Frau menawarkan rasa baru dalam menikmati konser

Leilani Hermiasih bersama piano kesayangannya bernama Oskar saat gladi resik konser Tentang Rasa di GKJ, Selasa (19/1/2016) malam.
Leilani Hermiasih bersama piano kesayangannya bernama Oskar saat gladi resik konser Tentang Rasa di GKJ, Selasa (19/1/2016) malam.
© Indra Rosalia/Beritagar.id

Pengalaman musikal yang tak melulu dimonopoli oleh telinga dan mata membuat Frau terinspirasi menggelar konser bertajuk "Tentang Rasa". Leilani Hermiasih (25), yang bersama piano Roland RD-700SX kesayangannya menggunakan nama panggung Frau, ingin para penonton yang hadir dalam konsernya tidak sekadar merasakan pengalaman audio visual.

Untuk mendukung tercapainya harapan tersebut, beberapa suguhan yang bisa memantik berbagai indriawi untuk merasakan sensasi lain di luar suguhan audio visual telah dipersiapkan. Apa saja pemantik itu masih dirahasiakan Lani, sapaan akrab Leilani, yang sekaligus bertugas sebagai direktur artistik.

"Terus terang belakangan ini saya merasa sulit merasakan pengalaman musikal yang holistis lagi. Karena buat saya menikmati musik harusnya tidak terkotak-kotak hanya untuk konsumsi indra penglihatan dan pendengaran atau kondisi tertentu," kata Lani saat menggelar gladi resik dan temu media di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ), Selasa (19/1/2016) malam.

Lani mencontohkan bagaimana pengalaman musikal holistis yang pernah dirasakannya bisa terjadi bahkan saat dirinya tidak sedang menikmati musik. Lantunan orkestra bisa tiba-tiba muncul di kepalanya saat sedang mengendarai motor. Ditambah silir angin yang menerpa wajah dan aroma pecel lele yang dilewatinya sepanjang jalan membuat pengalaman musikalnya semakin komplet.

Pun demikian, pelantun "Mesin Penenun Hujan" ini tetap memberikan ruang lebar bagi para penonton dalam menginterpretasikan setiap karyanya. Ia yakin betul bahwa hasil penangkapan indra orang berbeda satu dengan lainnya tergantung preferensi masing-masing. Hasil interpretasi tersebut membuatnya penasaran.

Selain itu, kebiasaan generasi sekarang dalam menikmati musik melalui gawai di genggaman dan peranti dengar (headphones) adalah fenomena unik yang memancing rasa penasarannya. "Dengan musik yang sudah sedekat itu, masihkah kita bisa menyisakan indra lain untuk merasakan pengalaman musikal? Pertanyaan itu menurut saya menarik untuk dijawab," lanjut lulusan jurusan Antrolopologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

"Tentang Rasa" akan berlangsung di GKJ, Rabu (20/1). Duo Ari Reda yang memainkan musik folk ditunjuk sebagai pembuka. Tingginya minat penonton terhadap konser yang tiketnya masing-masing dibanderol Rp175 ribu, Rp150 ribu, dan Rp125 ribu membuat promotor G Production menambah jadwal pertunjukan.

Pasalnya, kuota 500 tiket konser jam 19.30 WIB yang disediakan langsung ludes terjual hanya tiga hari. Karena itu diadakan satu sesi pertunjukan tambahan pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB dengan kuota tiket yang sama. Alasan mengadakan sesi pertunjukan tambahan karena masih banyak penggemar Frau yang belum kebagian tiket. Jakarta adalah kota ketiga yang jadi persinggahan konser "Tentang Rasa" setelah Bandung (22 Mei 2015) dan Yogyakarta (29-30 Oktober 2015).

MUAT LAGI
x
BERLANGGANAN SUREL DARI KAMI

Daftarkan surel Anda untuk berlangganan sekarang.