Foxtrot Six tak sekadar menjual aksi pertempuran

Oka Antara dan Chicco Jerikho berpose bersama di kantor Beritagar.id
Oka Antara dan Chicco Jerikho berpose bersama di kantor Beritagar.id | Andreas /Beritagar.id

Sejak trailer dan posternya dirilis pada Desember lalu, film Foxtrot Six sukses mencuri perhatian para penggemar film aksi di Tanah Air.

Foxtrot Six merupakan film garapan sutradara Indonesia, Randy Korompis dengan Rapid Eye Pictures sebagai rumah produksinya. Film ini merupakan debut Randy dalam industri perfilman setelah naskahnya dilirik oleh produser ternama Hollywood, Mario Kassar, yang juga produser film Rambo (1982) dan Terminator 2: Judgement Day (1991).

Keterlibatan produser Hollywood tersebut menghadirkan pengalaman baru bagi seluruh kru dan aktor yang terlibat. Hal ini diakui oleh Oka Antara dan Chicco Jerikho saat bertandang ke kantor Beritagar.id Selasa (29/1/19).

"Standar Hollywood itu sangat berbeda. Di film ini semua lebih disiplin dan profesional. Seperti jam syuting yang dibatasi hanya 12 jam per hari. Ini berguna banget untuk menjaga mood dan konsentrasi para pemain," kata Chicco.

Pengalaman yang dirasakan Chicco juga dirasakan oleh Oka. Menurutnya, film ini sangat memperhatikan hal-hal kecil dan detail. Selain itu, setiap pemeran juga didampingi tim khusus yang memperhatikan kebutuhan aktor mulai dari makanan hingga pelatihan dialek, karena percakapan dalam film menggunakan American-English.

"Skenario film ini 90 halaman, sebenarnya bisa syuting dalam waktu singkat. Tapi justru ini syuting sampai hampir 4 bulan dengan persiapan 2 bulan. Kita para pemain sangat difasilitasi, ada ahli gizi, makanan khusus, hingga pelatih dialek dan pelatih akting. Sangat mewah istilahnya," tambah Oka.

Meski bergenre action, Foxtrot Six diklaim bukan film yang hanya menjual aksi pertarungan atau tembak-tembakan.

"Jadi yang disajikan oleh Foxtrot Six bukan cuma film action yang ngandelin fighting. Banyak, full package, ada story telling ada secara action juga komplit. Ada adegan lift jatuh, ada adegan skydive, dan ada adegan gun battle saat hujan, ada man vs robot," kata Chicco.

Oka dan Chicco juga membagikan cerita yang dianggap paling berkesan dalam proses produksi film ini. Keduanya sepakat bahwa momen bootcamp ala militer saat persiapan syuting menjadi yang paling berkesan. Tujuan diadakannya bootcamp agar enam pemeran utama film tersebut lebih kompak sebagai tim seperti peran mereka dalam film.

"Bootcamp yang bener-bener lo berenam di situ harus solid biar gimana pun juga ya sama-sama, makan, tidur, semua harus kompak," ujar keduanya kompak. "Di hari terakhir ada simulasi, kita harus menyelamatkan orang dari gedung lantai 2 dengan kerja sama tim sesuai peran masing-masing di film, itu keren banget," tambah Chicco.

Dalam film ini Oka berperan sebagai Angga, seorang mantan marinir yang berprofesi sebagai anggota parlemen. Menurut Oka, Angga adalah sosok yang ambisius dan memiliki ego tinggi.

"Di awal film diceritakan Angga cuma bisa mikirin dirinya sendiri. Orang yang pragmatis dan dia pengen melakukan yang terbaik untuk Sari, orang yang dicintainya. Sari diperankan oleh Julie Estelle," ujarnya.

Sedangkan Chicco Jerikho berperan sebagai Spec. "Saya berperan sebagai seorang sniper tapi latar belakangnya sendiri juga nggak jelas dan nggak bisa terlalu banyak omong di sini, nanti bakal kita lihat sama-sama pada saat filmnya rilis," tuturnya.

Selain Oka dan Chicco, film ini juga dibintangi aktor dan aktris ternama lainnya, seperti Rio Dewanto, Verdi Solaiman, Arifin Putra, Mike Lewis, Edward Akbar, dan Julie Estelle. Sudah siap melihat aksi mereka? Foxtrot Six akan tayang di bioskop pada 21 Februari 2019.

Kunjungan Film: Foxtrot Six /Beritagar ID
Catatan redaksi: Beritagar.id merupakan mitra media film Foxtrot Six.
BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR