiRomantikaPondok ini.

Jika Anda membuat satu post, berarti Anda memberi sumbangan Rp10 ribu untuk membantu distribusi film Pesantren.

“Dukungan Anda memperkuat keyakinan kami bahwa kisah dan nilai dalam film ini penting untuk disebarluaskan kepada masyarakat luas, demi mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang damai,” tulis Suryani.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR