BUKU

Frankfurt Book Fair kini bukan sekadar pameran buku

Ilustrasi penyelenggaraan Franfkfurt Book Fair alias The Frankfurter Buchmesse.
Ilustrasi penyelenggaraan Franfkfurt Book Fair alias The Frankfurter Buchmesse. | Armando Babani/EPA

Penyelenggaraan Frankfurt Book Fair (FBF) yang telah berusia lima abad terus berkembang mengikuti tren yang terjadi.

Untuk ajang tahun ini yang berlangsung 16-20 Oktober 2019, panitia tidak hanya menyuguhkan segala hal berkaitan dengan buku, tapi juga konten kreatif lainnya.

Hal tersebut disampaikan Laura Bangun Prinsloo, Ketua Komite Buku Nasional, saat mengadakan jumpa pers di Ramurasa Cooking Studio and Coffee, Kemang, Jakarta Selatan (8/10).

“Ini menarik karena waktu ikut FBF 2016 kami sudah sempat menampilkan tari-tarian, pencak silat, dan pemusik. Waktu itu kami sempat dapat protes oleh stan lain karena dianggap terlalu berisik,” ungkap Laura.

Hal tersebut berkebalikan dengan respons pihak penyelenggara dan publik Jerman, khususnya warga Kota Frankfurt.

Alhasil untuk pertama kalinya FBF membangun panggung besar di area terbuka agar pengunjung bisa menikmati berbagai kegiatan seni dan kebudayaan.

Kehadiran performing stage tersebut menurut Laura membuat negara-negara peserta berebutan ingin mengisi slot pertunjukan.

“Mulai dari negara-negara Eropa hingga Asia lainnya ingin tampil mengisi panggung tersebut. Untung kami masih sempat kebagian jatah satu slot,” lanjut Laura.

Jatah tersebut akan diisi dengan penampilan Oppie Andaresta (46) diiringi dua musisi lainnya dalam membawakan musikalisasi puisi karya Joko Pinurbo.

Pada April 2018, Oppie yang melejit lewat lagu “Cuma Khayalan” itu merilis album bertajuk Baju Bulan.

Seperti namanya, album berisi delapan lagu tersebut berasal dari beberapa puisi dalam buku puisi Baju Bulan: Seuntai Puisi Pilihan karya Jokpin yang diterbitkan Gramedia Pustakan Utama pada 2013.

Album tersebut selain merupakan wujud kecintaannya terhadap karya sastra, juga menjadi bentuk Oppie keluar dari zona nyaman. Untuk pertama kalinya ia mengaransemen lagu yang liriknya sudah jadi.

Selain menghadirkan Oppie, KBN juga mendatangkan Shanti Serad dan Astrid Enricka dari Aku Cinta Makanan Indonesia (ACMI), pakar kopi Indonesia Adi Taroepratjeka dan Ronald Prasanto, serta empat seniman ilustrasi yang terdiri dari Mayumi Haryoto, Evelyn Ghozali, Antonio Reinhard Wisesa, dan Mohammad “Emte” Taufiq.

Mereka semua akan turut mengisi lebih dari 30 program stan Indonesia yang berlokasi di Hall 4.0 C71 selama penyelenggaraan FBF 2019.

Sebagai misal, duo barista Adi Taroepratjeka dan Ronald Prasanto akan menyuguhkan beragam kopi khas Indonesia dalam program “Java in the Morning” dan “Java in the Afternoon”.

Lain halnya dengan Shanti dan Astrid yang akan melakukan demo masak untuk mengisi program “Indonesia: The Spice Islands”. Di sana mereka menyuguhkan dua menu spesial, yaitu Spiced Ginger Tea dan Mollucas Butterfly Pea Flower Tea with Nutmeg.

BACA JUGA
Tanya Loper Tanya LOPER
Artikel terkait: SPONSOR